Dunia Tanpa Suara

Baiq Dwi Suci
Karya Baiq Dwi Suci Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 19 Januari 2017
Dunia Tanpa Suara

Suara adalah getaran, ketukan, pukulan atau gerakan apapun yang sengaja dimainkan untuk menimbulkan sebuah bunyi maupun irama, baik dalam keadaan teratur maupun tidak. Suara atau bunyi, menghasilkan keindahan tersendiri bagi setiap gendang telinga yang mampu menikmatinya dengan sempurna. Lebih baik lagi, apabila cara atau proses untuk menciptakan bunyi yang bersuara itu dilakukan dengan sangat indah. Artinya, banyak pilihan cara sebelum memulai mengumpulkan bunyi dalam suara. Begitu pun dengan suara yang telah tercipta, pastilah terlahir dari sebuah proses indah agar kumpulan bunyi dapat dilagukan menjadi irama bernada. Sayangnya, tidak semua orang bisa melakukannya dengan cukup baik. Tidak semua orang mempunyai gendang telinga atau jalan keluar masuknya suara didalam tubuh mereka. Not all people get it!

Dunia mereka tanpa suara, karna jangankan suara, mendengarkan bunyi saja belum tentu sanggup dilakukan. Terbatas pendengarannya, hampir tak tersisakan batasannya. Terbatas pengucapannya, hampir tak terhingga kaku lisannya. Terbatas vokalnya, hampir tak kedengaran maksudnya. Terbatas karna akses yang mereka miliki tak sebanding dengan level dengar kita, saat kita bisa bergoyang sambil mendendangkan alunan musik. Dan saat kita ikut bernyanyi mengikuti nyanyian dengan santainya, ada mereka yang harus menggunakan alat pendengar atau bahkan adapula sebagian darinya tak mendengarkan sekecil apa saja bunyinya.

Bisikan berdesis sekalipun, mungkin tak ada artinya bagi mereka. Namun yang tak berdesis, justru cukup melihat gerak bibirmu, akan sangat memberi arti bagi mereka. Bahagia ketika bisa membaca bibir yang bergerak naik turun, senangnya ketika mengerti maksud bibir yang bercuap terbuka dan tertutup itu. Hanya dengan bahasa bibir yang sedikit diperjelas dan dilantangkan, itulah kebahagiaan utuhnya. Hanya dengan mulut sedikit dilebarkan keatas kebawah, itulah makna yang ingin mereka pahami. Dari setiap perkataan, kadang mereka tak utuh menangkap bahasa kita. Dari sesuku kata, kadang mereka tak suka tak tau maksudmu. Dari ketidakutuhan itulah, mereka menyempurnakannya dengan cara lain yang lebih indah, karna untuk menciptakan bunyi yang bersuara bukanlah keahliannya. Proses indah tetap terus mereka lakukan agar lebih jelas menangkap maksud lawan bicara, karna suara yang berirama harus mereka dengar dengan jalan berbeda. Tak sama, tak berarti berbeda. Tak mendengar, bukan berarti hilang kesempatan untuk mengenal bunyi dan suara. Tak berbicara bukan lantas tak mau, melainkan harus mereka lakukan dengan cara yang tak biasa, berkomunikasi dengan proses yang tak sewajarnya kau pikirkan. Mungkin, tak normal menurut anggapan dunia, akan tetapi sangat istimewa bagi mereka yang justru tak punya pilihan kecuali berbeda.

No voice, no sound, no talk, but they can show the best of expressions to telling what they share, even more respon what we was thingking about. Perfect!

  • view 101