Sejatinya Selamat Itu Bukan Untukmu

Bangga Surya Nagara
Karya Bangga Surya Nagara Kategori Project
dipublikasikan 11 Agustus 2017
Corat-Coret

Corat-Coret


Kumpulan Tulisan Gado-Gado. Selamat Menikmati "Gado-Gado" ini.

Kategori Acak

1.4 K Hak Cipta Terlindungi
Sejatinya Selamat Itu Bukan Untukmu

Dik, 10 Agustus kemarin kau berulang tahun ke dua puluh enam.  Kau mungkin bertanya kenapa tak ada ucapan selamat dariku. Bukan, bukannya aku lupa, atau mencoba untuk tidak peduli, tapi aku hanya ingin mengalihkan ucapan selamat itu kepada wanita yang berkorban melahirkan dan membesarkanmu hingga sedewasa ini.

Dik, ucapan selamat itu tidak pantas tertuju untukmu, untuk kita, untuk siapapun yang berulang tahun. Ada seorang wanita yang jauh lebih pantas mendapat ucapan terimakasih ketika seorang anak berulang tahun. Ibunya. Wanita yang rela tubuhnya terkoyak untuk menghadirkan sosok baru ke dunia. Jangankan mengoyak tubuh, nyawapun akan ia berikan asalkan kau bisa lahir dengan sehat. Lantas selesai?

Dik, setelah kelahiran semua belum selesai. Hari-hari awal kelahiran merupakan hari terberat bagi seorang Ibu, anak yang masih rentan terhadap dunia luar, luka yang belum sepenuhnya kering, ditambah lagi beban psikologis yang harus dipikul. Tentang ini nanti kau juga akan mengerti saat sudah menikah dan istrimu baru saja melahirkan.

Dik, dengan bertambahnya bilangan umurmu, berkurang  juga jatah hidupmu. Tapi apapun namanya, ulang tahun, kurang umur, sejatinya selamat itu bukan untukmu. Ucapan selamat dan terimakasih hanya pantas terucap kepada orang yang berjuang hingga tubuhnya terkoyak-koyak dan berdarah-darah untukmu. Kalaupun ada seremonial untuk merayakannya, itupun seharusnya bukan untukmu, tapi untuk dia yang sampai sekarang masih kau butuhkan cintanya.

Sebenarnya aku juga belum pantas untuk memberimu wejangan tentang ini. Baktiku masih jauh. Menyenangkan hatinya saja aku jarang. Tapi bukankah agama kita mengajarkan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan? Itulah kenapa aku begitu ingin menulis ini khusus untukmu. Selain memberi wejangan adalah tugasku sebagai abang, ehm. Ini juga untuk pengingat bagiku.

Sekali lagi, selamat ulang tahun dan doa-doa sejatinya bukan untukmu Dik. Wanita yang berkorban nyawa untukmu lebih berhak mendapatkan ucapan terimakasih dan hadiah terbaik.

Semoga semakin kau bertambah dewasa, semakin kuat hatimu untuk berdekat-dekat denganNya. Itu saja.

Jangan kau mengejek, ku tempeleng nanti. Hahahaha

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)

 

  • view 98