Nasibnya Pena, Kertas dan Buku.

Ahmad Baehaqi
Karya Ahmad Baehaqi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 April 2016
Nasibnya Pena, Kertas dan Buku.

Dear Nur


Aku buka kembali lembaran surat-surat yang pernah kau tulis. ada rasa terharu ketika membaca surat-surat yang kau tulis dengan tangan halusmu, kau lebih banyak menulis tentang hujan dan malam ketimbang menulis hal-hal tentang kita, kau terlihat sangat berbeda dengan beberapa cerita-cerita yang saya dengar di kedai-kedai kopi edisi malam minggu.


Tahukah kau Nur, aku menulis ini tepat berada di jantung hujan dan malam, untuk mengenangmu. jika waktu itu kau masih mempertahankan senjatamu untuk perang berupa Pena, kertas dan Buku, disaat-saat orang yang sedang asik-asiknya beralih ke teknologi modern berupa Netbook dan gadget smartphone


Sekarang izinkan saya mendongeng di platform Inspirasi.co ini Nur.


Kini zaman semakin maju, lebih maju dari permulaan ketika tenaga manusia digantikan dengan mesin yang di prakarsai pertama kali di Inggris kisaran abad ke-18, juga lebih maju di zaman-zamanmu, kita adalah generasi yang terlahir di zaman orde baru, orang-orang perlahan-lahan sekarang mulai menanggalkan barang-barang klasik seperti pena, Kertas dan Buku.


Jika pada waktu itu pena digunakan untuk menulis maka hari ini pena bisa digantikan dengan barang berupa Netbook dan Smartphone yang ukurannya lebih kecil, kedua barang tersebut bisa dibawa kemana-mana, ketika kita ingin menulis bisa dimana saja tanpa harus menggunakan meja untuk membantu menulis, kita bisa menulis sambil berjalan, menunggu angkutan, dikendaraan, bahkan sedang makan, atau ketika sedang boker, sambil tiduran dan lain sebagainya.


Jika pada waktu itu kertas digunakan sebagai media untuk menulis. Maka hari ini bisa digantikan oleh Netbook dan Smartphone, kedua barang tersebut didesain sedemikian rupa untuk mempermudah kinerja manusia dalam menulis. Jika pada waktu itu manusia membutuhkan buku sebagai sarana untuk membantu dalam proses belajar mengajar dan menambah wawasan pengetahuan, hari ini kita bisa mendapatkan barang tersebut dengan mudah yang bisa di akses di Internet.


Netbook dan Smartphone memiliki tempat untuk Aplikasi berupa Ebook yang mampu menyimpan buku-buku yang telah diketik dalam bentuk format pdf, sehingga kita bisa mendapatkannya disana tanpa harus pergi jauh-jauh ke toko buku, belum lagi kita harus menghitung-hitung jarak yang jauh dan akses jalan-jalan desa yang masih gronjal-granjil, yang seharusnya fasilitas public mendapatkan perhatian penuh oleh pemerintah bukan malah sebaliknya.


Hebat bukan Nur, Netbook dan Smartphone bisa merangkap tiga barang sekaligus, Ibarat Three in One dalam minuman sachet. Tetapi penggunakan barang ciptaan abad 21 ini akan mengakibatkan efek samping yang sulit disembuhkan , jika tidak bisa mengontrolnya, bahkan bisa membunuh kemanusiaan, orang-orang sering lupa pada lingkungan sosialnya karena bisa kecanduan 24 jam full bertapa di depan layar netbook ataupun samartphone, sungguh miris.


Ada satu hal lagi yang perlu kita ketahui, seiring berkembangnya zaman dan majunya teknologi. Manusia mampu menciptakan Alam sendiri, jika selama ini kita familiar dengan istilah Alam Barzah, Alam Ghaib, Alam Kubur dan begitu banyak alam-alam yang terdengar serem-serem, kini ada manusia yang mampu membuat alam sendiri Alam INSPIRASI.CO yang digawangi oleh Mas Fahd Pahdhepie , sebuah ruang kepada kreator lintas bidang untuk berkarya dan saling menginspirasi, di alam inspirasi.co memiliki keyakinan bahwa setiap orang adalah kreator yang bisa menghasilkan karya yang bermanfaat dan menginspirasi orang lain juga sebuah karya layak untuk dihargai. Mari berkarya, mari menginpirasi !


Disana kita memiliki dunia baru yang berbeda dari dunia yang tiap hari-hari kita bisa bertatap muka, tetapi di alam Inspirasi.co orang-orang tidak harus bertatap muka untuk saling mengenal, juga tidak harus berbicara lisan untuk saling tegur sapa. Disana dan di zaman ini orang-orang saling mengenal lewat tulisan, berbicara lewat tulisan, berdemo-pun seharusnya harus digalakkan lewat tulisan biar tidak bikin macet jalanan umum dan kamu tahu Nur, barang siapa tidak menulis maka sesungguhnya dia telah tiada sejak dalam pikiran.


Sekarang kita memiliki dunia kedua setelah alam yang kita huni, kita tidak harus menyimpan berkas-berkas tulisan kita dalam rak-rak buku atau lemari-lemari buku tetapi di Inspirasi.co kita bisa menyimpannya sepanjang sejarah abad kemanusiaan masih ada .


Begitulah perkembangan zaman hari ini Nur, orang tidak hanya pandai merekayasa sosial tetapi juga pandai menjelma pena, kertas dan Buku menjadi barang yang praktis bisa dibawa kemana-mana, Netbook dan Smartphone, dan bahkan ada yang lebih canggih lagi.


semoga dengan masuknya para capital di negeri ini juga memilki solusi yang tepat untuk menyelamatkan kaum-kaum pinggiran yang termarjinalkan.

 

 April 2016

 Sumber gambar : salafy.or.id

 

  • view 282

  • Ahmad Baehaqi
    Ahmad Baehaqi
    1 tahun yang lalu.
    Polisi bahasa @kau tulis= kautulis, itu apa alasannya?

    • Lihat 1 Respon

  • Polisi Bahasa
    Polisi Bahasa
    1 tahun yang lalu.
    kau tulis => kautulis
    disaat-saat => di saat-saat

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    ada kata 'aku-saya' yang tidak konsisten.
    ada kata 'samartphone' -- gausah diedit ya

    tulisan ini bagus, dikemas versi surat. pesannya tersampaikan.
    tapi saya masih belum paham dengan kata 'menunggu kematian'

    • Lihat 3 Respon