Dakwah, Proyek Kita

Baiq Dwi Suci
Karya Baiq Dwi Suci Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 17 Desember 2017
Dakwah, Proyek Kita

Dakwah adalah poros kehidupan ummat islam. Lisan seorang muslim tak akan menyemburkan untaian frasa kalimat selama bukan karna Alloh ia yakini kebenaran mutlak itu. Lisan kadang kelu mengucap cinta pada manusia, namun ia lebih fasih menerjemahkannya dalam bahasa dakwah. Karna dakwah adalah bukti cinta pada ummat, maka cinta itu tak perlu diumbar meski hati membenarkan kasih sayang pada manusia. Cinta merupakan perkara abstrak yang harus ditampakkan wujudnya dengan dakwah yang bentuknya kongkrit. Cintailah dakwah yang nyata diyakini para Nabi dan generasi islam dengan segagah-gagahnya cintamu karna Alloh. Bahkan Rosulullah menegakkan Negara Islam pertama di Madinah, itu semata-mata bukti cintanya yang paling jelas pada ummat seluruh dunia. Risalah islam tak akan bisa tersebar luas tanpa sebuah institusi yang berkewajiban mendakwahkannya ke seantero mata air dunia hingga akhirnya Khilafah Islam menjadi wajib hukumnya untuk mengatur ummat hanya dengan syariah kaaffah. Kalau tanpa syariah, maka pada apa lagi ummat hendak diatur?
 
Saat ini sistem pemerintahan islam telah tiada dan meninggalkan ummat ini 90 tahun berlalu, mendekati satu abad lamanya ummat tanpa perlindungan seorang Khalifah. Wajarlah, risalah islam tak lagi mengepakkan sayapnya hatta ke pelosok Indonesia. Bahkan banyak masyarakat jompo serta mereka yang jauh dari jangkauan pemerintah era Demokrasi, bahkan tak paham islam yang mereka anut sebagai sebuah ideologi. Aneh bin ajaib! Lebih parahnya, wabah dekadensi iman sering kita temukan di daerah lereng-lereng gunung atau hutan-hutan rawa, karna mereka sama sekali tak tersentuh oleh Negaranya. Mereka bukan tak mau disentuh, melainkan pemimpin negeri inilah yang malas mengurusi mereka. Oh, nasib orang pinggiran. Nasib orang perbatasan memang selalu serba terbatas.
 
Ummat sadar keterbatasan dunia tanpa Khilafah lah yang melancarkan dan menggencarkan kuatnya seruan dakwah untuk memeluk islam dan menyeru kepada yang ma’ruf serta mencegah dari yang munkar.  Ummat tak berdiam diri karna ditinggalkan induknya, ummulfara’idh yang berarti Khilafah. Ummat tak menutup mata dan telinga menyaksikan saudara seaqidahnya didzholimi secara paksa, ditindas dan digadaikan agamanya hanya dengan sekardus mie instan. Ummat ini tak lagi terlelap dalam ninabobok kapitalis dan zionis. Ummat ini telah bangkit dari keterpurukan berpikirnya menuju fikrulmustaniir (pemikiran cemerlang) yang mampu menghantarkannya pada solusi mendasar plus menyeluruh hingga terurailah segala problematika dunia. Ummat inilah yang berada dalam jama’ah, yang dengan lantang menyuarakan gema KHILAFAH ke setiap sudut dunia. Ummat ini senantiasa mengikat dirinya dengan hukum syara’ agar ia tak dikatakan sekedar ‘OMDO’ berkah dakwahnya. Mendakwahkan jilbab dan khimar, maka pengemban dakwah ini pun telah lebih dulu menghijabkan dirinya dengan jilbab dan khimar. Mendakwahkan bahwa DEMOKRASI tidak bisa diambil sebagai jalan tengah, maka mereka yang mengikrarkan dirinya dalam jama’ah ini pun telah memilih metode dakwahnya sendiri. Mereka menteladani tahapan dakwah Rosulullah, bukan malah menembus parlemen meski berhadapan dengan para preman tengik. Merekalah yang ditakuti Dunia Barat, namun disegani karna kekonsistenannya dalam dakwah islam. Komitmen dakwahnya membuat dunia asing sangat ketakutan dan bertambah pusing memikirkan strategi antik demi melemahkan suara-suara lantang para pegiat dakwah ini.
 
