Rabu, tunggu.

Adzani Rezkyana
Karya Adzani Rezkyana Kategori Lainnya
dipublikasikan 11 Mei 2016
Rabu, tunggu.

Biasanya jika kita akan berbincang, atau ingin sedikit saling bercerita, kita akan memilih hari rabu untuk bertemu. Rabu malam setelah aku pulang kantor. Atau Jumat malam, sambil kita makan malam. Atau sabtu sore, sambil jalan-jalan sore.

Seperti hari ini, Rabu. Kita sudah merencanakan pertemuan ini sejak hari Jumat kemarin, bahkan kamu sudah memastikan lagi semalam bahwa kita akan bertemu malam ini. Tapiiii tiba-tiba saja kamu mengabari kalau kamu harus menghadiri pertemuan sore ini, dan tentu saja tidak bisa bertemu denganku. Dan ini bukan pertama kalinya.

Kamu bilang, seandainya kita bisa bertemu siang ini. Kamu sih enak, sudah mendapatkan, setidaknya sedikit kebebasan waktu dengan, bekerja freelance. Tapi aku? Mana bisa?! Belum bisa...

Ah tapi tetap saja, meskipun kamu punya banyak waktu karena tidak terikat pekerjaan kantoran, biasanya kamu juga yang sering membatalkan pertemuan kita. Well, not you directly. Dan aku sangat memahami dan men-support apapun yang kamu kerjakan, selama masih dijalan yang lurus.

Seringnya, aku merasa bahwa aku yang harus sangat bersabar terhadap hati ini, hatiku sendiri. Dan bertanya-tanya, apakah sama denganmu? Apakah kamu juga merasa harus bersabar terhadap hati kamu? Apakah kamu juga harus menahan rindu, sama seperti aku menahan rindu?

Ahhh setidaknya, jika kita memang belum berjodoh, kita sama-sama merasakan kerinduannya, sama-sama merasakan degupan hati kita masing-masing, sama-sama merasakan rasa tunggu, sama-sama rindu.

Semoga Allah dengan begitu baik menjawab kerinduan hati kita dengan segera ya.

  • view 133