Jodoh atau Maut

Nur Baiti
Karya Nur Baiti Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 September 2017
Jodoh atau Maut

Suatu sore yang indah membuat lamunanku menjadi terbuyarkan oleh gemericik hujan yang turun membasahi tanah yang kering. Memang sudah beberapa hari tidak turun hujan sehingga cuaca terasa sangat panas. Baru panas seperti ini didunia, bagaimana dengan neraka? Pikirku untuk terus beristighfar. 

Aku jadi teringat dengan beberapa kisah yang sempat viral dan banyak akhwat disana yang sedang patah hati dunia-akhirat. Banyak bermunculuan di medsos mengenai hal itu, akupun jadi kepikiran mengenai "Jodoh".

Siapa yang tak mau untuk mendapatkan jodoh yang terbaik? Hingga menuju Jannah-Nya. Tentu kita mengharapkan akan hal itu. Dalam penantian ini aku terus untuk memantaskan diri karena-Nya. Jika kita ingin barang yang mahal tentu bukan sedikit uang yang dikeluarkan, begitulah perumpamaannya. 

Disuatu hari aku sempat mendengar cerita dari salah satu ustadz di youtube. Kisahnya begitu mengharukan yang tak lain masih tentang jodoh. Namun kisah ini tak berakhir dengan yang diinginkan. Kedua pasangan ini sudah memutuskan untuk taaruf setelah itu ikhwan tersebut mengkhitbah. Mereka memutuskan untuk menikah beberapa bulan kemudian.

Perjalanan dari rumah ikhwan tersebut menuju calon mempelainya memakan waktu sekitar 8 jam. Sangat jauh perjalanan yang harus ia tempuh. Sementara di rumah mempelai wanita, si akhwat ini hendak ke kamar mandi, Setelah selesai ia keluar, namun yang terjadi adalah ia terpeleset yang menyebabkan kepalanya terbentur kuat dan akhirnya meninggal dunia. Sesampainya ikhwan itu disana, dia menadapati calon istrinya yang sudah terbujur kaku. Tangisnya pecah mengetahui hal itu, karena ia tak menyangka hari indah ini akan menjadi perpisahan dengan calon istrinya.

Aku memetik hikmah dari kisah ini, bahwa kita tak harus sibuk memikirkan tentang jodoh kita kelak. Tetapi justru bisa saja maut yang akan menjemput kita dahulu. Hal ini bukan menjadikan kita untuk tidak percaya kepada tetapan Allah. Karena ketetapan-Nya adalah yang terbaik bagi hamba-Nya yang selalu bersyukur. Mempersiapkan diri adalah usaha kita untuk menjemput jodoh atau bertemu dengan kematian.

Jika hari ini kita masih bisa bernafas berarti Allah masih memberikan rezeki dan memberikan kesempatan kita untuk bertaubat. Bagi para lelaki, jika kau sudah siap maka nikahilah ia, tetapi jangan memberikan harapan palsu padanya. Untuk para wanita teruslah bersabar dalam penantianmu, sebab jodoh tak akan tertukar dan jadilah seperti bunga yang tumbuh ditepi jurang. Hanya seseorang yang bersungguh-sungguh akan bisa memetikmu.

Teruslah semangat dalam menjemput Hidayah-Nya :)

*KEEP HAMASAH*

  • view 57