Aksi Cabut Paku untuk Menjaga Kelestarian Alam Salatiga

Bambang Setyawan
Karya Bambang Setyawan Kategori Inspiratif
dipublikasikan 19 Maret 2016
Aksi Cabut Paku untuk Menjaga Kelestarian Alam Salatiga

Sedikitnya 100 aktifis Aksi Seni Untuk (ASU) Lingkungan yang didominasi para mahasiswa, pelajar dan Komunitas Gotong Royong Kota Salatiga, Jumat (19/3) sore, menggelar cabut paku di pohon- pohon peneduh yang ada di berbagai penjuru kota. Kendati, cuaca tak ramah, namun mereka tetap bergerak untuk menjaga kelestarian alam.

Sejak pk 14.00 sebenarnya para aktifis yang terdiri dari berbagai komunitas seperti Komunitas Gotong Royong Salatiga Peduli (KGRSP), Salatiga Reggae United (SARU), Akar Rumput, Forum Seni Salatiga Peduli (FSSP), Green Peace Indonesia, Keroncong Pemuda Kekinian (KPK) dan pegiat lingkungan sudah berkumpul di Selasar Kartini Kota Salatiga. Tempat ini dijadikan titik kumpul karena lokasinya sangat strategis.

Setelah para aktifis menerima brifing dari koordinator aksi, mereka sebenarnya sudah bisa bergerak sesuai pembagian tugasnya masing- masing. Namun, karena berdasarkan bisik- bisik, Walikota Salatiga Yulianto SE akan melepas aksi peduli lingkungan ini, maka kelompok relawan ?terpaksa? harus bersabar menunggu kedatangan orang nomor satu di kota Salatiga tersebut. Sekitar pk 14.45 yang dinanti akhirnya tiba juga. Ia pun langsung didaulat memberikan pembekalan.

Dalam pembekalannya, Yulianto sangat mengapresiasi kegiatan yang dimotori oleh ASU Lingkungan. Terkait hal itu, ia berharap agar kepedulian terhadap penghijauan tak hanya bersifat sementara saja. ? Saya minta kegiatan ini terus berkesinambungan agar lingkungan yang hijau mampu terjaga dengan baik,? jelasnya.

Usai menerima pembekalan dari Walikota Salatiga, kelompok- kelompok yang sudah dibentuk, segera bergerak menuju target masing- masing. Kendati gerimis mulai turun, namun, mereka tetap melakukan pencabutan paku- paku di berbagai pepohonan peneduh. Berbekal catut, alat pencabut lainnya dan karung bagor, mereka berjalan kaki sembari melakukan penyisiran.

Perilaku Buruk Balon Walikota

Aktifitas pencabutan paku di pohon peneduh di Salatiga, sebenarnya sering dilakukan oleh para pegiat lingkungan. Biasanya, paku- paku yang tertancap itu merupakan bekas promosi iklan , event hiburan , kampanye partai politik dan sosialisasi bakal calon (Balon) Walikota. Salah satu yang terlihat jelas ada di Jalan Merbabu, di mana, Ir Miftahudin yang rencananya bakal maju di Pilkada tahun 2017, terlihat posternya menempel di salah satu pohon.

Ulah para produsen dan politisi yang memajang promosi dengan memaku posternya di berbagai pohon , membuat ASU Lingkungan geregetan. Sebab, ketika hajatan selesai,mereka biasanya malas mencopotnya. ? Ulah mereka juga menyebabkan pohon- pohon itu menderita dan biasanya bisa berujung kematian,? kata Antok, aktifis KGRSP yang bukan warga Kota Salatiga.

Antok yang sudah malang melintang di berbagai bencana alam, mengakui, kendati dirinya bukan warga Salatiga, namun, ia sangat peduli terhadap lingkungan yang ada di kota ini. Untuk itu, dirinya berharap agar masyarakat menyadari bahwa menyakiti pohon, berarti ikut berperan merusak lingkungan hidup. ? Tolong, perilaku buruk itu dihentikan agar kita tetap mendapatkan udara yang bersih,? pintanya.

Kegiatan menjaga hijaunya pepohonan ini rencananya akan berlangsung hingga pk 17.30, namun, saya hanya mengikutinya selama 1 jam. Pk 16.00, dengan sangat terpaksa saya harus memisahkan diri untuk menulis artikel tentang anak- anak muda hebat itu. Sepanjang pantauan saya, aksi memikat ini sepertinya miskin publikasi dari media cetak. Seakan, aktifitas memelihara alam tersebut tidak mempunyai nilai jual. Terbukti, satu jam bersama mereka, saya tak melihat adanya awak media.

Apa yang dilakukan ASU Lingkungan terhadap alam di kota Salatiga, sebenarnya hanya langkah kecil untuk menjaga agar alam tetap lestari. Celakanya, kendati merupakan gerakan sepele, namun, ternyata tak semua warga mampu mengikutinya. Bahkan, kecenderungan merusak lebih mendominasi dibanding ikut menjaganya. Sebagai orang yang lahir, dibesarkan dan nantinya ingin menghembuskan nafas terakhir di Salatiga, saya harus mengapresiasi gerakan adik- adik ini. Lanjutkan perjuangan kalian, salam lestari ! (*)

  • view 418