Menuju Akhir Perjalanan

Baiq Dwi Suci
Karya Baiq Dwi Suci Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Mei 2017
Menuju Akhir Perjalanan

Merindukan adik-adik kebanggaan, yang tenar didepan mataku karna ketangguhannya menerima qodho' Alloh.
Ketika mereka satu per satu mulai meninggalkan almamater yang membesarkannya, sepertinya hati ini mulai berat ditinggalkan.
Masa yang singkat telah membuatku memainkan seluruh ketakjuban hati pada anak-anak ini, mereka banyak sekali mengajari diri ini sikap perjuangan dan persaudaraan meskipun bersama lawan ataupun kawan.
Dengan teman senasibnya, mereka saling menunjukkan cinta tanpa batas melebihi keakraban pada seisi rumahnya.

Mungkin banyak orang memandang kalian sebelah mata, tapi tidak bagiku.
Ketika kesalahan sekecil apapun mulai nampak di pelupuk mata, hati inilah yang paling tidak bisa diam membiarkannya berlarut.
Keremajaan kalian secara tidak langsung ikut membuat diriku menjadi kecil kembali, membaur bersama kebiasaan yang mungkin tak biasa bagiku yang mulai mendewasa.
Tapi di momen inilah kemudian aku mengerti dan memahami lebih terang, bahwa kehadiran kalian adalah kado terindah yang Alloh berikan di penghabisan hidup yang kujalani.
Hadiah terhebat ini selalu kuhias dengan tawa, agar kalian tak merasa sedih ketika terpaksa kita harus dipisahkan oleh jarak atau waktu.
Bingkisan istimewa yang Alloh persembahkan dalam diri kalian telah mendidikku menjadi seorang Kakak yang paling bahagia mengayomi adik-adiknya sedari ayam berkokok hingga tertidur dalam sangkarnya.

Sungguh tiada kecintaan yang begitu dalamnya setelah islam dan dakwah, kecuali bersama kalian diri ini selalu bersyukur dan mensyukuri setiap apa yang telah Alloh titipkan sebagai penyempurna diin.
Semoga kedewasaan menggembleng kalian tumbuh menjadi generasi menguntungkan, pemuda perubah sejarah yang darinya akan lahir penerus estafet perubahan.
Apapun bidang yang sedang kalian geluti saat ini, semoga ia-nya mampu menjadi sebaik-baik jalan yang akan menghantarkan kalian menuju puncak bahagia.
Menurutku, bagi anak-anak seperti kalian ini, tak ada ukiran gembira yang lebih menggembirakan kecuali kegembiraan itu sendiri.
Teruslah menebar kebaikan dengan apapun yang mampu kalian tebarkan dengan keterbatasan yang mereka anggap nihil.
Tampakkan bahwa kaki-kaki itu adalah topangan terkuat menghadapi masa depan, teruslah mengejar mimpi-mimpi sampai matahari pun kalah terangnya dengan semangatmu.

Aku percaya, angin tak akan diam menyaksikan semangat itu.
Tancapkan lebih kokoh agar makin tegak ia menatap hari yang lebih mekar.
Selamat berjuang di tempat masing-masing, adik-adikku!

  • view 91