Hujan Turun Lagi

Azizah Himawati
Karya Azizah Himawati Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 November 2016
Hujan Turun Lagi

Suara rintik hujan dan derum sepeda motor yang sesekali lewat di depan rumah adalah perpaduan yang elok pagi ini. Barangkali, sampai akhir tahun nanti hujan akan terus turun. Atau bahkan, hingga awal tahun 2017 . Artinya, aku akan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Lebih banyak menulis. Tentang apapun. Dan mungkin tentang kamu.

Ada yang sedikit berbeda dengan hujan pagi ini. Ada hati yang lebih tabah saat hujan turun. Hati yang tak lagi perih saat membuka tulisanmu, atau tulisanku tentangmu. Dari hujan, aku belajar melepaskan. Tentang langit yang rela ditinggalkan rintik hujan. Tentang kerelaan melihat hujan berjumpa dengan bumi untuk membawa kedamaian. Kebahagiaan. Ketabahan langit  mahaluas. Karena baginya, melepaskan apa-apa yang tak selamanya jadi miliknya adalah kebahagiaan. Ya, Penerimaan terbaik adalah melepaskan dengan segenap keikhlasan.

Langit yang tabah, hujan yang damai, dan bumi yang menahan rindu sucinya. Akulah si langit itu, yang akan belajar mengikhlaskanmu---dengan waktu yang akan mengobati. Kamu, hujan yang damai. Tak sedikitpun ada yang berubah dari dirimu. Aku tetap melihatmu sebagaimana kali pertama dulu aku jatuh hati padamu. Engkau tetaplah lelaki bersahaja berhati samudera. Dan dia, bumi yang menahan rindu sucinya. Tak ada yang salah dengan perasaan rindu. sebagaimana aku yang tetap merindumu, dia pun berhak atas perasaan itu. Datanglah padanya. Di mataku kau tak akan berubah. Lelaki bersahaja berhati samudera.

13 Nov 2016

  • view 395