Penggalan Rektorisasi

Baiq Dwi Suci
Karya Baiq Dwi Suci Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 April 2017
Penggalan Rektorisasi

Semangatku akan terus melesat di kampus ini. Kampus yang penuh misteri. Misteri menjadi seorang mahasiswa yang sangat rektorisasi. Tahukah kau apa itu rektorisasi?

Pantas saja kau tak tahu! Tak perlu kau adukan masalah ketidaktahuanmu pada Tuhan. Karna akulah pencipta istilah itu.

Jika ingin mengadu, adukan saja secepatnya. Tapi sebelum kau mengadu, maka akan kujelaskan padamu tentang istilah ciptaanku ini.

REKTORISASI, bukan bersumber dari mata air pegunungan. Melainkan bersumber dari satu kata saja. REKTOR, yang berarti Pimpinan Universitas. Sebutlah Kepala Sekolah, atau Kepala Rumah Tangga. Dan siapapun bisa jadi REKTOR.

Kau?? Kau mau jadi Rektor??? Jika tak mau, kau jadi Rektor untuk dirimu sendiri sajalah. Menurutku itu jauh lebih baik.

Pemimpin untuk Diri Sendiri. Kedengarannya bagus. Dan sangat mudah.

Kau tak perlu pusing memikirkan yang kau pimpin, tak usah repot dengan mahasiswa yang macam-macam karakternya. Tapi kau hanya perlu memikirkan dirimu sendiri. Memikirkan apa tujuanmu hidup di dunia? Jangan lupa juga kau pikirkan target-targetmu yang akan membawamu menuju sukses! Itu yang terpenting.

“Sukses dunia dan akhirat, Rektor!” Nah! Itulah yang kumaksud dengan REKTOR.

Entahlah aku ini termasuk mahasiswa yang rektorisasi atau bukan???

Patuh pada apa saja kegiatan di kampus itu, IYA!

Masalahnya kampusku benar-benar agamis. Tapi itulah yang kusuka! Lantas permasalahannya dimana?

Aduh.. tidakkah kau temukan masalahnya?! Masalahnya, kegiatan wajib di kampusku itu sangat merepotkan musyawarah antara id-ego dan super egoku.

Id meyuruhku patuh dan ikuti saja semua kegiatan yang dirancang Rektor dan kawan-kawannya. Tapi ego dan super ego ini yang tak mau berdamai. Mereka terus saja meributkan soal kemalasanku, tak henti-hentinya mereka mempermasalahkan hobi tidurku. Alahh Mak… mati sudah aku.

Tapi beruntungnya selalu saja aku berhasil mendamaikan mereka. Pasalnya, tak maulah aku dapat nilai buruk. Apalagi kalau sampai muncul di Kartu Hasil Studi, ditambah lagi kalau sampai penyesalanku bertubi-tubi datangnya. Itu yang sangat tak ku inginkan. Jadilah aku ini mahasiswa yang rektorisasi.

Kau??? Bagaimana denganmu?? Apakah kau juga makhluk yang rektorisasi? Patuh pada semua kata-kata ibumu, atau…. pacarmu?? Kalau aku jelas TIDAK! Untuk apa??? Kecuali kalau dia bisa ajarkan kau kebaikan, kebenaran, dan ketidakburukan, maka kujamin kau harus bersikap rektorisasi!

Tapi kalau sebaliknya, bersikaplah kau layaknya Malin Kundang. Pembangkang, Penentang, tapi janganlah kau ikuti gayanya si Malin yang tidak mengakui ibu kandungnya itu. Kudoakan kualat kau nanti.

Membangkanglah untuk hal-hal yang tidak baik saja.. maka ku garansikan kau akan tetap pada jalan yang baik. Insya Alloh… Aminn allahumma aminnn...

MAHASISWA yang REKTORISASI atau TIDAK KAU ? ? ?

  • view 110