Segi Empat: wilayah keragu-raguan

bass kenzin
Karya bass kenzin Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 11 Juni 2016
Segi Empat: wilayah keragu-raguan

Tentang ruang, pilihan, dan kebebasan sebagai impian. barangkali pilihan2 memang diciptakan ada untuk menguji pengetahuan kita.seperti soal pilihan ganda--satu jawaban benar dari balik Huruf-Huruf kapital yang membisu. sayangnya, salah satu dari huruf itu tak pernah menjelaskan bahwa dirinya benar dan beberapa huruf lain menjelaskan dirinya salah. ia hanya di-benar-kan dengan rangkaian sederet kata atau satu kata yang tertulis setelah sepasi--titik sebagai pembatas. mereka tak pernah menjelaskan tapi terjelaskan oleh sesuatu nilai benar dan salah yang menyertai huruf-hurf tadi bersukur, jika kita memiliki pengetahuan akan satu kebenaran pilihan. berarti saat itu tidak ada kebingungan bagaimana jika kita tidak memiliki pengetahuan nilai sebuah jawaban? dalam hidup Kita memiliki masing2 ruang. ruangan itu (sama) selalu terisi pilihan-pilihan, kadang membuat kita jadi bingung karena sejumlah pilihan sudah kita tahu: memiliki kualitas terbaik yang menjanjikan kebahagiaan atau semuanya memiliki potensi terburuk yang tak pernah kita inginkan sebagai pilihan2 dalam lingkar hidup atau kita sudah tahu setiap pilihan memiliki kedua sisi ini atau bahkan kita tidak benar-benar tahu mana yang benar dan mana yang salah. jika saat saat itu tiba sementara kehidupan terus memaksa untuk memilih. seseorang yang buta pernah berpesan pada saya "sesungguhnya kita tidak melihat dengan mata tapi kita melihat dengan hati. jangan terlalu mempercayai apa yang dilihat oleh mata karena untuk melihat mata itu sendiri, mata tidak pernah sanggup!" biarkan hatimu yang memilih satu dari beberapa pilihan. jika pilihanmu salah! Maka biarkan, takdir yang akan mengembalikanya bahwa manusia merupakan muara salah dan lupa karena itulah Ia ditunjuk sebagai Khalifah--makhluk yang akan melakukan perbaikan di muka bumi: perbaikan atas sesuatu kesalahan atau perbaikan atas suatu kekeliruan. jika semuanya benar atau tanpa salah atau tanpa kekeliruan lalu apa yang akan diperbaiki, kan? pun pilihan-pilihan itu ditakdirkan ada sebagai bukti bahwa manusia memiliki kehendak bebas untuk memilih dan menentukan pilihan. Ia akan bebas ketika mampu belajar dari kesalahan2 dan sejumlah kekeliruan yang Ia ciptakuan sendiri. maka jangan takut! walaupun pilihanmu merajam, mencabik, melukai, bahkan hampir membunuhmu: segala sesuatu yang nyaris membuatmu mati akan menjadikanmu seseorang lebih menghargai hidup dan keraguan harus ada. Namun, keraguan bukanlah tempat berpijak yang baik, Ia penting dimiliki untuk kita tinggalkan!

  • view 93