Generasi Menguntungkan

Baiq Dwi Suci
Karya Baiq Dwi Suci Kategori Motivasi
dipublikasikan 24 Januari 2017
Generasi Menguntungkan

Mari kuberitahukan kepada kalian semua, sebuah kisah yang sebenarnya ingin kuceritakan pada dunia, agar semua dapat rasakan nikmatnya. Ini adalah kisah paling menggetarkan tentang perjuangan kaum Barat yang tak pernah bosan mengimpor pemikiran-pemikiran rusaknya pada negeri-negeri kaum muslimin, termasuk Indonesia. Marilah kutunjukkan alur kisah itu dengan nalar yang telah takluk karna islam.

Kalian harus paham! Ide-ide negeri Barat tak ubahnya lautan sampah yang didaur ulang oleh para elit politik bangsa ini, bahkan ide-ide tersebut dijadikan dasar pembuatan Undang-Undang. Maka tak ada bedanya antara penguasa negeri ini dengan penguasa negeri Barat, semua dikendalikan oleh kepentingan sesaat. Muncul Undang-Undang yang membolehkan pernikahan beda agama berasal dari tak adanya kontrol iman para penguasa. Bukan berarti iman para penguasa tidak baik, akan tetapi mereka sedang menikmati ego tanpa mempedulikan larangan agama. Muncul Undang-Undang liberalisasi migas, isu gender yang kemudian membuat seluruh wanita negeri ini bebas mengumbar aurat karna menganggap itulah bagian dari HAM. Hak Asasi Manusia. Padahal bukan hanya itu yang harus terdepankan.

Yaa ikhwah, kalian harus sadar akan Hak Asasi Pencipta. Hak Alloh adalah mengatur urusan dan kehidupan manusia, karna memang hanya DIA Pencipta manusia. Hak Alloh adalah agar manusia menerapkan hukum-hukumNya, tanpa menduakan dengan hukum-hukum yang lain. Ah, sayang sekali… HAM belum seutuhnya mampu menghapus air mata adik-adik hebat di Palestina. Undang-Undang hanya sekedar ketikan bermaterai, namun tak pernah seutuhnya membersihkan percikan darah para syuhada’ di Suriah sana. Mereka yang menjerit, bukan sedang ketakutan pada serangan lawan. Saudara seaqidahmu disana sedang menikmati kesakitannya, menunggu syahadat terakhir yang terlantun dari lisan mulia mereka. Bukti kesaksian tauhidnya di hadapan tanah Syam, tanah yang dibanggakan. Sesekali mereka di bumi para Nabi itu asyik bernostalgia pada kisah pemuda Al Kahfi yang rela berlari dari negeri kafir demi selamatkan iman diri, maka seharusnya pemuda saat ini rela menerbangkan diri jauh melesat menguasai bumi dengan islam. Banggalah jika terlahir dan mengalir darah islam dalam diri, karna tiada warisan yang paling membuat iri kaum Barat kecuali warisan Rosulullah pada seluruh ummatnya. Warisan beliau itulah yang ribuan abad telah mampu menjadikan islam sebagai mercusuar duniawi. Tiada peninggalan Rosulullah yang menggemparkan Barat akan kembalinya warisan itu ke tangan ummat islam, selain sistem pemerintahan islam yang murni dan sejati. Diakui hingga Konstantinopel takluk atas misi suci Sultan Muhammad Al Fatih, bahkan disanjung dan dirindukan kembali oleh sebagian besar ummat islam maupun non islam.

Duhai generasi penerus pemuda Kahfi, jika Barat saja benci dan dengki akan warisan Rosul ini, maka mari bergegaslah membakar kebencian mereka agar hanya islam yang disegani. Agar hanya islam yang menaungi dan tak ada lagi kisah romantisme seribu wajah yang terlena dengan kekuasaan berbalut tirani. Sesungguhnya ummat islam di Timur Tengah telah menanti, maka sambutlah dengan perjuanganmu menyelamatkan persoalan mereka dari titik niat hingga puncak futuhat yang kita idamkan lezatnya. Berniatlah mengejar jannah, azzam-kan dengan doa terindah, bermimpilah dengan  imajinasi pembebas. Sudah saatnya menjadi generasi menguntungkan, mutualis di bumi Alloh Azza Wa Jalla. Menguntungkan bagi manusia lain sekaligus banyak manfaatnya bagi kemenangan islam yang utuh. Karna sesungguhnya Alloh ciptakan seluruh manusia sebagai khalifah di muka bumi, maka tentu tak boleh berparasit ria dibawah langitNya ini. Tak ada dalam sejarah para sahabat Rosulullah menjadi parasit alias merugikan perkembangan dakwah islam, justru mereka berlomba menjadi pasukan yang paling beruntung menjadi pejuang dan penolong agama Alloh.

