Mengupas Sisi Murahan Pacaran

Baiq Dwi Suci
Karya Baiq Dwi Suci Kategori Inspiratif
dipublikasikan 27 Juli 2016
Mengupas Sisi Murahan Pacaran

 

Sobat, hidup itu terus melaju setiap saat. Waktu tak akan pernah berhenti berputar sampai tibanya ruh terpisah dari raga. Nah! Jika sobat semua ingin melejitkan hidup dalam waktu singkat, saya sarankan untuk segera berlomba dengan detakan detik. Karna setiap detik yang terbuang sia-sia hanya akan membuat kita tersesat dengan hidup yang tak manfaat. Padahal, nyawa ini akan terenggut hanya dalam hitungan detik. Maka bila Alloh berikan berdetik-detik waktu untuk hidup, segeralah gunakan di jalan yang penuh daya saing. Bersaing bersama iman takwa, melesat lebih cepat dari yang lain.

Muda-mudi tentu punya waktu lebih banyak untuk melukiskan hidupnya dengan tinta asa. Masa muda itulah waktu terhebat yang sobat miliki untuk meraih mimpi. Jangan siakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Yuk jadilah remaja yang senantiasa berkompetisi dengan waktu, bukan dengan nafsu. Jangan biarkan waktu muda kita terusak dengan nafsu semu yang tak bermutu.

Waktu dan nafsu merupakan ancaman bagi setiap amal baik dan buruk. Jika mampu berpacu dengan waktu dalam majelis ilmu, maka tentu berbuah kebaikan. Sebaliknya, siapapun yang disibukkan dengan aktivitas maksiat, maka sudah pasti keburukan menimpanya. Begitulah waktu mengendalikan setiap rutinitas kegiatan kita semua. Waktu bekerja berdasar nafsu, sobat! Bila nafsu mengatakan sobat ingin menghabiskan satu sampai dua jam dengan pacar, maka saat itulah sebenarnya waktu telah terbuang sia-sia. Saya yakin bahwa tidak ada diantara sobat yang membuang waktunya dengan percuma hanya karna dikendalikan nafsu. (Lho, hubungannya waktu – nafsu – dengan pacar?) Gini, nih! Setiap orang yang pacaran itu sudah pasti diawali dengan nafsu. Nafsu ingin memiliki, mau diperhatikan dan memperhatikan, pengen mengisi waktu luang, dan berbagai alasan lain bagi mereka yang memutuskan untuk berpacaran. Mana ada tuh orang pacaran nggak pakai nafsu, semuanya jelas terperangkap dalam jurang kemaksiatan. Masihkah ingin menghabisi waktu mudamu dengan nafsu???

Sobat, masa mudamu terlalu sayang jika hanya digunakan untuk mengorbankan segalanya demi cinta yang tak halal. Demi cinta yang haram, semua yang tak logis menjadi logis. Semua hal yang tadinya tidak rasional menjadi sangat masuk akal. Lagian mana ada sih orang yang pacaran mendayagunakan akalnya. Rata-rata mereka semua terkalahkan oleh nafsu semu yang tak tepat titik tumpunya. Inilah kemahadahsyatan nafsu yang membuat manusia membodohi akalnya sendiri, justru mendewakan cinta dan asmara. Kalau sobat muslim cerdas, pasti nggak akan kalah dengan nafsu semata. Eh, masih inget kan bahwa sesungguhnya syaithon itu musuh yang nyata bagi manusia. Sedangkan, nafsu manusia itu sendiri muncul dari dorongan keras para setan. Lha, kalau manusia tergerak melanggengkan nafsu, itu artinya dia sudah siap bersahabat dengan setan. Karna pada dasarnya, setiap manusia itu fitrahnya selalu ingin dekat dengan Tuhan lho! Jadi ya nggak akan mungkin membantu si setan melancarkan aksinya, isn’t right?? Emang mau sampai kapan lagi sih, semakin jauh dari Tuhan kalian?!

