CINTA SEJATI

Azma Zahara
Karya Azma Zahara Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 05 Maret 2016
CINTA SEJATI

"Kau percaya dengan film seperti ini?"

"Ya, tentu. Kenapa tidak?"?

"Ayolah! Sen, tidak ada yang namanya cinta sejati!" kataku dengan ekspresi yang meyakinkan. "Apa yang membuatmu sepercaya itu?" Tambahku.?

"Kamu sendiri? Apa yang membuatmu sepercaya sekarang bahwa tidak ada yang namanya cinta sejati?" Tanyamu balik.?aku juga tak yakin Sen, karena ada kamu yang membuatku ragu.

"Ah, sudah lah ra. Jangan sampai mood kamu dan aku kacau di hari kencan kita, oke?" Bujukmu mencoba mengembalikan suasana kencan yang menyenangkan.

"Hidupku Sen!" Dengan nada bicara yang tiba-tiba meledak.

"Aku lahir bukan dari cinta, tapi nafsu. Ibuku sejak di bangku sma sudah bekerja sebagai pelacur. Di besarkan di panti asuhan, dan di paksa bekerja. Teman sekolah yang memanfaatkan pertemanan untuk kepentingan dirinya. Aku hidup jauh dari cinta ! Apalagi di tambah kata sejati di belakangnya! Berbeda dengan kamu Sen!"tambahku dengan nada yang tidak kalah sengit, sambil menahan kepedihan dan air mata di ujung kerongkongan. Kamu terkejut luar biasa dengan reaksi seorang rara, yang biasanya tenang.?

"Aku mengerti, kita sudah pernah bicarakan ini. Ayolah ra, kamu kan punya aku" bujukmu lagi sambil memelukku. Seno selalu melakukannya untuk meredakan amarahku, sejak kami menikah

***

Pernikahan ini sudah berjalan selama 2 tahun 5 bulan. Aku dan Seno, menikah tanpa alasan yang pasti. Aku hanya tahu, bahwa Seno menghargaiku. Tapi, Cinta? Entahlah, kami sudah berada di umur siap menikah. Lalu, memutuskan menikah. Sesederhana itu saja. Bahkan, selama ini kami hanya kenalan biasa yang sering berdiskusi di perpustakaan umum. Agar pernikahan ini tidak berjalan dengan membosankan, kami membuat jadwal kencan sekali sebulan.?

Ia selalu merawatku dengan baik, menghargai privasi ku, bersama saling menutupi kekurangan. Setiap saat, Seno selalu menghujamiku dengan ciuman hangat dan pelukan. Seolah-olah ia ingin seluruh dunia tahu bahwa aku sangat berharga baginya. Aku tahu bahwa ia selalu penuh dengan kehangatan dan kejutan. Itulah Seno yang selama ini ku kenal.

***

Seno, anak dari konglomerat negeri ini. Mencintai sastra, sang pujangga yang mencoba berlogika. Meninggalkan kekayaan dan mencoba peruntungan sendiri. Memiliki pandangan idealis dan beranggapan bahwa hidup sangat indah dan penuh tantangan.?

"Tak apa, kamu tak mencintaiku. Kita akan belajar saling mencintai bersama, seiring waktu. Bukankah kamu bilang segala sesuatunya perlu proses agar menghasilkan yang terbaik" ?kata-kata itu yang dulu membuatku menerima pernikahan ini, sekarangpun masih sama.

***

"Kamu itu keras kepala banget ya, akan ku buktikan bahwa ada yang namanya cinta sejati!" Lanjutmu sambil tetap memeluknya.?

ya, buktikan sen! Kepada istrimu yang keras kepala ini!

Kencan hari ini, kami akhiri lebih cepat dari jadwal yang seharusnya.

Di jalan pulang,kami singgah mengambil hasil tes kesehatan seno dan aku di rumahsakit keluarga seno. Perintah dari mertuaku untuk melakukan kembali rutinitas setiap tahunnya, 5 tahun ia tidak pernah tes kesehatan sejak memutuskan pergi dari rumah dan memilih jalan hidupnya sendiri. Sedangkan bagiku ini pertama kalinya.