Ibarat dedaunan dan pohon. Apabila ada dua pohon besar tumbuh bersebelahan, maka dedaunannya yang lebat pasti akan menumpang hidup pada pohon lainnya. Karna jarak kedua pohon yang berdekatan, maka tak heran jika daun-daunnya pun saling menghempaskan satu sama lain. Beginilah visualisasi kaum Barat sejak dahulu sampai mereka berhasil memecah belah ummat islam hingga detik ini. Mereka tak pernah punya ikatan persaudaraan sesama pemeluk agama yang satu seerat ukhuwah islamiyah yang Rosulullah wariskan kepada kita lewat sikap, ucapan, dan diamnya beliau. Mereka hanya punya ikatan nasionalisme yang menelurkan kecintaan terhadap tanah air, bukan terhadap saudara sekeyakinan. Tetapi ummat islam memiliki ikatan berdasar aqidah yang membuat mereka mencintai seluruh saudara muslimnya dimana saja, mencintai negeri-negeri muslim. Cinta mereka berdasar kecintaan terhadap Alloh dan Rosulnya, bukan pada tanah air yang suatu saat akan binasa saat Alloh berkehendak atasnya.

Cukuplah ummat islam ibarat sebuah pohon saja, jika akarnya telah rusak, maka saling berbahulah menyuburkan dengan pupuknya. Berislamlah dari akar hingga ke pucuk daun, mulai dari membangun pondasi keimanan sampai pada membangun serta menegakkan kembali warisan Rosulullah yang tiada bandingnya. Tiada pernah Rosulullah beri kabar gembira selain ia pasti terjadi. Tiada mustahil Alloh berjanji selain ia pasti terbukti. Janji Alloh dan bisyaroh Rosulullah tiada akan ingkar, karna tentu shohih dan keimanan ummat islamlah yang akan menjemputnya.

Dengan cinta yang besar, rindu yang meninggi, kembalilah pada langit syurga yang bernamakan tauhid. Begitulah seharusnya manusia bertutur dan bertindak sesuai ajaran islamnya, bukan membebek selain daripadanya. Bukan terlena dengan syurga akal-akalan kaum zionis yang menyebut dirinya intelek. Ayo melek, duhai generasi muda islam! Jadikanlah wajah kita yang paling baik di hadapan Sang Pencipta. Berdiri tegaklah dengan iman, bukan demi raih kepentingan.

Marilah tuliskan skema ilustrasiku ini dan tancapkan didalam otak kalian agar senantiasa rasional dalam menangkap semua fakta yang ada agar selalu islam jadi solusi nyata. Agar senantiasa islam jadi panduan dari setiap tanya dan keputusan. Sudah saatnya bergerak memahamkan ummat dengan kekuatanmu di masa muda. Biarlah hanya Alloh dan para malaikatNya yang menyaksikan alur pemikiran kita agar putuskan menjadi bermutu di bumiNya. Insyaa Alloh…

Aku menunggu kabar juangmu, menggoreskan senyum manis yang kadang tertunda. Senyuman tauhid para pelaku sejarah yang akan menciutkan nyali para tawanan Alloh. Senyum mekar para syuhada’ kecil, tawa lebar para jundi mungil itu, aku pun menantikan potret kemenangannya bersama kaki-kaki kehormatanmu. Pada kaki-kaki itulah, seluruh dunia akan bersujud dan hormat pada islam, pada cemerlangnya tauhid yang kita punya. Mari tunjukkan, tampakkan pedang ksatriamu itu, sekarang!

Dilihat 60