Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Politik 20 Juni 2018   02:00 WIB
Pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum Berharap Indonesia Damai

Setiap orang merindukan kehidupan yang harmonis. Tak ada perselisihan. Tak konflik. Begitulah jiwa-jiwa yang sebenarnya menginginkan kehidupan yang tenang, tertib dan aman. Maka tidak heran jika momen-momen seperti idul fitri dijadikan landasan untuk melakukan renungan diri untuk kembali ke kehidupan yang suci. Setiap orang berharap momen lebaran adalah momen untuk saling maaf-memaafkan.

Tak terkecuali Ridwan Kamil. Cagub Jawa Barat ini menyampaikan agar momentum idul fitri ini menjadi bekal dalam menjalani sebelas bulan ke depan. Dengan kata lain, ada harapan dari Ridwan Kamil bahwa momen ini memiliki kesan yang kuat, yang membatin, terutama nilai-nilai persaudaraan dari perayaan idul fitri ini.

Rasa persaudaraan yang kuat semoga dapat menjadi modal dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara ke depan. Momen lebaran bagi Ridwan Kamil dinilainya sebagai dasar yang memungkinkan untuk selalu melakukan perbaikan dalam persaudaraan. Jika selama beberapa bulan sebelum idul fitri, persaudaraan sempat retak karena satu dan lain hal, momentum lebaran ini memungkinkan kita untuk kembali mempererat tali silaturrahmi.

Ridwan Kamil mengedepankan persaudaraan sebab itu sebagai dasar dari persatuan sebagai satu bangsa. Kehidupan sebagai satu bangsa tidak mungkin terus-menerus dalam situasi konflik. Itu menyebabkan keretakan. Buah dari keretakan adalah memungkinkan kita diadu-domba oleh bangsa lain di luar kita. Itulah yang ditakutkan. Di situlah relevansi ungkapan Ridwan Kamil terkait doa dan harapannya agar bangsa ini kuat dalam persaudaraan.

Selain itu, momentum idul fitri bagi Ridwan Kamil diharapkan dapat menambah derajat ketakwaan. Memang salah satu tujuan puasa ramadhan salah satunya ditegaskan di dalam al-Qur’an adalah untuk menambahkan ketakwaan. Takwa adalah melaksanakan segala yang diperintah Allah dan menjauhi larangannya.

Bila dikaitkan dalam konteks perhelatan politik, pesan takwa hendaknya menjadi pemicu untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Bila pun pilkada dipenuhi dengan kompetisi, maka kompetisi yang ada haruslah sejalan dengan nilai-nilai dan semangat yang dibenarkan oleh agama. Misalnya, jika selama ini ada banyak cara yang dihalalkan seperti menyebarkan fitnah, hoaks dan berita-berita yang memancing permusuhan, melalui pesan takwa, sebaiknya hal itu dihindari.

Sejauh ini Ridwan Kamil seringkali diserang oleh berbagai fitnah dan hoaks. Cara-cara seperti itu tentu saja dapat dipahami sebagai bentuk atau unjuk kemampuan mereka dalam mengimbangi berbagai prestasi Ridwan Kamil. Mereka tidak mampu melakukan cara yang memungkinkan untuk mendeskreditkan Ridwan Kamil. Maka fitnah dan hoaks adalah cara paling efektif. Maka jalan itu diambilnya dengan baik.

Dengan pesan takwa, hal seperti itu sebaiknya dihindari. Penggunaan fitnah dan berbagai hoaks jelas tidak dibenarkan. Marilah tingkatkan kompetisi yang lebih masuk akal, kompetisi yang mengedepankan kecerdasan politik, yang dapat menghadirkan edukasi politik kepada rakyat Jawa Barat.

Maka benar kata Ridwan Kamil: saya doakan bekal satu bulan di Ramadhan bisa menjadi bekal untuk 11 bulan kemudian dan meningkatkan derajat ketakwaan kita lebih baik lagi dan mudah-mudahan semakin damai.

Uu Ruzhanul Ulum pun ikut menimpali: jangan bertengkar supaya negeri yang indah ini bisa kita bangun dengan ilmu, kerja keras, dan persatuan sambung pasangan Uu Rhuzanul Ulum ini.

Karya : Ayu Rahmah