Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 10 April 2018   17:56 WIB
Kita Satu Tubuh

Innalillaahi wa inna ilaihi roji’uun
Pilu hati terpisah saudara seakidah
Tahun 1924 silam, persaudaraan islam sengaja mereka putuskan
Tanpa basa-basi, ukhuwah islam terlepas dari pengikatnya
Sakit, hancur, berdarah hati ini mengenangnya
Musuh-musuh islam merobohkan ukhuwah islam Timur dan Barat
Mereka racuni jiwa kita dengan Nasionalisme
Mereka perangi akal kita dengan sekat batas Negara
Sampai Anda lupa, islam pernah menyatukan Merauke hingga Maroko
Sampai Anda lupa, islam mengikat Nusantara hingga Timur Tengah
Islam mempersatukan dua per tiga dunia
Tanpa kerusuhan, tanpa pertengkaran, tanpa perpecahan
 
Lalu, para perusuh datang mengoyak hati umat Muhammad
Mereka bersekongkol dengan pemimpin-pemimpin ruwaybidhoh
Mereka habisi umat islam sampai…. tak tersisa
Lalu, yang tak senang datang memisahkan Cina dan India
Mereka hasut Qatar dan Arab Saudi
Mereka adu domba umat, hanya karna perbedaan mazhab
Padahal kita semua ada di atas aqidah yang sama
Menjadi hidangan bangsa-bangsa asing yang rakus
Mereka cerai beraikan umat Muhammad
Sebab mereka enggan islam bersatu
Mereka tak rela kita bangkit dan menjadi ummat terbaik
 
Hingga kita tak saling kenal
Siapa Burma, siapa Palestina, siapa Bosnia?
Siapapun bebas mengambil nyawa muslim, asal umat islam terbelah
 
Nyawa umat islam digadai seharga minyak bumi
Nyawa anak muslim dilelang seharga tambang batu bara
Nyawa wanita islam dibeli seharga lautan
Akhirnya, umat islam terpecah dan mati
 
Coba tengok ingatan kita
Mungkinkah Anda lupa, manusia telah dipersatukan oleh islam
Dibawah naungan sebuah institusi pemersatu umat
Lalu, tidak inginkah kita kembali bersatu menjadi umat terbaik?
Dalam naungan institusi yang diwahyukan Illahi, Khilafah Islamiyah
Institusi yang menyatukan keragaman umat
Institusi yang menjaga kehormatan dan kemuliaan umat
Institusi yang melumpuhkan kesombongan musuh-musuh islam
Dibawah panji Laa Ilaaha Illallaah Muhammadurrasulullaah
 
Inilah islam, saudaraku
Islam datang menyatukan kaum yang terbelah
Islam datang mempersaudarakan kaum yang tercerai
Islam datang mengikat perbedaan dan mempertalikan yang terlepas
 
Maka sambutlah, duhai kaum yang peduli
Genggamlah seruan persatuan
Tinggalkan Nasionalisme, tanggalkan ego golonganmu
Sambutlah panggilan dakwah
Ambillah amanah langit, bersatulah agar islam jadi mulia
Serukan yang ma’ruf, cegah manusia dari kemungkaran
Nasehati para pembeda, ajak mereka bersatu sebab ukhuwah
Gandeng mereka dalam barisan perjuangan menegakkan Khilafah
 
Duhai, kaum yang berjanji
Mulai hari ini, Bergeraklah dengan segala daya
Mulai hari ini, Bangkitlah dengan akal dan iman
Berpikirlah seribu kali, berjuanglah tanpa henti
Berimanlah sampai mati, berdakwahlah sampai ajal
Sampai Allah berkata pada ujungnya, Pulanglah..
 
Teruslah menggedor pintu umat walau tertolak
Yakinlah, pertolongan Allah sangat dekat
Dekat bagi hambaNya yang beriman pada janjiNya
“Siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan meneguhkan kedudukannya”
Allah lapangkan urusan hidup matinya, Allah tegakkan sandaran salam baginya
Asalkan ia menjadi penolong agama Allah
Asalkan ia menjadi prajurit-prajurit islam
 
Duhai, kaum yang berjanji
Biar tersingkir, teruslah memperjuangkan keadilan
Biar terlempar, teruslah menyuarakan kebenaran
Biar terusir, teruslah melawan kebathilan
Biar terhantam, teruslah bertahan sampai nyawa jadi taruhan
Saksikanlah, kelak perjanjian ini akan dihisab
 
Jangan sekali-kali mundur dari medan perjuangan
Jangan sekali-kali mangkir dari cita-cita kesyahidan
Sungguh, kita harus tegak
Kita harus memilih, hidup mulia atau mati syahid
Hiduplah mulia
Matilah dengan kesyahidan
Niscaya penduduk langit dan bumi memuliakan para pejuang yang berjanji
 
Duhai, kaum yang berjanji
Jemputlah bisyarah Rasulullah, kabar gembira Rasul Allah
Jemputlah wa’dullaah, janji Allah
Roma menunggu kedatangan umat islam
Roma menanti untuk ditaklukkan
Al Aqsha, Suriah, Rohingya
Mereka semua menantikan kedatangan Anda
Kita ini satu tubuh, tak terpisah batas Nasionalisme
Kita ini satu tubuh, bersaudara karna Aqidah yang sama
Berkeluarga karna perjuangan yang sama
Cita-cita kita pun sama, Menyelamatkan negeri-negeri muslim dari tangan-tangan dzholim
Niat dan tekad kita tak berbeda, membebaskan negeri-negeri muslim dari campur tangan kaum Barat yang asing
 
Duhai, kaum yang berjanji
Berjanjilah untuk ikut dalam kapal dakwah ini
Berjanjilah untuk ikut menjemput bisyarah Rasululllah dan janji Allah
Berjanjilah untuk turut menaklukkan keangkuhan kaum ruwaybidhoh
Berjanjilah untuk turut menyelamatkan saudara-saudara kita
Berjanjilah agar kita layak disebut ummat terbaik
Ummat yang menyeru pada kema’rufan, mencegah dari yang mungkar
Ummat yang berjanji, mereka lah yang beruntung
Allahuakbar!

Karya : Baiq Dwi Suci