Tentang Banjir Bekasi

Lilik Bayyinah
Karya Lilik Bayyinah Kategori Lainnya
dipublikasikan 25 Januari 2017
Tentang Banjir Bekasi

BANJIR BEKASI

Senin 21 April 2016, kota bekasi diguyur hujan deras hingga menyebabkan tanggul sungai Cikeas jebol. Curah Hujan ekstrem menyebabkan sungai di Bekasi meluap karena tidak mampu mengalirkan aliran permukaan. Sejumlah wilayah seperti Perum Pondok Permai, Perum Nasio Indah, Perum Mustika Gandaria terendam banjir. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, akan tetapi sekitar 600 KK/9 ribu jiwa terdampak langsung akibat rumahnya terendam banjir setinggi 30cm -500 cm.

Banjir di Kota Bekasi bukan baru-baru ini terjadi, hampir tiap tahun banjir akibat luapan Sungai Cikeas/Sungai Bekasi menggenangi perumahan warga. Bahkan pada tahun 2016 ini sudah terjadi beberapa kali hujan ekstrim di Kota Bekasi. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dapat dikatakan ekstrem apabila intensitasnya melebihi 100 mm/hari. Dari data curah hujan yang tercatat di Stasiun Meteorologi Tanjung Priok menunjukkan nilai intensitas sebesar 113 mm/hari, sedangkan curah hujan di Depok tercatat 202 mm/hari. Intensitas hujan tersebut termasuk dalam kategori curah hujan ekstrim.

Gambar 1. Distribusi Curah Hujan April 2016

Berikut ini adalah peta distribusi curah hujan bulan april 2016 yang diperoleh dari data satelit TRMM dengan resolusi 0.25o. TRMM atau Tropical Rainfall Measuring Mission merupakan misi luar angkasa bersama antara NASA dan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) dirancang untuk memantau dan mempelajari curah hujan tropis. Dari peta tersebut dapat diketahui bahwa intensitas hujan bulanan tinggi tidak hanya di wilayah Bekasi akan tetapi beberapa daerah di jawa barat juga curah hujannya tinggi.

Apakah curah hujan yang tinggi pada bulan april ini merupakan curah hujan normal di wilayah tersebut?

Untuk melihat anomali curah hujan Bekasi ketika bulan April disetiap tahunnya, maka digunakan data time series curah hujan dari tahun 2000 sampai dengan 2016 menggunakan data satelit TRMM. Anomali diperoleh dari perhitungan standar deviasi dari data dengan rumus sebagai berikut :

Dari hasil perhitungan di atas, diperoleh grafik anomaly Curah Hujan Bulan April di wilayah kajian. Terlihat bahwa pada tahun 2016 curah hujan bulan April mengalami anomaly positif sebesar 1.28. Pada tahun ini banjir wajar terjadi karena anomaly positif tersebut mengindikasikan  bahwa curah hujan di wilayah Bekasi dan sekitarnya berada di atas nilai curah hujan rata-rata biasanya atau di atas normalnya.

 Gambar 2. Anomali Curah Huja April

Dikatakan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan yang ekstrim, sehingga selain penjelasan di atas, maka harus diketahui juga mengapa hujan ekstrim dapat terjadi di Kota Bekasi dan mengapa hujan ekstrim tersebut dapat menyebabkan banjir?

Dengan menggunakan data GPM (Global Precipitation Measurement)  variabel Multi-satellite precipitation estimate with climatological gauge calibration - Early Run, resolusi spasial 0.1o dan resolusi temporal 30 menit, kita dapat mengetahui pola distribusi hujan di Kota Bekasi 1 hari sebelum kejadian banjir terjadi.

 Gambar 3. Distribusi Curah Hujan 21 April 2016 pukul 03.00 WIB

 Gambar 4. Distribusi Curah Hujan 21 April 2016 pukul 04.00 WIB

 Dilihat dari plot  GPM (terlampir) tersebut, pada 20 April pukul 05.30 hingga pukul 08.30 sebagian kecil wilayah Bekasi mulai hujan dengan intensitas kecil. Kemudian beberapa saat seluruh wilayah bekasi mulai hujan dengan intensitas yang tidak besar.

Namun, dimulai dari pukul 03.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB, terlihat bahwa terdapat pertumbuhan curah hujan yang intensitasnya meningkat sekitar dengan cepat dan mencapai puncaknya pada pukul 04.00 WIB. Curah hujan pada 30 menit antara pukul 04.00-04.30 mencapai kisaran 14-21 mm. mungkin jumlah segitu tidak terdengar banyak. Tapi bayangkan jika hujan tersebut jatuh di seluruh wilayah Kota Bekasi dengan luas area  sebesar 210,49 km2 , jumlah air hujan yang jatuh mencapai lebih dari 2,9-4,4 milyar liter hanya dalam 30 menit.

Sehingga, jika dilihat dari plot GPM, dapat disimpulkan bahwa banjir yang terjadi di beberapa titik di Bekasi bisa jadi merupakan hasil hujan ekstrem yang berlangsung cepat tetapi juga bisa jadi dikarenakan meluapnya sungai dan selokan akibat hujan yang terus menerus di kota Bekasi selama waktu kejadian.

 Mengapa hujan ekstrim dapat terjadi di Kota Bekasi?

Gambar 5. Anomali Harian Suhu Permukaan Laut Indonesia

Hujan ekstrim biasanya dihasilkan oleh awan-awan kumulonimbus. Awan ini mengalami pertumbuhan ke atas dan biasanya menghasilkan hujan disertai petir. Kondisi atmosfer yang tidak stabil, banyaknya kandungan uap air, pengangkatan udara merupakan kondisi khusus yang memicu kumulonimbus menghasilkan cuaca ekstrim. Selain itu, ada beberapa factor yang  berkontribusi pada kejadian hujan ekstrim ini. Salah satunya adalah suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature (SST)). Jika dilihat dari data SST pada tanggal 21 April 2016, hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami anomaly positif atau dapat dikatan bahwa perairan Indonesia cenderung hangat. Di sekitar Pulau Jawa anomaly SST sebesar 1-2oC di atas normal. SST di atas normal menyebabkan suplai uap air lebih banyak dari biasanya, sehingga awan-awan konveksi seperti kumulonimbus sangat memungkinkan untuk terbentuk.

Kita juga dapat melihat pertumbuhan awan beberapa saat sebelum terjadinya hujan ekstrim dengan menggunakan citra satelit visible. Terlihat bahwa hampir seluruh wilayah bekasi dan sekitarnya tertutupi awan-awan dari beberapa jam sebelum kejadian banjir terjadi. Pertumbuhan awan-awan seperti gambar di bawah ini memungkinkan hujan turun di wilayah tersebut.

 

 

Kesimpulan: banjir yang terjadi di wilayah Bekasi diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi di hampir seluruh wilayah Bekasi. penyebab dari curah hujan tinggi ini yaitu adanya anomali positif dari suhu permukaan laut di perairan Jawa dan sekitarnya. 

saran: perlu kajian mengenai DAS di sekitar wilayah Bekasi juga mengenai drainase yang ada di Kota bekasi. hal tersebut dilakukan agar analisi mengenai banjir yang terjadi di wilayah Bekasi menjadi lebih baik.

Sumber:

http://bnpb.go.id/home/detail/2908/600-KK-Terdampak-Banjir-di-Kota-Bekasi

http://giovanni.gfcs.nasa.gov/giovanni/

http://weather.is.kochi-u.ac.jp/sat/gms.sea/

http://www.ogimet.com/

http://www.ospo.noaa.gov/

 

  • view 151