Kembalilah, Saudariku

Baiq Dwi Suci
Karya Baiq Dwi Suci Kategori Puisi
dipublikasikan 13 Maret 2017
Kembalilah, Saudariku

Ya Alloh

Pagi ini irama nafasku memang agak lambat

Segera kusambut dengan lantunan istighfar

Sekedar tuk ringankan beban yang tertambat

Dan hilanglah tumpukan sesak meski sebentar

 

Setelah tundukkan muka dan kepala beberapa menit

Spontan terlintas buih-buih dosa yang penuhi rongga dada

Aku takjub!

Ternyata aku pernah jatuh ke lubang nista

Pernah berkali-kali tenggelam ke lembah maksiat

Bahkan pernah lalai terhadap syari’at

Itulah yang buatku mengutuki dosa diri

Namun kini aku punya saudara-saudara sehati

Yang Insya Alloh mampu melindungi akhlak diri

Kau titipkan mereka untuk bersihkan jiwa dan raga ini

Kau hadiahkan mereka untuk selamatkanku dari neraka yang berapi-api

Betapa manis kado yang Kau datangkan, Ya Rohman!

 

Kemanisan pemberianMu terus kupelajari

Sampai saat aku mengerti lemahnya diri tanpa saudara seiman

Mungkin aku tak bisa mencintaiMU tanpa disadari

Tapi mereka dapat ajarkan aku menggapainya dengan banyak jalan

Itulah yang kusuka!

Kusukai sampai aku lupa bahwa manusia pun banyak cacatnya

Ternyata kadoMU belum tentu jadikanku syar’i

Karna begitulah manusia..

Ya! Beginilah macam manusia jaman ini

Ketika aku dinasehati, aku sedang mencoba untuk memperbaiki diri

Perlahan dan tertatih, selalu kupaksa tuk perhatikan nasehat saudaraku

Ketika aku menasehati, aku justru mencoba mengalahkan keinginan hati

Karna rasanya nasehat dariku tak senada dengan jalan hidupnya

Bukan aku merasa sok suci sendiri

Tapi karna aku peduli pada nasehat yang dulu diberi padaku

Bahkan terkadang aku hanya tersenyum simpul seorang diri

Adakah dia lupa nasehatnya padaku?

Aku sekedar tertawa ringan melihat emosinya yang melambung tanpa jeda

Seperti aku yang salah, yang keliru, atau yang dosa telah menasehatinya

 

Beginilah macam manusia jaman ini

Selalu ingin memberi dan menolak tuk diberi

Selalu ingin menasehati tanpa mau dinasehati

Aku justru bingung sendiri kini

Ketika nasehatmu kujalani, lalu kau tak memberiku teladan yang hakiki

Salahkah aku marah padamu?

  • view 137