PEMILU, Kok Heboh?

Baiq Dwi Suci
Karya Baiq Dwi Suci Kategori Politik
dipublikasikan 22 Januari 2017
PEMILU, Kok Heboh?

Alloh Maha membolak-balikkan hati, termasuk hati manusia. Cinta aja bisa jadi benci, apalagi yang udah jelas dibenci lebih mudah lagi merubahnya drastis jadi cinta. Buktinya banyak, kok. Nah, karna beberapa masa lagi penduduk Nusantara bakal menunaikan hajatannya yang berjudul ‘PEMILU 2017’ maka kita sebagai bagian dari WNI juga kudu tau pernak-pernik jelang Pemilu nanti.

Ketahuilah, hati manusia itu tak satu pun yang tahu kecuali DIA Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi didalam kalbu. Bahkan, paranormal atau para dukun kelas santet terbukti banyak yang gagal memprediksikan pemenang PEMILU. Akhir cerita, peserta PEMILU galau gak ketulungan sampe akhirnya masuk lapas kriminal atau lapas gangguan jiwa gara-gara depresi. Abisnya, modal sekian puluh ratus juta lenyap tak kembali ketika sadar bahwa Alloh memang Maha membolak-balikkan hati masyarakat. Faktanya bejibun, sob! Ada yang bagi-bagi sembako, mie instan, minyak goreng, sampe atribut partai seperti spanduk, stiker, gantungan kunci dengan embel-embel parpol masing-masing dan itu semua ngabisin isi brangkas hingga ludes. Lantas, warga biasanya cuman ngambil hadiah lalu banyak dari mereka yang malah gak dateng ke TPU buat nyoblos sesuai janjinya. Eh, yang kampanye aja bisa gak nepatin janji kok. Boleh dong kalo ane juga cuman ngambil untung tok, tapi gak milih siapapun karna semua janji ente bulshit. Ups.! Ane mewakili suara masyarakat lho, gak nipu! Suer, deh!

Survey kecil-kecilan yang ane lakuin membuktikan bahwa kadar kecerdasan rakyat lebih tinggi dibandingkan kecerdikan mereka yang asal ngomong asal ngelanggar. Ish, udah mirip kayak kehidupan jalanan aja yah. Antara zebra cross dengan lampu stop-an, antara galian jalan sama galian kabel telepon, sama semrawutnya kalau udah gak taat lalu lintas. Nih ya ane bilangin, zebra cross itu berbentuk garis-garis hitam putih yang berada tepat di sekeliling badan jalan. Sedangkan lampu stop-an biasanya sih mejeng di pertigaan, perempatan,  perlimaan, dan simpang-simpang lainnya dengan jumlah ‘terserah si pembuat jalan.’ Zebra cross sama lampu merah-kuning-hijau aja letaknya udah berbeda-beda tapi tetep satu jua, sama-sama ada di jalanan. Kalo galian jalan sama galian kabel telepon tempetnya juga sama, barengan ada dibawah jalan dan itu selalu menghambat para pengguna jalan dengan plang bertuliskan ‘Hati-Hati Ada Perbaikan Jalan’, ‘Hati-Hati Ada Perbaikan Saluran Telepon’. Idih, semua diperbaiki dimulai dari bawah jalan ‘bukan’ dari atas jalan itu langsung. Semuanya bermula dari pondasi jalan. Dasarnya dulu disentuh, baru bangunan atas dan atasnya. Apakah seperti itu cara yang efektif dalam membangun sebuah Negara? Menaikkan pondasinya dulu, baru kemudian membenarkan atap-atap yang bocor. 

Ah, rupayanya negeri kapitalis kita ini tidak memoles pondasi ideologinya dengan benar. Pancasila bisa dilanggar seenak udel, atap-atap bisa ditambal sulam kayak ban motor. Sekali pecah, tambal, sekali gembos dipompa, sekali robek ditambal terus, sampai semua penghuni alias rakyat seperti kita-kita ini ketiban apesnya. Gara-gara Pemilu, berbagai macam drone menghantam atap rumah kita dari segala penjuru dunia. Ada yang nitipin kepentingan politiknya, ada yang numpang ambisinya buat curi-curi lahan bumi pertiwi, lalu bisa kita tebak saja sendiri ending-nya. Not happy ending! Pemilu akan gagal, sekali dan seterusnya tak berhasil membuktikan politik yang benar-benar suci, karena semua agenda pemilihan toh hanya ajang tumpang-tumpangan doang kan. Kalau muatannya udah melebihi kapasitas, bingung dah pak kondektur dan sopirnya mau ngedudukin para pemilik titipan itu dimana, apa perlu kita meletakkan mereka di roda ban? Hum, tak akan enak hati menempatkan pemilik kekuatan dan supermodal dibawah kendaraan, pastinya para empunya modal itu akan difasilitasi zona teraman ternyaman bin memuaskan, sampai pada tujuan yang menjanjikan dimana Indonesia dalam ancaman, tapi tetap tak mereka hiraukan yang penting keuntungan menggiurkan. Ah, basi!

