Menabung atau Investasi?

Bareyn Mochaddin
Karya Bareyn Mochaddin Kategori Ekonomi
dipublikasikan 02 Februari 2016
Menabung atau Investasi?

Bagi generasi 90-an menabung bukanlah sesuatu yang asing, begitu hits-nya lagu ?menabung? yang dipopulerkan oleh Saskia dan Geofani saat itu menjadikan kata ?menabung? begitu familiar di telinga kita. Bagi beberapa yang tidak tau liriknya kurang lebih seperti ini:
?
Bing beng bang
Yok kita ke bank
Bang bing bung
Yok kita nabung
Tang ting tung hey
Tau tau kita nanti dapat untung
?
Pertanyaannya, apakah benar ?tahu-tahu nanti kita dapat untung??
?
Untuk mengetahuinya, mari kita masukkan angka lakukan hitung-hitungan. Misal kita menabung sebesar Rp 1,000,000,- (satu juta) per bulan maka per tahun akan menghasilkan Rp 12,000,000,-. Ketika kita menabung, maka bank akan memberikan bunga per tahun sebesar 1%-2% per tahun, sehingga kita akan mendapatkan Rp 240,000,- per tahun atau Rp 20,000,- (dua puluh ribu rupiah) per bulan.
?
Apakah itu merupakan sebuah keuntungan? Untuk menjawabnya mari kita melihat definisi dari ?keuntungan? itu sendiri. Diartikan oleh KBBI bahwa keuntungan adalah ?hal mendapat untung (laba)? atau bisa juga diartikan sebagai ?kemujuran; kebahagiaan?. Bila kita melihat dari sudur pandang ini, maka Rp 20,000,- adalah keuntungan bagi si penabung.
?
Nah, saya yakin bahwa penabung mempunyai tujuan: ?mengumpulkan uang dan mencari untung? kan? Nah, tujuan menabung kita itu untuk apa sih? Untuk menikah, membeli rumah, membeli mobil, naik haji, ya kan? Namun, jangan dulu dibandingkan dengan keinginan-keinginan kita di atas. Mari kita bandingkan keuntungan yang diperoleh dari menabung dengan kenaikan harga rata-rata kebutuhan kita sehari-hari, apakah ini sebuah keuntungan?
?
Kenaikan harga rata-rata di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS) adalah sekitar 6%-8%. Maka, bila kita menabung tinggal kita kurangi saja persentase keuntungan yang kita dapat dari menabung dengan kenaikan harga rata-rata di Indonesia menurut BPS yaitu 6%-2% = 4% maka uang yang kita simpan di Bank itu sebenarnya menyusut 4% per tahun. Hmm.. Saya sih tidak bisa melihat dimana keuntungannya.
?
Tapi jangan khawatir! Ilmu pengetahuan semakin berkembang (khususnya ilmu tentang keuangan), menjadikan kosakata dalam hal keuangan bukan hanya menabung. Selain menabung, tentu beberapa dari kita pernah mendengar istilah ?investasi?. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, investasi adalah ?penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan?.
?
Kembali ke awal dimana kita telah membahas tentang menabung yang ternyata membuat uang kita ?menyusut? nilainya, (bahkan tidak bisa mencukupi untuk melawan kenaikan harga rata-rata) maka apakah investasi bisa membuat nilai uang kita bertambah dan mencapai tujuan keuangan kita seperti menikah, membeli rumah, membeli mobil, naik haji (bagi muslim)?
Untuk menjawabnya, kita harus menyamakan dulu pengertian mengenai investasi itu sendiri. Bila melihat kembai dari definisi investasi memang benar bahwa tujuan investasi adalah mencari keuntungan. Namun, dalam sudut pandang perencanaan keuangan, investasi adalah penanaman uang dalam instrument investasi untuk mencapai tujuan keuangan. Instrument investasi itu banyak sekali: ada investasi langsung maupun investasi tidak langsung, ada investasi emas, obligasi, reksadana yang akan memberikan imbal hasil sekitar 10%-20% per tahun.
?
Lagi-lagi saya ingin mengajak untuk membandingkannya terlebih dahulu dengan sesuatu yang dekat dengan kita, yaitu kenaikan harga rata-rata kebutuhan sehari-hari. Telah disebutkan sebelumnya bahwa kenaikan harga rata-rata di Indonesia berkisar antara 6%-8% maka bila kita (misalnya) memilih instrument investasi yang memberikan imbal hasil 15% per tahun maka 15% - 8% per tahun, uang kita tidak akan tergerus kenaikan harga tersebut dan malah akan memberikan untung sekitar 7% per tahunnya.
?
Masih belum jelas? Mari kita bandingkan investasi dengan menabung dalam angka dengan contoh yang sama dengan contoh di atas.
?
Misal, kita menabung rutin di bank per bulan Rp 1,000,000,- dengan imbal hasil (bunga) 1%-2% per tahun, maka dalam 5 tahun kita akan mengumpulkan uang sebesar Rp 63,100,00,- an . Sedangkan bila kita menyisihkan Rp 1,000,000,- per bulan lalu menginvestasikannya dalam instrument investasi yang memberikan imbal hasil 15% per tahun maka kita akan mendapatkan Rp 89,700,000,- an. Selisih sekitar 30,000,000,- an, lumayan kan?
?
Namun, kita juga harus tahu bahwa selain keuntungan yang diberikan, ada juga risiko yang terkandung di dalamnya. Selain itu, investasi juga bukan pekerjaan sangkuriang yang akan selesai dalam satu malam, semua butuh proses untuk menjadikannya besar. Oleh karena itu, bijaklah berinvestasi, artinya,: ketahui produknya, ketahui risikonya, ketahui profil risiko anda, ketahui tujuan keuangan anda, dan selaraskan semuanya.
?
Jadi, mau pilih menabung atau investasi?

  • view 311