Tito Karnavian Tinggal Selangkah Jadi Kapolri

Bambang Setyawan
Karya Bambang Setyawan Kategori Politik
dipublikasikan 16 Maret 2016
Tito Karnavian Tinggal Selangkah Jadi Kapolri

?

?Dengan dilantiknya Irjen Tito Karnavian menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (16/3), maka pangkat yang tersemat di pundak perwira tinggi ini bakal bertambah satu bintang. Dengan begitu, tinggal selangkah lagi Tito bakal menuju kursi Kapolri di masa datang.

Kepastian Tito bakal mendapatkan tambahan bintang satu, sebenarnya telah terendus sejak dua hari lalu. Di mana, sesuai surat telegram bernomor ST/804/III/2016 tertanggal 14 Maret 2016, ia ditunjuk menjadi Kepala BNPT menggantikan Komjen? Saud Usman yang memasuki masa pensiun. Penempatan dirinya sebagai orang nomor satu di pasukan yang menangani segala bentuk teror ini, memang sangat tepat. Sebab, Tito lama berkutat di Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror 88.

Sisi menarik dilantiknya Tito sebagai Kepala BNPT, merupakan bukti kuat bahwa dirinya mempunyai kedekatan dengan Presiden. Mulai dari penunjukannya menjadi Kapolda Metro Jaya selaku penanggungjawab ibu kota, hingga jabatannya sekarang yang setingkat Menteri, otomatis semakin memperkuat kemesraan hubungan Tito ke Istana. Saya pikir ini adalah hal yang wajar, sebab, Tito adalah perwira tinggi yang sejak awal moncer kariernya.

Ujian Tito di BNPT yang pertama adalah penumpasan gerakan terorisme kelompok Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. Di mana, sudah bertahun- tahun gerombolan ini menebar terror tanpa mampu dilumpuhkan. Padahal berbagai operasi militer sudah berulangkali digelar, namun, Santoso bak orang sakti yang setiap saat bisa raib dari bumi. Diyakini, usai Tito dilantik, maka ia akan konsentrasi penuh di bumi Poso guna menumpas habis kelompok Santoso.

Sebagai perwira tinggi yang kenyang di Densus 88, ditambah pernah bertugas di Polres Poso, seharusnya Tito tak membutuhkan waktu berlama- lama untuk memberangus Santoso dan antek- anteknya. Sebab, pergerakan kelompok Santoso selama ini cukup menyita perhatian aparat keamanan. Bila nantinya Tito mampu mematahkannya, maka bintangnya sebagai Kepala BNPT akan semakin terang benderang.

Kapolri 2019

Seperti di awal tulisan saya, dengan pangkat bintang tiga di pundaknya, langkah Tito menuju kursi Kapolri tinggal selangkah lagi. Yang jadi persoalan, dirinya tak mungkin menduduki posisi Tri Brata (TB) 1 dalam tempo satu atau dua tahun mendatang. Pasalnya, Tito masih terlalu muda untuk memimpin Kepolisian RI. Ia yang lahir tanggal 26 Oktober 1964 merupakan Komjen termuda, padahal usia ideal seorang Kapolri adalah 56- 57 tahun.

Bila saat ini usia Tito memasuki 52 tahun, dua tahun mendatang ia masih 54 tahun yang tentunya sangat diharamkan menduduki jabatan Kapolri mengingat mayoritas Kapolri- Kapolri sebelumnya dilantik di usia 56-57 tahun. Semisal Tito diangkat sebagai orang nomor satu di jajaran Kepolisian, maka masa aktifnya terlalu panjang. Idealnya, ia nantinya menduduki jabatan TB 1 di usia 55 tahun, yakni di tahun 2019, menjelang jabatan Presiden berakhir.

Sedikit tentang rekam jejak Tito, ia pernah menjabat sebagai Kapolda Papua di tahun 2012 hingga 2014. Kurang lebih 1,5 tahun memimpin jajaran kepolisian Papua, 16 Juli 2014 ia ditarik ke Jakarta untuk menjadi Asrena Kapolri menggantikan Irjen Pol Sulistya Ishak yang memasuki masa pensiun.

