Reportase Sastra "STAR WARS"

Baiq Dwi Suci
Karya Baiq Dwi Suci Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 07 Juni 2017
Reportase Sastra

"SASTRA TOKOH: STAR WARS"

Dunia diluar tubuh manusia adalah alam dan semesta, Tuhan PenciptaNya. Tapi di dunia lain, banyak sekali semesta lain dan manusialah penciptanya. Mereka merakit robot yang bisa diperintah, melukis dan menghidupkan pesawat antariksa penembus langit. Bahkan, droid yang hidup seolah memiliki nyawa dan bernafas layaknya pencipta dirinya. Droid-droid atau robot buatan diberi nama “R2D2, BB-8, 3PO”, setiap tugas yang harus mereka kerjakan dibawah instruksi pemimpin.

Siapa pemimpin para droid, kalau bukan Luck, Darth Vader, Princess Leia, dan semua manusia gila yang mengubah benda mati jadi menyala. Droid dan pemimpinnya bahkan punya airship yang siap mengangkut mereka untuk berkeliling di angkasa luar, bebas! Tapi kadang mereka lupa, bahwa stasiun luar angkasa tidak bisa bergerak kesana kemari jika tak ada pengendalinya. Merekalah Tom Schuper, manusia-manusia pelindung yang menjaga keamanan dan perputaran Death Star (Bintang Kematian). Ya, bayangkan saja jika stasiun itu tanpa awak.. pasti tenggelam entah kemana?

Death Star, inilah stasiun luar angkasa yang selalu diperebutkan manusia bumi untuk mereka taklukkan sesuka hati. Dibalik hati-hati itu, ada putih ada pula yang hitam warnanya. Yang putih tentunya sangat baik dalam menjalankan misi melindungi Death Star. Yang hitam justru ingin menghancurkan Death Star. Maka saksikanlah, perang bintang “Star Wars” akan menunjukkan pada hitam atau putih dunia meletakkan meganya.

Mari kita bicara mega merah, warna apinya membakar sampai melepaskan lightsaber pemukul kekuatan jahat, namun melemahkan juga benteng kebaikan. Peganglah lightsaber itu seperti kau genggam dunia di tanganmu, jangan pernah menaruhnya di hatimu sebab akan membuat gelap lalu kematian mewarnai hati yang kecil.

Ingat, raga kita ini sudah terlalu kerdil dihadapan Sang Penguasa, maka besarkanlah hati untuk menciptakan aura kebaikan agar ia memantulkan aroma keharuman.

Jika roman baik yang kau munculkan, seisi angkasa akan tunduk dibawah perintahmu. Seisi bumi dan semesta tak akan berlalu, justru mereka mendekat dan membalasmu dengan lebih banyak sinar kehormatan.

Hidup ini adalah cerita untuk menjadi yang terbaik dengan berbuat baik. Hati ini adalah episode tentang menjadi pemenang terbaik dengan berbuat baik lebih terdepan, droid dan airship bahkan deathstar yang akan memutuskan sendiri pada kita lah dia berpihak. Let’s join with STARWARS, be a STAR !
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"TIM SMPLB DHARMA WANITA NTB, JUARA 2 MADING ARTIVITY 2016"

Untuk pertama kalinya siswa-siswa tunarungu dari SLB Dharma Wanita Provinsi NTB mengikuti kompetisi Mading 3 Dimensi yang diadakan Tim HiloTeen bekerjasama dengan Lombok Epicentrum Mall beberapa waktu lalu. Persiapan yang dilakukan hanya 5 hari, mulai dari pengenalan ‘apa itu mading’ sampai 50% mading hampir selesai dikerjakan. Tim mading SLB terdiri dari 5 orang, diantaranya Marwa Fadhila, I Gde Ardana Putra, Maksud Rais, Nyoman Astriani dan Lalu Rizky Satria Budiman. Dikarenakan terbatasnya waktu untuk mempersiapkan keseluruhan konten mading, akhirnya anggota tim harus mengerjakan proyek 3D mereka di sekolah sampai malam hari. Banyak tenaga dan waktu yang dikorbankan, tetapi mereka tetap semangat menampilkan kreatifitas terbaik dari tangan-tangan terampilnya.

Marwa dan Gde yang jago melukis dengan cekatan mengatur seni lukis diatas kanvas membentuk sebuah cerita galaksi bertema Star Wars. Sedangkan Rais yang suka mendesain grafis dengan komputer ikut menyalurkan imajinasinya agar mading mereka terlihat hidup. Rizki dan Nyoman juga menambahkan bagian-bagian yang tidak kalah penting agar mading tim mereka terlihat lebih hidup.

Bahan-bahan daur ulang seperti botol minuman dikreasikan menjadi sebuah animasi seperti robot, gedung-gedung, dan pesawat luar angkasa. Beberapa kali anak-anak luarbiasa ini menonton ulang film Star Wars untuk memancing keluar ide-ide baru, karena bagi anak-anak tunarungu sangat penting untuk memperlihatkan stimulus visual yang bergambar dan bergerak di sekitar mereka agar dapat dikembangkan menjadi sebuah ide baru. Keterbatasan anak-anak ini dalam mendengar dan berbicara, dianggap sebagian orang tidak sanggup untuk menyaingi anak normal pada umumnya. Akan tetapi mereka tetap semangat dan tidak lantas menyerah setelah guru pendamping menyampaikan bahwa lawan kompetisinya nanti adalah teman-teman dari sekolah reguler. Tidak ada sedikitpun rasa minder atau mundur sebelum memulai, justru dengan ekspresi penuh bangga mereka terus saling meyakinkan satu sama lain bahwa ‘kita pasti bisa!’

Hingga pada puncak pengumuman pemenang, tim SMPLB Dharma Wanita NTB berhasil menempati posisi juara kedua dalam Lomba Mading Artivity 2016 Tingkat SMP Se-Kota Mataram. Dan untuk pertama kalinya pula siswa-siswa tunarungu ini berkarya dengan teman-teman yang lebih baik pendengaran dan vokalnya, sehingga beberapa pengunjung di sekitar area lomba saat itu menyampaikan apresiasi yang sangat  baik sekali. Salah seorang Ibu bersama anaknya mengungkapkan sangat senang melihat karya tim SMPLB ini, bahkan anaknya pun sempat meminta salah satu robot Star Wars yang menurutnya benar-benar persis sama dengan wujud aslinya. Tim Mading SMPLB Dharma Wanita pun cukup puas dengan hasil yang mereka peroleh, karna mereka mampu membuktikan pada dunia luar bahwa mereka juga bisa bersaing dengan teman-teman dari sekolah umum selain SLB. Harapannya, siswa-siswa luarbiasa ini akan lebih banyak diikutsertakan lagi dalam berbagai kegiatan agar mereka memiliki kesempatan untuk mengukir prestasinya.

  • view 51