Kemerdekaan dan Kemanusiaan

Bangga Surya Nagara
Karya Bangga Surya Nagara Kategori Renungan
dipublikasikan 16 Agustus 2017
Corat-Coret

Corat-Coret


Kumpulan Tulisan Gado-Gado. Selamat Menikmati "Gado-Gado" ini.

Kategori Acak

1.3 K Hak Cipta Terlindungi
Kemerdekaan dan Kemanusiaan

Tujuh puluh dua tahun usia bangsa ini. Selama itu juga teriakan "MERDEKA" berkumandang dan selalu diteriakkan di setiap acara perayaan kemerdekaan. Tapi kemerdekaan seolah tidak berjalan seiring dengan rasa kemanusiaan.

Dua, kemanusiaan yang adil dan beradab. Dibacakan disetiap upacara, bahkan setiap hari senin. Urutan kedua setelah Ketuhanan. Dalam kehidupan berbangsa entah dijadikan urutan keberapa.

Dua, kemanusiaan yang adil dan beradab. Keadilan yang menyamaratakan manusia sesuai harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan. Kenyataannya sekarang makna adil sangat sulit dicari defenisinya.

Dua, kemanusiaan yang adil beradab. Mengaku sebagai manusia yang beradab, tapi di Batam seorang bocah meninggal setelah mengalami kecelakaan tunggal karena di telantarkan. Orang sekitar memilih cuek. 

Dua, kemanusiaan yang adil dan beradab. Memproklamirkan diri sebagai makhluk beradab. Seorang ayah, seorang suami dibakar hidup-hidup karena dituduh mencuri amplifier. Masyarakat hanya menyaksikan, menonton.

Kenapa?

Kenapa "kemanusiaan yang adil dan beradab" ini tidak tumbuh sejalan bertambah dewasanya usia bangsa ini? atau tingkat pemahaman kita terhadap sila yang pertama belum mantap, belum menyeluruh?

Mungkin.

Mungkin pelajaran kita tentang "Ketuhanan yang Maha Esa" belum selesai.

Mungkin.

Mungkin kesadaran kita tentang Tuhan pada sila pertama belum sempurna, sehingga berpengaruh pada aplikasi sila-sila yang lain dalam kehidupan sehari-hari.

MERDEKA!!!

Semoga kemanusiaan bisa hidup kembali.

Sumber Gambar : http://independencedayimages-2017.com



  • view 82