Saya jamin, pacaran itu tidak baik untuk kesehatan batin maupun pikiran. Ditambah lagi, pacaran itu memang dilarang dalam islam. Kalau Alloh sudah larang dekati zina, berarti pacaran juga termasuk laranganNya. Mana ada pacaran nggak berzina, meskipun sekedar ketemu via telepon – sms – atau social media. Bayangin aja deh, mendekati zina saja dilarang, apalagi sampai pegangan tangan – kissing – dan berbagai aktivitas seksual orang pacaran. Islam sangat menjaga kehormatan seorang wanita, maka ia tak boleh tersentuh oleh lawan jenisnya. Gimana tuh kalau ceweknya MBA alias Married By Accident, terus cowoknya kabur dan nggak mau tanggungjawab?!! Idih, na’udzubillahimindzaalik..

Penulis pernah melakukan intervensi terhadap beberapa mahasiswa kampus yang mengalami Kekerasan Dalam Pacaran beberapa waktu lalu. Sebagian besar dari mereka memiliki permasalahan yang sama, yaitu tidak bisa bersikap tegas pada pacarnya. Si A adalah seorang mahasiswi yang loyal perkara uang pada pacarnya. Ternyata bukan cuma cewek yang matre, cowok juga banyak yang ‘muke duitan’. Wah saya menemukan juga si B yang mengaku pernah ditampar oleh pacarnya, lalu si C yang di PHP-in dan diselingkuhi karna faktor tertentu. Ada si D yang merasa sudah tidak diperhatikan lagi, si E yang digantungin tanpa status yang jelas ‘alias’ Hubungan Tanpa Status. Lalu saat itu juga saya berusaha membuka pemahaman mereka semua agar tidak terus-menerus terkungkung dalam ketidakberdayaannya. Salah satu caranya adalah bersikap ASERTIF. Tegas dalam menyampaikan pikiran, perasaan, dan keinginan. Kalau sobat nggak suka diperlakukan kasar, tinggal katakan saja TIDAK SUKA. Tidak perlu mendiamkan jika diperlakukan semena-mena oleh doi, tapi tegaslah dalam menghadapinya. Nah! Ternyata, saya menemukan bahwa kekerasan dalam pacaran ini tidak seputar masalah finansial dan fisik aja. Kekerasan juga meliputi emosional atau psikologis. Bagi yang seringkali ‘makan ati’ dan merasa dibohongi, dikhianati, direndahkan, dan semua hal yang membuat kondisi psikologis kita jadi nggak sehat, itu juga masuk dalam kategori kekerasan saat pacaran. Nah ayo, masih mau pacaran?!!!

Semua yang pacaran sudah terjamin 100% mengalami kekerasan oleh pacarnya, karna saya temukan lagi sebuah teori khusus yang membahas hal itu. The Cyrcle of Abuse atau Lingkaran Kekerasan. Wuih, serem amat yah konsep teorinya! Bahkan, lingkaran kekerasan dalam suatu hubungan ini biasanya dikenal dengan sebutan ‘lingkaran setan’. Aish, tambah serem aja! Singkatnya, inti dari teori ini menggambarkan tahapan kekerasan dalam pacaran. Awalnya saling panggil “sayang, honey”, dan seterusnya. Eh, lama-kelamaan malah seisi kebun binatang dikeluarin semua lewat ucapannya. Mulailah si doi dicaci-maki, diolok-olok, dijuluki dengan julukan-julukan yang tak enak didengar kedua telinga. Manggil “sayang” aja nggak boleh kalau belum halal, ini malah nyebutin seisi ragunan. Kalau tidak mengejek, berarti bicaranya kasar dan mulai membentak atau mengomeli sobat semua. Eh, emang dia siapa, berani-beraninya marahin kita?! Kalau udah ada ikatan sah sih, it’s ok! Selain itu, not ok!

