Corat-Coret

Corat-Coret


Kumpulan Tulisan Bebas. Kumpulan tulisan yang berserakan di blog pribadi.

Kategori Acak

57 Hak Cipta Terlindungi

Di Sebuah Tempat, Enam kali Enam

Di Sebuah Tempat, Enam kali Enam Di Sebuah Tempat, Enam kali Enam

Rasa-rasanya bingung memilih kata yang tepat untuk memulai tulisan ini, tulisan tentang sebuah hidup yang baru, hidup yang saya impikan. Hidup dengan pendamping yang ketika bertemu dengannya memacu diri untuk menjadi lebih baik, ketika berjauhan selalu ada rasa rindu yang usil. Haaacchhiimmmmm.....
Hari-hari yang dilewati dua bulan terakhir menyajikan lebih banyak warna dari bulan-bulan sebelumnya. Waktu-waktu yang dijalani memberikan lebih banyak pelajaran dari waktu-waktu yang dilewati ketika sendiri. Ah, pokoknya banyak warna...

Berawal dari sebuah tempat berukuran enam kali enam. Kita belajar merasakan sebuah "rasa" yang kau bilang sebenarnya belum pernah ada, rasa yang kau bilang akan dicoba menumbuhkannya. Lalu perlahan kita belajar, mencoba, dan sekarang kita sama-sama paham, Allah lah yang memiliki hati, selanjutnya kita takjub ketika merasa sama-sama tenang saat bertemu dan merindu ketika jauh, padahal kau dan aku awalnya merasa asing. Allah memang Maha Hebat ya...

Kejadian-kejadian yang dilalui akan menjadi pelajaran dalam proses pendewasaan. Ternyata benar, menikah adalah belajar, belajar sabar saat kunci rumah hilang, belajar sabar saat ada yang salah ngomong, belajar sabar saat tersinggung, belajar ngga mandi saat air ledeng mati, dan masih banyak belajar-belajar lain yang harus dilewati biar nanti pas ujian, nilainya bagus, dan ngga remedi. Oh ya satu lagi, belajar makan banyak biar gemuk. Proses belajar ini terjadi di tempat berukuran enam kali enam yang kita tempati. Bangunan kecil ini sekarang hampir penuh, disitu ada pakaian, ada buku-buku, ada jemuran, ada kompor, ada lemari, ada kasur, ada motor, ada gentong, dan ada kardus-kardus bekas, dan ada satu lagi, ada tikar baru dengan gamabr Masha and the bear. Meskipun tempat berukuran enam kali enam itu hampir penuh oleh barang-barang, semoga hati kita tetap lapang dan dilapangkan untuk menampung marah, ego dan airmata.

Enam kali enam, sama dengan tiga puluh enam. Dindingnya biru, beberapa perabotan berwarna biru, gentong di kamar mandi juga biru dan ada juga sendok yang berwarna biru, hati kita juga biruuuuuu...halaaahhh. Di tempat enam kali enam yang biru itu, kita bukan hanya belajar tentang sikap dan kedewasaan, kita (saya) juga belajar ngaduk semen, yang selama ini belum pernah saya lakukan.

Terlepas dari pelajaran-pelajaran yang saya dan kita pelajari dalam dua bulan ini, menurut saya menikah itu seperti dalam sebuah organisasi, sekarang anggota organisasinya cuma dua, kita berdua. Dalam organisasi, ada pembagian tugas yang jelas atau satu pekerjaan dilakukan bareng-bareng dan kita punya peran masing-masing.  Contohnya: Saat ada yang masak, harus ada juga yang makan biar ngga mubazir.... Ini contoh...hanya contoh...

Untuk hari ini udah aja dulu...galon belum diisi.....
Maaf ya, ini rada ngga jelas...

Palembang, 03 Februari 2016 (Masih di kantor, tapi pengen pulang)

Bangga Surya Nagara

Di Sebuah Tempat, Enam kali Enam

Karya Bangga Surya Nagara Kategori Project dipublikasikan 01 Maret 2017
Ringkasan
"Heii...Ini sudah hampir dua bulan lho..." "Apa nanti perlu ucapan, selamat dua bulan sayang??? hahahaa"
Dilihat 24 Kali