"Terus bagaimana hasilnya dok?

"Kalau Seno hasilnya sehat-- tapi Rara harus melakukan CT SCAN untuk mengetahui hasil yang lebih akurat"

"Baiklah dok, istri saya akan melakukan CT SCAN hari ini juga"?

"Mari, saya antar"

Kami pergi mengikuti dokter yang bernama Suyono tapi berdarah batak tersebut.

Tidak pernah aku segugup ini. Mudah-mudahan tidak ada penyakit yang gawat.?

CT SCAN berjalan lancar dan yang lebih membuat bahagia yakni, semuanya sehat dan baik-baik saja.

***

Sesampainya di rumah, kami membuat keputusan untuk tidur lebih awal. Ku lihat wajah seno pucat, kelelahan mungkin.?

Sebelum tidur ia memandangi wajahku dengan tatapan hangat. Sambil menggenggam tanganku ia berkata, "aku mencintaimu ra, selamanya akan tetap begitu" . Lalu mengecup keningku dengan hangat serta mengelus pipiku. Setelahnya ia tidur dengan senyum di wajahnya.

Ketika paginya Seno masih tidur, tidak biasanya begini.?

"Sen, kamu sakit?"

Seno tidak menjawab. Pada saat ini aku mencoba untuk tenang dan sekali lagi membangunkan Seno.

"Sen, bangun! Kamu sakit?"

Masih tidak ada jawaban. Aku berusaha mencari nomor telepon rumahsakit dan meminta ambulance ke rumah. Dalam waktu limabelas menit ambulance sudah datang.?

Perjalanan ke rumahsakit merupakan perjalanan terlama yang pernah ku rasakan.

***

??seno, kamu baik-baik aja kan?

Aku harap tidak terjadi yang buruk, bertahanlah sen! Demi aku dan pembuktianmu

Tetapi, perkataan dokter Suyono menghapus semua harapanku.

"Ra, keadaan Seno sudah tidak ada harapan"

"Tapi, bukankah kemarin hasil tes menyatakan ia sehat?"

"Sebenarnya, ia ingin kamu tidak perlu khawatir tentang kesehatannya. Seno sudah sakit kanker darah sejak dua tahun lalu, tidak lama setelah kalian menikah"

Pernyataan dokter Suyono membuatku mematung. Namun, itu belum seberapa setelah perawat datang tergesa-gesa ke ruangan dokter.?

"Gawat dok! Pasien di ruang ICU detak jantungnya melemah"

"Baik saya segera ke sana!"

Tuhan, jangan KAU ambil ia secepat ini!

***

Jam menunjukkan delapan lewat duapuluh lima menit. Waktu Seno pergi untuk selamanya. Meninggalkan aku, sendiri.?

Suamiku, kamu bahkan belum membuktikan perkataanmu. Kenapa tidak bertahan demiku??

Kerabat dan orangtua Seno hadir silih berganti mencoba mendampingiku. Entah kenapa, rasanya kepergiannya begitu berat. Awalnya,ku pikir ini hanya sementara dan aku dapat melanjutkan hidup seperti biasa, atau bahkan dapat menggantikan sosok Seno dalam hidupku. Tapi, aku salah besar!

?

Ini sudah tigapuluh tahun sejak kamu meninggal Sen. Tapi kenapa masih terasa berat. kamu selalu ada di hatiku ?dan pikiranku selamanya, tak tergantikan . Terkadang, aku berfikir 'inikah cinta sejati itu suamiku?'. Terimakasih atas cinta yang selama ini kamu berikan. Yang terlambat ku akui. Terimakasih sudah membuat hidupku penuh cinta dengan menambah kata sejati di belakangnya{}

?

Lupa

Ketika deretan kata mendadak asing

Padamu waktu berhenti berputar

Tersimpan dalam sebuah pembuktian

Teriakkan pada mereka?

Yang tak percaya cinta sejati

Katakan pada mereka sayangku

Para filsuf yang mendebatkan arti cinta

Bahwa bagiku kata lain dari cinta

Adalah Seno

?

Untuk kamu

Yang selalu ada

Didalam doaku kepada tuhan.

?

  • view 163