Belajar Dari Raja Sombong

ayu sriwahyuni
Karya ayu sriwahyuni Kategori Inspiratif
dipublikasikan 29 Desember 2016
Belajar Dari Raja Sombong

 

Belajarlah dari raja sombong Namrud…!!!

Allah ta’ala berfirman:

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah Dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

(QS. al-Baqarah: 258)

 

Siapakah orang yang berani mendebat Nabi Ibrahim, mengaku sebagai tuhan yang menghidupkan dan mematikan ??

Dialah manusia yang dikemudian hari berusaha membakar Nabi Ibrahim (yang “hanya” dibela oleh Allah Tuhan Yang Hakiki kemudian kawanan semut…!!! Tanpa modal pasukan dan kekayaan dunia…!!!). 

Siapakah orang yang disebut oleh Allah berani menentang dakwah nabi Ibrahim sebab memiliki kekuasan ??

Dialah raja yang berkuasa lebih dari 400 tahun dengan segala kekejaman dan kekejiaannya...

Dialah Raja Babilonia bernama Namrudz, musuh penentang dakwah nabi Ibrahim dan penah berusaha untuk membunuh nabi Ibrahim di masa bayi, karena dia bermimpi ada seorang bayi yang menghancurkan mahkota kerajaannya…

Bagaimana nasib Namrudz…???

Rupanya, si Namrudz ini akhirnya mati dengan cara yang sangat remeh. Telinganya dimasuki seekor nyamuk yang berputar-putar di dalam kepalanya selama empat puluh hari atau empat puluh bulan.

Sehingga Namrudz merasakan kesakitan (saking sakitnya, sehingga dia selalu meminta agar para pengawalnya memukuli kepalanya setiap kali rasa sakit itu menimpa) dan mati karenanya…

REMEH sekali kan matinya Namrudz…!

Rupanya Allah ta’ala yang Maha Menguasai Alam Semesta (Tuhan Hakiki ini…) tidak ingin manusia mengenang akhir hayat manusia-manusia sombong dengan kehebatan kesombongan.

Allah tidak berkehendak si Namrudz mati di medan perang melawan seorang nabi (misalkan, sehingga orang mengenang kehebatannya)…sebagaimana Raja Sombong Fir’aun pun mati tenggelam (kaya bayi mati di empang…GITU)…ataupun si Jalut yang takluk di tangan pahlawan seorang anak bernama Daud yang masih kecil (anak sekarang nyebut: CEMEN LU !) ….demikian pula si Abu Jahal yang tewas di tangan dua anak kecil pada perang Badar…

Allah mengajarkan kepada manusia seluruhnya, bahwa Dialah yang Maha Kuasa.

Dialah yang Mencipta dan Mengatur alam semesta.

Semua manusia sombong hanyalah budak hina bagiNya & memfitnah Karana kesombongannya, panjangnya umur mereka hanyalah waktu menambah kehinaan & Karana kesombongan yg tidak mau di kalahkan mulut yg di bicrakannya, sebelum Dia mematikan orang-orang itu.

Penentangan dan Siksaan yang manusia-manusia sombong timpakan kepada para muslim pembela kebenaran, hanyalah menambah cepat kehancuran mereka. 

Manusia sombong tdk pernah mau belajar, karena mereka merasa dirinya paling hebat & kuat yg tdj bs di kalahkan…??

Bukankah mereka tdk butuh Allah…?

  • view 215