Masjid dan Anak-Anak Kita

Bangga Surya Nagara
Karya Bangga Surya Nagara Kategori Renungan
dipublikasikan 03 Maret 2017
Corat-Coret

Corat-Coret


Kumpulan Tulisan Gado-Gado. Selamat Menikmati "Gado-Gado" ini.

Kategori Acak

781 Hak Cipta Terlindungi
Masjid dan Anak-Anak Kita

Di zaman Rasulullah SAW,  fungsi masjid bukan hanya sekedar tempat melakukan ibadah seperti sholat dan zikir. Fungsi masjid lebih banyak dan lebih luas dari itu. Mulai dari sebagai tempat pendidikan dan pembinaan, tempat pemberian santunan, tempat mendamaikan dan menyelesaikan sengketa, dan banyak lagi urusan umat yang diselesaikan di masjid. Fungsi masjid sebagai tempat pendidikan dan pembinaan melahirkan manusia-manusia luar biasa seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali.

Tulisan ini dibuat berawal dari kegelisahan yang saya rasakan setiap sholat di masjid. Banyaknya anak-anak yanng mengikuti sholat berjamaah di masjid menghadirkan harapan besar bagi rapatnya shaff agama ini di masa depan. Anak-anak adalah masa depan, masa depan agar masjid tetap ramai di masa mendatang. Jadi, merupakan kesalahan fatal jika melarang anak-anak dan menghardik mereka yang ribut di dalam masjid dengan alasan mengganggu kekhusyukan ibadah. Lalu apa masalah dan jalan keluar agar ketenangan ibadah tidak terganggu dan anak-anak tetap antusias untuk hadir di masjid?

Persoalan ini sebenarnya sederhana. Terkadang kita percaya anak-anak kita tidak akan ribut di masjid ketika sholat sedang dilaksanakan, tapi yang namanya anak-anak ketika berjumpa dengan teman-temannya tentu mereka lupa dengan tempat dan kondisi. Lalu dengan serunya bercerita dan melakukan candaan yang ujung-ujungnya mengganggu kekhusyukan ibadah jamaah lain. Yaa..namanya juga anak-anak. Lantas siapa yang harus disalahkan?

Betul, orang tua lah yang pantas untuk disalahkan. Bagi anak-anak, pengawasan orang tua sangat penting, apalagi menyangkut pengawasan di masjid dan ketika sedang melakukan ibadah. Kebanyakan anak-anak yang tingkahnya diluar kendali ketika di masjid adalah anak-anak yang tidak diawasi atau tidak didampingi ayahnya. Mereka disuruh ke masjid, tapi ayahnya di rumah. Kondisi ini yang menyebabkan suasana ibadah di masjid yang banyak dihadiri anak-anak tidak kondusif.

Nah bagi kita orang tua, yuk dampingi anak-anak kita yang lagi senang-senangnya ke masjid. Takutnya, ketika dewasa, mereka akan stop sholat ke masjid karena menyangka ke masjid hanya untuk anak-anak usia ngaji.

"Ayah dulu kan ga ke masjid, aku pun sekarang sudah besar, sama seperti Ayah."

Jawaban apa yang akan kita berikan.

Gambar diambil dari sini : https://dashboard.masjidku.id

  • view 118