Penduduk Desa itu..

Azmi Hafizhuddin
Karya Azmi Hafizhuddin Kategori Lainnya
dipublikasikan 15 Juni 2016
Penduduk Desa itu..

Agaknya saya mulai merasa beruntung bisa hidup di daerah terpencil, daerah miskin dan jauh dari adat “kekinian”. Ditambah lagi kondisi pedesaan yang aman tentram dan bersahaja. Hidup ditengah masyarakat kampung mengharuskan kita untuk kembali membudayakan kepedulian sesama, tidak ada istilah kepo saat kita mencoba bertanya dan peduli soal masalah orang lain. Bukankah kita itu makhluk sosial yang saling membutuhkan?

Saat ngumpul juga terasa lebih hangat, hangat dengan pembicaraan, canda tawa, diskusi dan secangkir kopi. Bukan hangat karena baterai hape yang memanas ditangan gegara lama chatting disaat ngumpul-ngumpul. Tatapan mata dan tepokan tangan dibahu jadi lebih seru dibanding icon smile atau icon emotion yang lain, teriakkan tawa juga lebih jelas ketimbang VN (voice note) yang baru saja terdownload.

Manusia-manusia disini tidak risih bila disebut sebagai orang katro, gaptek, kampungan. Ya memang mereka orang kampung, memang juga gaptek tapi pernahkah kita berfikir kenapa mereka tidak mencoba untuk lebih kekinian dengan membeli hape atau laptop, kan bisa aja? Mereka tak sampai hati membeli barang elektronik karena hasil penjualan padi dan perkebunannya tidak berbanding lurus dengan harga gadget yang selangit itu. Padahal mereka kerja pagi siang sore sebenernya untuk keperluan kita juga, buat makan kita juga tapi kenapa kita terkadang sengaja ataupun tidak sengaja menyepelekan mereka.

Tuhan memang Maha Adil, manusia-manusia itu walau tidak kenal video lucu bikin ngakak ataupun game perang-perangan, mereka tetap asyik jalanin hidup. Tontonan mereka ya pemandangan alam seluas mata mereka memandang, kadang juga mereka dapat hikmah dari apa yang mereka lihat. Mereka bisa tersenyum dan tertawa sebanyak yang mereka inginkan. Sederhana namun indah bukan?

Ya mudah-mudahan selama hidup di daerah terpencil ini bisa membawa dampak berarti bagi saya hingga saat nanti berada di wilayah “kekinian” tidak kemudian berlebih-lebihan dalam hal apapun.

 

sumber gambar : http://pemberdayaan.kemendesa.go.id/resources/images/slide2.jpg

  • view 115