Penunjukan Tito sebagai orang nomor satu di Polda Metro Jaya, sepertinya merupakan langkah yang sangat pas. Tito adalah alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1987 dengan status lulusan terbaik alias pemegang Adhi Makayasa. Sepak terjangnya selama bertugas di kepolisian nyaris sempurna, tahun? 2001 saat berpangkat Kompol,ia berhasil meringkus Tomy Soeharto yang buron. Oleh pimpinan Polri ia diganjar? kenaikan pangkat luar biasa menjadi AKBP.

Seperti diketahui, Tomy Soeharto alias Hutomo Mandala Putra yang merupakan putra kesayangan Presiden ke 2 Soeharto, waktu itu terlibat kasus pembunuhan hakim agung Syafiudin. Akibat ulahnya tersebut, Tomy diburu oleh jajaran kepolisian karena ia menghilang. Belakangan, Tito yang memimpin tim Kobra berhasil meringkusnya.

Menyandang pangkat AKBP, Tito yang tahun 2004 bergabung di Densus 88 Anti Teror Polda Metro Jaya semakin agresif dalam membongkar pergerakan teroris di Indonesia.? Tahun 2005, Tito bersama anak buahnya berhasil melumpuhkan gembong teroris Dr Azahari Husin di Batu, Malang, Jawa Timur. Keberhasilannya ini membuat Tito kembali memperoleh kenaikan pangkat luar biasa menjadi Kombes.

Tito yang lahir di Palembang, Sumatera Selatan? , selain mampu menuntaskan berbagai tugasnya dengan baik, ia pun menempuh berbagai pendidikan yang sangat lengkap. Yang lebih memikat, status sebagai lulusan terbaik kerap disandangnya. Artinya, selain dirinya piawai mengeksekusi semua tugasnya di kepolisian, otaknya juga cerdas. Berikut catatan pendidikan Tito :

Tahun 1987 lulus Akpol dengan predikat terbaik, tahun 1993 menempuh pendidikan Master of Arts in Police Studies, University of Exeter UK, tahun 1996 masuk Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) sebagai lulusan terbaik (menerima bintang Wiyata Cendekia),tahun 1998 di Royal New Zealand Air Force Command & Staff College, Auckland, New Zealand (ditahun yang sama mengikuti pendidikan Bachelor of Arts (BA) in Strategic Studies, Massey University, New Zealand), tahun 2000 mengikuti Sespim Polri di Lembang, tahun 2011 menerima Bintang Seroja saat mengikuti Lemhanas RI PPSA XVII karena menjadi peserta terbaik dan? Tito kemudian mengambil pendidikan Ph.D in Strategics Studies with interest on Terrorism anda Islamist Radicalization at S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University Singapore lulus tahun 2013 dengan predikat magna cum laude.

Tak terhenti sampai di sini, Tito juga kenyang mengikuti berbagai kursus yang terkait dengan tugasnya di kepolisian, mulai di Management of Seious Crimes, AFP College, Cambera, Australia, Post Blast Investigation Course, Louisiana Police Akademy, Batonrouge, USA, Anti Terrorism Course, British High Commisioner, Singapore, National Tactical Officers Association Conference and Course, Los Anggeles USA dan beberapa tempat kursus bergengsi lainnya.

Itulah sosok Tito Karnavian, penyandang pangkat bintang tiga Kepolisian termuda yang tak hanya cerdas, namun juga kenyang bertugas di lapangan. Bila nantinya Presiden Joko Widodo menunjuknya menjadi Kapolri, menurut saya, hal tersebut merupakan suatu langkah yang sangat cerdas. Kendati mungkin akan direalisasi dua tau tiga tahun mendatang, yang pasti, posisi Kapolri tinggal selangkah lagi. Selamat bertugas Jendral ! (*)

  • view 714