Karyawan, Pilih Bisnis atau Investasi?

Bareyn Mochaddin
Karya Bareyn Mochaddin Kategori Ekonomi
dipublikasikan 10 Februari 2016
Karyawan, Pilih Bisnis atau Investasi?

Mungkin tidak hanya anda yang baru lulus kuliah dan merasakan dunia perkantoran, bisa jadi anda yang sudah lama di dunia kerja juga sedang galau. Bagi para fresh jobber?yang merasakan jatah keuangan dari orang tua yang di stop?tentu membuat kalang kabut keuangan anda, begitupun dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini yang membuat ?dompet? karyawan lama dibuat waswas. Lalu, tawaran demi tawaran muncul, ada yang menawarkan ?bisnis? ada juga yang menawarkan ?investasi?, tapi mana sih yang cocok untuk seorang karyawan?
?
Nah, bagi para karyawan yang merasakan penghasilannya kurang dan ingin penghasilan lebih baik namun tidak mengetahui apa yang harus dilakukan tentu akan mencari solusi untuk menyiasati keadaan ini. Umumnya, solusi akan ditawarkan dari lingkungan karyawan itu sendiri, ada saja teman yang mengajak bisnis untuk menambah penghasilan, ataupun pihak luar kantor yang mengajak berinvestasi untuk ?menernak? uangnya.
?
Namun, sebelum jauh membahas apa yang cocok bagi karyawan baru, akan lebih baik bilamana kita mengetahui apa itu bisnis dan investasi. Dari segi definisi, investasi dan bisnis itu sama tapi beda, investasi itu sama dengan bisnis tapi investasi bisa diartikan penanaman modal tak langsung, kalau bisnis penanaman modal langsung. Lalu, Berbicara mengenai bisnis dan investasi, mana yang lebih cocok bagi karyawan baru?
?
Untuk menjawabnya, harus diketahui dulu tujuannya, untuk apa bisnis? Untuk apa investasi?
?
Bila anda yang berprofesi sebagai karyawan memilih berbisnis untuk menambah penghasilan bulanan maka betul sekali pilihannya karena bisnis akan mendatangkan keuntungan yang bisa langsung dinikmati. Namun, bagi seorang karyawan harus diingat bahwa waktu menjalankan bisnis yang terbatas karena status sebagai karyawan, dan bisnis terancam tidak akan optimal. Selain itu, harus hati-hati bisnis yang dijalankan akan mengganggu pekerjaan utama karena konsentrasi terpecah, ingat! status utama adalah sebagai karyawan.
?
Selanjutnya, bila anda sebagai seorang karyawan berinvestasi untuk menambah penghasilan maka ini rasanya kurang tepat, kenapa? Karena bila ingin memetik hasil dari investasi itu butuh waktu untuk mempelajari produk-produk investasi yang baik dan benar, butuh waktu agar investasinya berkembang. Namun, ketika anda memilih untuk berinvestasi dan sabar, maka anda akan memetik hasilnya di masa depan.
?
Saya akan mencoba menjelaskannya dengan meberi contoh sederhana: Misalkan anda seorang karyawan, bayangkan kalau sekali hangout menghabiskan Rp 200,000,- dan misal satu bulan bisa 3x hangout maka jadi Rp 600,000,-. Dan tahukah anda? Ternyata, bila diinvestasikan setengahnya saja yaitu Rp 300,000 dalam jangka waktu 5 tahun di salah satu produk investasi yaitu reksadana saham yang memberikan?imbal hasil rata-rata 20% per tahun maka hasilnya bisa jadi 30-an juta! Hampir 2 kali lipat dari anda menabung di bank, luar biasa bukan?
?
Tapi sebetulnya, bila kita berbicara mengenai penting mana bagi karyawan baru, ?bisnis atau investasi?? Maka maka dikembalikan ke kebutuhan karyawan tersebut. Untuk jangka pendek mungkin bisnis bisa membantu menambah pemasukan bulanan meski harus memilih bisnis yang tidak menggangu waktu kerja. Atau bisa juga tidak melakukan bisnis tetapi mencari tambahan pemasukan bulanan dari keahlian dan hobi, seperti fotografi atau bahkan menyanyi! Namun, bagi karyawan yang ingin mencapai tujuan keuangan untuk jangka panjang seperti dana pensiun atau dana pendidikan anak, tentu investasi menjadi jawabannya.
?
Terlepas dari itu semua, apapun pilihan anda baik itu bisnis atau investasi, pelajari terlebih dahulu bisnis tersebut dan pastikan bisnis yang anda jalankan baik, benar dan tidak melanggar ketentuan negara. Bilapun anda berinvestasi, maka pelajari juga produknya, jangan sampai salah ber-investasi apalagi investasi bodong! Terakhir,?pastikan investasi yang anda lakukan sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan anda!
?
Chao!
Bareyn