Beberapa Hadits Nabi Yang Tidak Dipopulerkan Karena Bisa Menjadi Ancaman

Bala Bushka
Karya Bala Bushka Kategori Budaya
dipublikasikan 08 April 2016
Beberapa Hadits Nabi Yang Tidak Dipopulerkan Karena Bisa Menjadi Ancaman

???? Jangan tertipu dulu dengan judul yang bombastis diatas. Justru judul tersebut perlu dipahami dengan membaca lebih teliti artikel ini, agar pembaca tidak terburu-buru menganggap penulis sedang mengkritisi agama tertentu.

???? Kita semua paham kalau agama islam datang ke muka bumi ini sebagai rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil? alamin). Jadi (islam) tidak hanya rahmat bagi umat islam semata. Namun pada prakteknya, kehidupan beragama di muka bumi ini (mungkin tidak hanya agama Islam) dirasa menjadi sebuah beban (maaf), karena para penganutnya kurang mengerti bahwa sejatinya agama itu sendiri telah memberikan berbagai pilihan akan kemudahan (yang sekali lagi, kurang dimengerti).

???? Tidak percaya? Berikut ini beberapa hadits Nabi Muhammad SAW yang tidak begitu populer di telinga umat Islam (khusunya di nusantara ini), dan kenapa tidak begitu populer (dan bisa menjadi ancaman).

?

  1. Hadits Tentang Perjalanan Haji Yang Batal.

Pada suatu masa, ada seorang saudagar yang berniat menjalankan ibadah haji di Mekah. Di perjalanan, saudagar tersebut banyak menemui orang-orang miskin yang menderita. Saudagar tersebut terketuk hatinya. Dia memberikan harta yang dia bawa selama perjalanan itu untuk orang-orang miskin tersebut. Alhasil, sesampainya di Mekah saudagar tersebut tidak mampu melaksanakan haji karena hartanya sudah habis dibagikan untuk para fakir miskin. Untuk itu saudagar tersebut menghadap nabi Muhammad SAW tentang keadaannya dan niatnya yang tetap begitu besar untuk berhaji. Jawaban nabi Muhammad SAW sungguh di luar dugaan. Haji saudagar tersebut sudah dianggap sah!

Intisari :

Ibadah haji adalah rukun iman kelima dimana untuk melaksanakannya membutuhkan persiapan material (yang berkisar Rp 35 juta-dan termasuk biaya ibadah haji yang paling mahal di dunia) dan spiritual yang begitu besar. Dalam arti, jika keadaan hamba Allah tidak memungkinkan (oleh karena faktor intern atau ekstern) maka tidak perlu dipaksakan. Kalau niat berhaji sudah ada tapi keadaan memaksa untuk tidak bisa, Allah SWT pasti akan mengerti keadaan kita. Justru kalau dipaksakan akan berakibat tidak seperti yang dikehendaki oleh kita bersama.

Dampaknya?

Jika hadits ini populer dan banyak umat mengerti akan makna di baliknya, mereka akan memilih untuk memfokuskan biaya ibadah hajinya pada orang-orang (yang membutuhkan) terdekat atau di sekitar mereka. Dampaknya peserta ibadah haji akan menurun drastis, dan potensi penyelewengan dana haji (yang sering terjadi) akan semakin kecil.

?

  1. Hadits Tentang Pelacur Yang Memberi Makan Anjing Yang Hampir Mati

Alkisah, seorang pelacur, yang hina, penuh dosa dan sudah pasti masuk neraka, melihat seekor anjing yang kehausan dan hampir mati di padang pasir. Pelacur tersebut memberikan air kepada anjing tersebut sehingga masih bisa bertahan hidup. Saat itu pula kebajikan dari sang pelacur tersebut dicatat oleh malaikat, dan akhirnya tidak jadi dimasukan ke neraka.

Intisari :

Perbuatan baik tidak memandang siapa pelakunya, pasti akan dicatat sebagai kebaikan pula. Tanpa perkecualian.

Dampaknya?

Jika hadits ini populer, maka banyak umat yang rancu terhadap perbuatan baik dan buruk yang akan mereka lakukan. Mereka akan melaksanakan kehidupan secara abu-abu (bukan hitam putih- seperti yang selama ini sudah dilaksanakan). Para relijius yang memegang hegemoni moral juga akan kebingungan menerangkan takaran baik dan buruk dari ajaran agama.

?

  1. Hadits Tentang Orang Yang Sangat Kejam

Malaikat diperintahkan oleh Allah SWT untuk mencabut nyawa seorang yang sangat kejam. Orang itu akan langsung dimasukan ke neraka karena dosa-dosanya yang sudah tidak terhitung dan tidak terampuni. Saat malaikat sudah bersiap dan orang yang kejam itu sudah pasrah, orang itu ditanya apa permintaan terakhirnya. Orang tersebut menjawab, bahwasannya dia ingin dibesarkan badannya sampai memenuhi neraka sehingga tidak ada lagi orang yang masuk ke neraka setelah dirinya. Seketika Allah SWT yang mendengarkan permintaan orang itu memerintahkan malaikat untuk langsung memasukan orang yang kejam itu ke surga karena dia begitu memperdulikan umat manusia.

Intisari :

Allah SWT tidak membedakan latar belakang atau sejarah dari umat manusia. Jika mereka berbuat baik (bahkan di akhir hayatnya), mereka akan tetap dihitung kebajikannya.

Dampaknya?

Hampir sama dengan hadits yang kedua, hadits ini akan membuat rancu tatanan moral yang diajarkan oleh kaum relijius yang konservatif.

?

  1. Hadits Tentang Aturan Berkorban

Selama ini banyak orang yang melaksanakan korban dengan hitungan satu jiwa sama dengan satu kambing, sedangkan satu lembu atau kerbau adalah sama dengan lima jiwa. Ternyata anggapan itu dipatahkan oleh seorang ahli agama yang mengacu pada sebuah hadits, bahwasannya berkorban dilaksanakan sesuai dengan kemampuan satu keluarga tersebut. Apabila satu keluarga (yang terdiri atas ayah, ibu, dan Satu anak, atau lebih) hanya mampu berkorban satu kambing, hal itu sudah sah untuk satu keluarga tersebut. Jadi tidak perlu berkorban satu lembu untuk satu keluarga.

Intisari : ?????

Pada intinya setiap agama selalu mengedepankan sikap rendah hati dan sederhana. Begitu juga dalam pelakasanaan korban di hari raya Idul Adha. Lebih baik bila setiap insan melaksanakan korban dengan tidak berlebihan. Hal itu untuk mencegah sikap ria? (pamer), dan terutama, melimpahnya daging korban. Melimpahnya daging korban itu berdampak pada kelebihan penerima korban, sehingga banyak dari mereka yang masuk dalam golongan mampu (menyantap daging setiap hari) tetap mendapat daging korban.

Dampaknya?

Apabila hadits ini dipopulerkan, banyak penjual hewan sapi, kerbau, dan kambing (yang mendapat untung besar pada saat hari raya Idul Adha) akan berkurang keuntungannya. Hal itu juga berdampak menurunnya keuntungan para importir (termasuk para spekulan) hewan ternak sapi dan kambing.

?

?

?

?

  • view 161