Duhai kaum yang cemas, ketahuilah…
Jama’ah dakwah yang kau takuti ini bukan sesosok angkatan bersenjata yang lengkap dengan meriam dan serdadu di tangan mereka. Ketahuilah, tangan-tangan mereka setiap harinya hanya menenteng eksemplar demi eksemplar kertas berisikan opini islam saja. Memang, produk itu bekal saat mendakwahkan ummat. Maka sungguh, bekal yang dibutuhkan ummat saat ini hanyalah dakwah ini. Bukan selainnya. Hanya dengan bekal lisan doang, mereka sampaikan bobroknya sistem kuffar dan mengajak ummat sedunia berbondong tegakkan sistem pemerintahan islam yang jauh lebih solutif.
 
Duhai kaum yang khawatir, ketahuilah…
Dakwah ini lebih mampu meruntuhkan benteng-benteng pertahanan kalian. Karna dulu pun kalian menghancurkan kami dengan dakwah menyebarkan paham Nasionalisme, bukan dengan jalur fisik. Tapi tunggulah saatnya, kekuatan-kekuatan militer negeri-negeri muslim pasti akan meluluhlantakkan keangkuhan dan kesombongan kalian sebagai manusia biasa. Kehebatan para mujahidin di medan jihad akan mampu membuat kalian lari tunggang-langgang, karna hanya Alloh yang membersamai kemenangan mereka. Dengan dakwah dan jihad, kejayaan islam akan kami rebut kembali dari tangan-tangan kalian yang telah tega mencurinya secara hina.
Saudara-saudara muslim kami yang telah kalian racuni otaknya terhadap dakwah ini, mereka akan kami dakwahkan terus-menerus tanpa henti. Sampai kami dipersaudarakan karnanya, atau kami dijauhkan karnanya.
 
Bilalah rembulan di tangan kanan dan matahari di tangan kirinya disebut dalam hadits Rosul, maka para pengemban dakwah pun dihadapkan pada dua perkara yang menyedihkan. Sekali lagi, berdakwah itu bukti cinta. Tapi terkadang ummat ini menganggap dakwah bagian dari doktrin agama yang kemudian dengan gentar dibencinya sekuat hati. Ah, lebih sukakah kalian dengan doktrin agama diluar islam? Lebih senangkah kalian diatur oleh politik adu domba yang memisahkan ummat islam dan menyebabkannya terpecah belah?? Lebih relakah kalian dicuci otak oleh kaum kafir yang tertawa melihat para pengemban dakwah dibenci saudara seaqidahnya?
Sungguh, yang kami takuti bukanlah antek-antek zionis kafir itu. Yang kami takutkan hanyalah satu, ketika keislamanmu kau tukarkan dengan kebencian yang mendarah daging terhadap dakwah ini. Bahkan karna jalan dakwah yang kami pilih inilah lantas kau memilih jalanmu sendiri. Memilih pergi dan menjauh sejauh-jauhnya agar lisan kami tak lagi dekat mendakwahkanmu. Ah, rugi rasanya jika kau tak mau dengar sedikitpun dakwah yang hendak terbagikan padamu. Betapa nikmatnya jalan dakwah ini, tapi kau sia-siakan kesempatan yang Alloh datangkan secara cuma-cuma. Maka jika memang karna dakwah ini bencimu membuncah pada mereka para pegiat dakwah, bersabarlah dengan ujian para zionis yang telah utuh menguasai pikiranmu tanpa sadar. Kalaulah ujian itu dari Alloh bagi dakwah ini, silahkan kau benci sepuas-puasnya dengan caramu. Sungguh, kebencianmu makin memantapkan tekad para pengemban dakwah agar selalu berada di jalan ini. Silahkan kau benci dengan sikapmu, namun ketahuilah… Alloh akan selalu mempersatukan hati-hati orang-orang mu’min yang bersaudara di antara mereka. Jika saat ini hatimu belum tersatukan dengan hati kami, maka bersabarlah… sungguh pertolongan Alloh atasmu dan atas kita semua sangat dekat. Semoga hati kita lekas disatukan kembali dalam keikhlasan menerima kebenaran islam, maka itulah tugas kita bersama yang belum selesai. Sebuah mega proyek yang kelak akan mempertautkan hati kita kembali. Proyek besar itu bernama DAKWAH.
 
#ProyekDakwah #ProyekKita

  • view 205