Untuk Komandan Tertinggi

Bangga Surya Nagara
Karya Bangga Surya Nagara Kategori Lainnya
dipublikasikan 19 September 2017
Corat-Coret

Corat-Coret


Kumpulan Tulisan Gado-Gado. Selamat Menikmati "Gado-Gado" ini.

Kategori Acak

1.1 K Hak Cipta Terlindungi
Untuk Komandan Tertinggi

Selamat pagi "komandan tertinggi"...

Matahari muncul pagi ini tanpa malu, langsung menantang. Bagi yang tidak kuat terpaksa menunduk. Mungkin sebuah isyarat kalau hari ini adalah hari penting bagimu, komandan kami. Tajamnya sinar matahari pagi ini mengingatkan pada sorot matamu ketika tidak setuju dengan tingkah kami. Sorot mata itu, menyeramkan sekali dan juga menyebalkan.

Bapak komandan, pemimpin kami di rumah...

Dulu kami sering bertanya-tanya, haruskah komandan selalu melarang anak buahnya? melarang ini, melarang itu. Maaf Bapak, ini juga sangat menyebalkan.

Bapak komandan, pemimpin kami dunia dan akhirat....

Maaf bapak, berikut akan kami buat list aturan-aturan bapak yang dulu sangat menyebalkan bagi kami (itu dulu....):

  1. Tidur siang sepulang sekolah
  2. Saat makan mulut tidak berbunyi
  3. Dilarang keluar malam
  4. Kalau sholat taraweh harus di samping komandan
  5. Magrib harus sudah di rumah
  6. Selimut harus dilipat sendiri. Kalau berantakan, siap-siap kehilangan selimut selama tiga hari.
  7. Waktu kecil dulu, mandi sama komandan itu sangat menyakitkan. "Kusuaknyo kareh".

Itu hanya sebagian kecil yang bisa kami list, banyak lagi yang lain dan itu lagi-lagi menyebalkan.

Bapak komandan tertinggi, seiring berjalan waktu, seiring bertambahnya umur dan pemahaman, semua hal menyebalkan yang dulu kami rasakan ternyata adalah peran yang kau mainkan dalam rangka mempertanggungjawabkan kepemimpinanmu di hadapan Sang Khalik kelak. Bukankah setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.

"Setelah cucumu lahir aku lebih faham
betapa beratnya
membesarkan dan setia melindungi
semua anak-anakmu."

Lirik Ebit G Ade sudah mewakili kepahaman atas yang dulu kami alami, komandan. Kewajiban dan tanggungjawab membuatmu memainkan dua peran sekaligus di depan kami. Adakalanya kau berperan protagonis yang sangat menyenangkan, lebih sering kau bermain sebagai pria antagonis -mungkin karena kami nakal-.

Sekarang kami sadar, menjadi komandan tertinggi harus memainkan dua peran sekaligus, protagonis dan antagonis. Semua ini karena kewajiban dan tanggungjawabmu. Agar kapal kita tidak oleng, agar kita semua selamat mengarungi hidup hingga ke tujuan. Tujuan yang abadi. Berkumpul kembali di surgaNya. 

Hari ini, saya sebagai kepala pleton, mewakili anggota pleton lainnya mengucapkan terimakasih tak terhingga atas dua peran yang kau mainkan.  Peran yang berubah menjadi rambu-rambu kehidupan yang mengantarkan kami ke dunia nyata.

Semoga sehat selalu komandan. Semoga disisa usia semakin bergiat berlekat-lekat bererat-erat dengan Sang Pemilik Kehidupan.

Dari kami "anggota pleton"

Spesial ucapan dari Abid untuk Abo Komandan, " Tatataa...ngaa nggaaa...ciap ciap ciap..teettt"

  • view 100