Sobat, yuk buka mata terangkan pendengaran kalian... Ketahuilah, PEMILU itu akronim dari PEMIlihan Langsung Umum. Artinya, sifat dipilih dan memilihnya bukan lagi perkara yang dirahasiakan. Berdasarkan kacamata nalar ane nih, sesuatu yang bersifat umum maka tentu pelaksanaannya harus dilakukan secara terang-terangan tanpa ada hal yang di umpetin dibalik layar. Cemen dong kalau meraih simpati rakyat bermodalkan foto narsis, visi misi ala kadarnya, pokoknya kurang modal banyak deh. Masa’ iya mau mimpin Negara besar ini cuman bermodalkan janji busuk terus gak dilunasin,  itu mah namanya ngutang sana bayar sini ngutang situ bayar sono.  Emh.. ibarat gali lubang tutup lubang mulu’, mau maju jadi orang nomor 1 aja mesti banyak-banyakan modal nekat.  Modal nekat mah kagak cukup, yah abisan nekat banget nyakitin hati kita. Selamat deh,  modal abis, TPU kosong. Sok atuh, karna Alloh Yang Maha mengatur hati maka selamatkan dulu hati kita dari kecurangan saat PEMILU, kedengkian pada lawan partai, munafik  pada masyarakat, hilangkan deh semua sifat dan sikap kotor itu dalem hati kita dulu. Pondasi terkuat untuk maju adalah dorongan iman, iya kan.

Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu… Iman itu mengakui keEsaan Alloh sebagai Pencipta sekaligus Pengatur seluruh lini kehidupan manusia. Alloh Yang Paling berhak mengurus seluruh tetek bengek aktivitas lisan, laku dan hati kita selama numpang tinggal di buminya yang fana ini. Dorongan iman muncul karna fitrah kita sebagai muslim adalah tunduk taat dan mengagungkanNya melebihi apapun di dunia yang hanya sementara ini. Iman yang lurus adalah meyakini setiap kebenaran islam yang telah dirisalahkan Rosulullah kepada ummatnya, termasuk menjadi follower sejati sebagai hamba Alloh sekaligus ummat terbaik yang dilahirkan setelah Nabi Muhammad Salallahu’alaihiwassalam, shalawat dan salam tercurah untuk beliau. Allahummasolli’alaamuhammad…

Maka menjadi ummat atau rakyat terbaik (Khoiru 'ummah)  harus senantiasa rela dan senang gembira dirinya diatur oleh aturan, petunjuk, dan hukum Alloh yang tiada lagi diragukan kebenarannya dalam Al Qur’anulkariim. Berkah pedoman paten inilah muncul semangat beriman dan mencinta karna Alloh saja, Alloh lagi, Alloh dulu, Alloh terus, selamanya Alloh di hati. Soal iman jangan ragu-ragu, soal hatimu kepada RobbMU jangan mendua. Hanya Alloh bertahta dalam nurani, sampai kapanpun akan tetap Alloh yang mengisi istana di dasar hatimu. Jangan sekali-kali bolak-balikkan hatimu jika itu untuk meraih ridho Alloh, karna terapkan firman Alloh, demi agama Alloh. Karnanya, luruskanlah iman. Tengok kekedalaman dadamu, masihkah kau dapati iman bertengger kuat disana? Jika masih rapuh, lekas kokohkan ia dengan batu-batu kerikil yang akan menguji kesabaranmu saat menolong agama mulia ini.

Duhai PEMILU, demi Alloh keimanan kami tak akan pernah tergadaikan hanya demi sebutir beras gandum atau sekoin logam bahkan uang dollar. Untuk dapatkan ridho Alloh, kami janji tak akan pernah menggantikan iman ini dengan sebiji beras, itu harga mati.

Ya Robb.. maka kami berlepas diri darinya sampai kapanpun, karna iman dan islam kami menyatakan bahwa  ikatan aqidah dengan saudara muslim seluruh dunia lebih kuat dari Negara-negara bagian manapun, tanpa ditumpangi berbagai jenis permodalan. Dan karna seruanMU lah kami bertahan menginjak batu kerikil tajam saat menolong agama yang terbaik di sisiMU, itu berkah keyakinan bahwa janjiMU serta bisyaroh RosulMU pastilah terjadi. Mustahil apa yang telah KAU janjikan itu tidak terwujud, karna ENGKAU lah satu-satunya Yang Maha Penepat janji. Tak sedikitpun KAU lupakan janjiMU, tak secuil pun KAU lalai lalu ingkari janjiMU, maka sudah sepantasnyalah kami percaya sepenuh hati dengan buktikan perjuangan mulia saja. Sungguh, PEMILU adalah jalan politik praktis semu yang dengan atau tanpanya, polling suara atas penegakan kemuliaan islam akan tetap dimenangkanNya. Wallahu’alambisshowab…

  • view 85