Setelah doi ngelakuin kesalahan, dia akan segera minta maaf dan berjanji nggak akan melakukan kesalahan tersebut. “Aku janji nggak bakal kayak gitu lagi,” bla bla bla. Ini hanya strategi aja, sobat! Setelah dia mengakui kekeliruannya, besok-besok atau nanti-nanti dia juga akan mengulangi kesalahan yang sama, kok! Udah kayak lirik lagunya Sammy Simorangkir aja tuh, “Di kesalahan yang sama”. Begitu seterusnya sampai doi merasa kamu udah takluk dalam perangkapnya, sehingga akan melakukan apapun yang doi minta. Termasuk berhubungan intim yang sangat dilarang oleh agama. Beginilah kalau wanita sudah luluh hatinya, apapun terasa manis saat sudah masuk dalam permainan pria. Jadi deh perawan di sarang penyamun, ih sueerrrem amat!

So, pacaran itu bukan jalur lintas eksklusif untuk saling membina hubungan serius sebelum menikah. Karna tidak semua yang pacaran kemudian berjodoh dan sampai pada ijab qobul, terbukti banyak yang berguguran di medan pacaran. Kalau kayak gitu ya berarti pacaran itu sedang melewati jalur lintas ekonomi. Ibarat kereta api, penumpang cari tiket paling murah untuk sampai pada tempat tujuan. Dengan kata lain, pacaran itu murahan, kawan! Pacaran tidak pernah naik argonya dari dulu, selalu mudah dijangkau dan gampang dilakoni. Nah, kalau nggak pengen dianggep murahan, udah deh mending nggak usah pacaran. Sejatinya, pacaran itu nggak pernah lancar dan selalu ada aral rintangan menerpa. Pacaran mana pernah lewat jalur ekslusif yang bebas hambatan, justru pacaran menghalalkan segala cara dan mengharamkan yang telah dihalalkan. Alloh menghalalkan untuk menikah bagi yang mampu, kok malah milih pacaran yang jelas-jelas haram toh???

Lebih parahnya nih, muncul sejak dulu budaya patriarkhi dan bias gender untuk mendukung aktivitas pacaran. Budaya patriarkhi ini menyatakan bahwa laki-laki lebih superior dari perempuan, sehingga biasanya para laki-laki lah yang kemudian menjadi pelaku kekerasan tersebut. Tapi kalau jaman sekarang, bejibun juga wanita yang menjadi pelaku dan laki-laki jadi korbannya. Emh.. dunia memang sudah terwarnai dengan budaya barat, maka isu gender pun mewarnai para wanita islam kita. Padahal sebenarnya islam sangat memuliakan seorang muslimah, tetapi budaya kebaratan justru meluluhlantakkannya dengan konsep gender yang makin bias. Bias gender ini yang kemudian menyatakan bahwa perempuan tidak boleh membantah dan menolak permintaan laki-laki. Heh, kalau permintaannya menjerumuskan pada keburukan harus tetap dibantah dong! Kecuali jika permintaan itu mengajak pada kebaikan, baru dituruti dan tidak boleh ditolak. Nah, beginilah konsep gender negeri barat yang benar-benar bias dengan konsep islam dalam memposisikan pria dan wanita.

Islam memposisikan pria sebagai imam bagi saudara perempuannya, pemimpin bagi anak dan istri, serta penuntun ibunya. Semua garis kekeluargaan dari kaum perempuan wajib dilindungi oleh laki-laki sebagai anak, saudara, suami serta bapak bagi putra-putrinya. Bukan berarti laki-laki lebih superior, melainkan ia diberikan amanah lebih didalam islam. Toh, wanita dan laki-laki juga punya hak serta kewajiban yang sama dalam kehidupan. Begitulah islam menyetarakan porsi dan derajatnya meski berlawan jenis, karna hanya pakaian iman takwa saja yang membedakan setiap manusia dihadapan Tuhannya. Bedanya, kalau pria kewajibannya mencari nafkah, sedang istri mengurus anak. Sama saja ukurannya, sehingga tak ada yang lebih superior atau junior.

