Transformasi Sampah di Singkrah

Badrun Munajat
Karya Badrun Munajat Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 21 Februari 2016
Transformasi Sampah di Singkrah

Transformasi Sampah di Sangkrah

??????????? Di antara meriahnya Car Free Day Solo pada hari Minggu (21/02), berjajar para pedagang yang menawarkan dagangannya di kanan-kiri jalan. Di antara jajaran tersebut terselip satu stand yang menawarkan hal unik dan menarik mata. Di atas meja persegi ukuran 0,5 x 0,5 m tas, sandal dan dompet tertata rapih. Namun tas, dkk-nya tersebut tidak biasa, kenapa ? Karena bahan dasarnya adalah sampah-sampah plastik yang biasanya kita buang begitu saja. Di situ ada tiga orang perempuan berdiri di sekitar stand untuk memberi penjelasan jikalau ada orang yang tertarik pada barang-barangnya.

??????????? Reni (25) salah satu dari tiga penjaga stand menjelaskan dengan aksen jawa ?Solo?nya bahwa mereka berasal dari Bank Sampah Hidayah Asri yang ada di desa Sangkrah. Lokasi tepatnya berada di RT 06 RW 10, Pasar Kliwon, Solo. Tujuan membuat stand ini adalah mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan dengan carrmemanfaatkan sampash rumahan yang biasanya tidak terkelola dengan baik. Sehingga membuat lingkungan menjadi kotor. Ia juga menjadi promotor penggerak terbentuknya bank sampah. Ia tidak bekerja sendirian, melainkan bergerak di bawah koordinasi salah satu lembaga penyalur zakat terbesar di Indonesia yaitu Rumah Zakat.

??????????? ?Saya adalah relawan Rumah Zakat yang ditugaskan di sini (Sangkrah), yang merupakan salah satu desa binaan. Kebetulan program yang diusung adalah bank sampah?, jelasnya.

??????????? Untuk warga sendiri, ia memaparkan bahwa sudah ada kesadaran yang cukup tinggi akan sampah. Jadi setiap dua kali dalam satu bulan, yakni pekan ke-1 dan ke 3 mulai pukul 08.00 s.d 09.15, warga sudah banyak yang menyetor sampah. Mulanya, belum ada pemanfaatan untuk dijadikan barang yang lebih berguna. Tapi melihat banyak warga yang berprofesi penjahit, muncullah ide tersebut.

??????????? ?Langkah awal yang dilakukan adalah mengajak anggota bank sampah yang alhamdulillah berjumlah 30 orang melihat video inspiratif yang bertemakan pengolahan sampah. Lalu warga sepakat untuk membuat kerajinan tangan, seprti tas, sandal, dompet bahkan celemek?, papar Reni.

??????????? Awalnya ia dan warga khusunya kaum ibu merasa kesulitan untuk membuat desain dan segala macamnya, tapi dengan keyakinan dan kerja keras akhirnya dapat membuat beberapa macam produk. Sampai sekarang perlahan sudah ada pesanan, walaupun belum ramai. Dengan semangat ia juga mengatakan, bahwa untuk menambah keterampilan warga, akan didatangkan tokoh-tokoh kreatif yang sudah lama bergelut di bidang pemanfaatan sampah.

??????????? Mariyah (35) dan Sutini (30) yang merupakan warga dusun Sangkrah secara bergantian menerangkan jika warga secara keseluruhan senang dengan adanya kegiatan tersebut. Selain menjadikan lingkungannya lebih bersih, juga memberikan kegiatan tambahan kepada ibu-ibu yang jika siang hari menganggur. Bahkan, lebih jauh lagi memberi tambahan penghasilan walaupun sekarang belum sebarapa. Akhirnya, mereka berharap, jika ke depannya dusun Sangkrah menjadi dusun percontohan dan tujuan wisata di daerah Solo.

-Azam & Badrun-

???????????

???????????

???????????

  • view 124