SEPERTIMU

bass kenzin
Karya bass kenzin Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 12 Januari 2017
SEPERTIMU

Kasih, hanya linang air matamu yang membuatku faham bahwa luka terkadang, harus kita sendiri yang menggoresnya. Luka itu sengaja kau gores pada hatimu dengan pisau yang bernama Pengorbanan. katamu tempo dulu, tepat di pelataran sore. sementara itu, mendung tak jua beranjak pergi. Riuh ombak nampak gelisah menanti Sang bayu menikam murung.

"Ya" jawabku dalam hati. Kulihat matamu mengarah pada pelangi. Ku ikuti laju jalurnya. Lalu ku lihat matamu ketika kau berkata "Aku ingin menjadi pelangi bagi mendung orang lain". Kau memandangiku dan aku tetap terpaku melihatmu. Sehingga, aku lebih memilih tersesat di kedalaman dua bola matamu.

Kasih, kini bagaimanapun aku berusaha kembali menemui jalan pulang. Aku tak bisa keluar dari pedalamannya. walau kau tak mau aku pergi dan kawanan bunga berharap aku tak ingin pergi. Meski cinta semata bermula dari mata. Tapi, aku rela menggores luka demi kumbang. sepertimu, Aku harus tabah, serupa Bumi yang harus melapas senja demi Malam. Hingga pada waktunya nanti, layak Voltire aku akan mati di pedalam hatimu setelah ratusan kali mencoba membunuh dirinya sendiri.

  • view 70