Betapa luar biasa islam menyamaratakan posisi laki-laki dan wanita. Saat itu pulalah betapa gencar pihak tertentu memerangi pemikiran ummat islam dengan budaya pacaran. Sobat, segeralah sadarkan diri dan jangan terbuai dengan pemikiran serta paham asing. Sungguh mereka sedang memerangi pemikiran sobat muslim di seluruh dunia lewat penyusupan budaya pacaran itu salah satunya. Masih maukah sobat dijajah dengan pemikiran selain islam? Tentu tidak jika sobat semua berislam secara sempurna. Bahkan kita patut berkaca pada bumi Palestina, dimana sampai saat ini para pemudanya tak pernah berpacaran. Mereka setia mentaati syariat islam dan konsisten menjaga interaksi dirinya dengan lawan jenis atau non mahrom. Masih mau berkaca pada pemuda yang tidak dididik dengan islam??? Sampai kapan kita mau dibodohi dengan ajaran di luar islam???

Sobat, mulai saat ini kita semua harus membuka mata lebar-lebar, karna sesungguhnya bibit-bibit kekerasan dalam pacaran sudah lumrah terjadi pada siapapun. Sehingga apabila bibit tersebut mulai terlihat, maka kita mampu mengambil sikap yang tegas. Nggak ada satupun dari kamu pastinya yang mau berada dalam situasi kekerasan ini, kan? Nah! Kalau kamu merasa bahwa kamu, teman kamu, atau siapapun yang mengalami kekerasan, segeralah cari bantuan!!! Mohon petunjuk pada Yang Maha Memiliki Cinta, DIA Yang Berkuasa Membolak-balikkan Hati manusia. Salah satu petunjuk nyata yang DIA wahyukan lewat sunnah NabiNya adalah dengan menikah. Bukan dengan pacaran, melainkan komitmen dengan pernikahan. Tapi kalau nggak sanggup buat nikah, ya Udah Putusin Aja! Pilihan sobat hanya 2, Putusin Aja atau Nikahin Aja! Jangan takut, jangan bimbang. Berpisahlah karna Alloh, atau bertemulah karna Alloh. Jika semata niat hanya tertuju untuk menerapkan perintah dan menjauhi laranganNya, tentu Alloh akan mudahkan jika ia memang jodohmu yang telah tertulis di lauhulmahfudz. Subhanalloh…

Kalau tak mau memutuskan pacar, ya Udah Nikahin Aja! Menikah itu satu-satunya aktivitas yang memuaskan akal dan menenteramkan jiwa, lho! Sesuai dengan fitrah manusia. Seratus persen halal tanpa pacaran. Jika sudah terlanjur pacaran, ya Udah Putusin Aja! Jangan ragu, ambil langkah seribu untuk tentukan nasibmu kelak di akhirat. Pilihan ini penentu nasib kita kelak di pengadilan akhir, pengadilan Alloh. Permudah dirimu kelak saat diadili “untuk apa kau gunakan masa mudamu?”.

Manusia tak selamanya benar dan tak selamanya salah, sobat! Kecuali ia yang selalu mengoreksi diri dan meluruskan kekhilafan orang lain atau kekeliruan diri sendiri. Jangan rendahkan dirimu untuk bernafsu atas segala sesuatu, tetapi rendahkan hatimu untuk berikan sesuatu dengan sisa waktumu. Berpikir dan bertindaklah dengan akal, bukan bersama nafsu yang ia akan menjadi temanmu di neraka nanti. Summana’udzubillahi…

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dirindukan syurga, masuklah ke jannahNya dan membina cinta bersama pasangan yang menuntunmu menuju jalan terang. Saling mencintailah karna Alloh, karna ia sebaik-baik penguat pembangun cinta yang hakiki. Abadi sampai syurga menanti cinta kalian bertabur disana. Insya Alloh.. Allahumma’aamin.

  • view 337