Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Politik 26 Juni 2018   11:51 WIB
Tak Gunanya Kampanye Hitam dan Superioritas Ridwan Kamil

Pilkada serentak yang juga diikuti oleh Jawa Barat tinggal sehari lagi. Semakin mendekati hari H justru oknum-oknum tertentu masih menggunakan berbagai cara kotor – atau mungkin memang ini momen terbaik untuk menggunakan cara-cara kotor.

Di pilgub Jawa Barat, misalnya, sosok Ridwan Kamil yang hingga kini masih memuncaki berbagai survei, rupanya diserang lagi oleh kampanye hitam yang sebenarnya bukan kali pertama: isu LGBT.

Dituturkan merdeka.com, isu kampanye hitam itu berwujud selebaran. Warga menemukannya saat beraktivitas di Car Free Day (CFD) Dago, Minggu pagi. Selebaran itu berisi pernyataan yang menyerang Ridwan Kamil dengan isu LGBT.

Wahai Ridwan Kamila pa gak takut Alloh murka seperti kepada kaum Nabi Luth yang juga penyuka sesame laki-laki. Naudzubillahi mindalik.

Begitulah yang tertulis di leaflet tersebut.

Tentu kita semua tahu maksud di balik pamflet itu adalah untuk menggembosi elektabilitas Ridwan Kamil. Sayangnya hal itu adalah sesuatu yang kotor. Menjijikkan. Praktik-praktik seperti ini menunjukkan betapa buruknya iklim demokrasi. Ini benar-benar suatu pemandangan yang mempertontonkan sebuah sikap yang licik.

Andai mereka berani menunjukkan identitasnya, mungkin fakta-fakta ini bisa dimintakan tanggung jawabnya dari sang penyebar. Tapi sebab mereka tak mau menunjukkan diri, jelas ini sekedar upaya tak bertanggung jawab, yang tujuannya jelas hanya untuk merusak citra Ridwan Kamil. Mari lawan kampanye hitam dengan pikiran yang cerdas.

***

Tapi biar berapa pun banyaknya kampanye hitam, akhirnya orang-orang yang baik, yang mengedepankan kesungguhan, memperoleh pertolongan dari Allah. Terbukti Ridwan Kamil tenang-tenang saja dan sabar menghadapi berbagai isu yang menyerang dirinya. Dan warga Jawa Barat, Alhamdulillah, tidak begitu terganggu dengan isu-isu tersebut. Mereka lebih memilih mempercayai apa yang mereka ketahui dari Ridwan Kamil tentang apa yang dituturkan dengan buruk oleh orang-orang – yang bahkan tak berani menunjukkan hidungnya.

Hingga saat ini, keunggulan Ridwan Kamil terus terjaga dengan baik. Superioritas Ridwan Kamil tak tertandingi oleh kandidat-kandidat yang lain.

Dalam survei Denny JA, pasangan Rindu mencapai angka elektabilitas sebesar 38,3 persen. Pasangan Deddy-Dedi mendapat 36,2 persen. Posisi ketiga dan keempat diisi oleh pasangan Asyik (8,2 persen) dan Hasanah (7,7 persen).

Dengan hasil ini, Toto Izul Fatah (Direktur Eksekutif LSI Denny JA) mengatakan bahwa sulit bagi Asyik dan Hasanah untuk mengejar ketertinggalan dari RINDU dan Deddy-Dedi.

Adapun survei lain, yang dilakukan pada 18-22 Juni 2018, menyebutkan bahwa Ridwan Kamil dan pasangannya susah untuk tergeser lagi. Pasangan RINDU lebih berpeluang ketimbang dari yang lainnya untuk memimpin Jawa Barat.

Pernyataan ini datang dari Direktur Eksekutif, Poltracking, Hanta Yuda. Dalam survei itu, tingkat elektabilitas Rindu mencapai 42 persen. Sementara pasangan Deddy-Dedi hanya 35,8 persen. Di posisi ketiga dan keempat adalah pasangan Asyik 10,7 persen dan pasangan Hasanah 5,5 persen.

“Jika tidak ada dinamika politik, RK lebih besar peluang,” katanya.

Sampai di sini kita tahu, hoaks atau kampanye hitam tak dapat mengalahkan kuasa (pilihan) rakyat untuk memilih Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum.

Karya : Ayu Rahmah