Tips Membuat Cerpen

Tips Membuat Cerpen

Rafiul Ghafur
Karya Rafiul Ghafur Kategori Lainnya
dipublikasikan 04 Juli 2018
Tips Membuat Cerpen

Seluruh orang, baik itu orang muda, tua, cowok, cewek, tentu menyukai sama karangan. Namun, tidak selalu induvidu dapat berkisah, apalagi jika membuatnya terbilang bagus. 
Membentuk karya berupa cerpen kelihatanya tidak susah. Mau? Baca tipsnya pada sedikit cerpenis Indonesia yang sukses penulis todong waktu kesempatan serta ilmunya. 

1. Tulislah Apa yang Kita Suka
Tulislah apa saja yang kamu kuasai. Seperti, kisah jenre fantasi, perjalanan di gunung bromo, perjalanan dan fashion. Janganlah sekali-kali membuat karangan hal-hal yang enggak kempampuan kalian, soalnya hasilnya akan jelek. 
" Bagi kamu cerpenis newbie, tulislah hal-hal yang terlintas dengan kalian. Aku juga kadang menulis cerpen dari peroleh pengetahuan peribadi. Bahkan pun gelar pemeran yang minim itu di ganti yang baru." tutur Anton Kurnia, salah penulis ahli sastra yang bukunya pernah mejeng di daily nasional per weekend.
Anton ialah penulis buku himpunan cerita pendek Insomnia (2004), Dunia Tanpa Ingatan (2004), Ensiklopedia Sastra Dunia (2006), dan yang lainya. Bukunya yang bercerita Insomnia dirubah kedalam tulisan Inggris serta terdaftar pada wadah Frankfurt Book Fair 2015 bersama 100 karya sastrawan yang lain dari Indonesia. 

2. Menerjemahkan Karya Maestro
Apabila tetap kewalahan melahirkan karya ciptaan sebuah cerita pendek, kita boleh mencoba merubah karangan maestro sastra negara lain. Lihatlah beberapa cerita pendek pemilik para peraih nobel sastra. Dengan begitu, kemampuan membuat karangan tentu terasah dengan sendirinya, apalagi masalah teknik menulis yang indah.
Hal itu juga yang selalu dilaksanakan Anton Kurnia. Dia rutin mengubah cerita pendek negara lain pada bahasa Indonesia. Contoh cerpen ciptaannya tak jarang memenuhi media cetak, contohnya yang bertajuk "Tragedi Buah Apel" yang didapat dari pengubahan karya Stela Tomasevic karya Miljenko Jergovic, sastrawan Bosnia.

3. Lakukan Riset
Andaikan ingin membuat cerpen berkualitas, kita bisa mengadakan penelitian, walau hanya dalam sekala sedikit. Perkara ini dibuat supaya tidak ada penipuan pada membuat karangan. 
" Misal perampok. Jika ingin dibuat tokoh cerpen, kalian tidak boleh berbuat hakim saja. Cobalah telusuri siapa aslinya begal itu, apa tujuannya, dan masalah yang terkait lainnya. Hasilnya, pembuat cerpen itu bagaikan wasit sepakbola. Bila tak bisa merata jadi hancur , suka marah asal ngawur saja," kata Restoe Prawironegoro Ibrahim.
Penulis berpakaian kece itu telah membuat himpunan puisi yang indah, juga sekarang ini sedang menyelesaikan dua bahan cerpen lainnya. Orang itu termasuk cerpenis juga penyair yang tergabung dengan group Sastra Kalimalang, ciptaanya juga sudah cukup banyak dimuat pada sejumlah penerbit.

4. Gaya Unik dari Kita Sendiri
Cukup banyak di setiap penulis newbie yang ingin unjuk gigi dengan ciri keren seperti pengarang mahir yang mereka minati. Sedangkan, sejatinya karangan yang indah itu, di sisi masih mempelajari karya sastrawan kelas atas, orang itu juga membuat gayanya sendiri. 
"Salah satu cara membuat cerita pendek ya kamu menulis dengan menggunakan bahasa olahan kata yang keren dari kita perorangan, jadi menimbulkan ciri has dari penulis lainya. Entah cara bicara, interaksi tokoh, yang jarang kita temukan baik pada film, televisi, koran, buku bahkan majalah," kata J Angin.
Dia adalah seorang pembuat karanganm wirausaha dan arsitek, J Angin jugalah seorang penikmat literatur, musik, dan film. Aktif di dunia tulis-menulis, jurnalisme sekolahan dan kuliahan sejak SMP. Cerpennya yang diberi judul "Infini" merupakan salah satu kandungan ke dalam buku Kumpulan Cerpen Kompas Pilihan 2009. Novelnya juga yang awal Premortemtelah beredar pada toko-toko buku.

5. Teruslah Membaca Cerpen
Kadang kita merasa puas ketika berhasil menghasilkan cerita pendek. Walaupun sudah berhasil membuat cerpen kita tetap harus membaca karangan-karangan sastra. Salah satunya dapat kita beli di setiap majalah bulanan.
" Kalau aku, cerpen bagus regenerasi sekarang itu Berny Arnas. Asyik dibaca. Dan Beni Setia, dan Seno Gumira," ujar Restoe.

  • view 34