Petinggi ICMI dan Dukungan Dua Periode untuk Jokowi

Ayu Rahmah
Karya Ayu Rahmah Kategori Politik
dipublikasikan 09 Desember 2017
Petinggi ICMI dan Dukungan Dua Periode untuk Jokowi

Dalam silaturrahminya dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat (8/12/2017), Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menyatakan dukungannya kepada Joko Widodo untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode 2019-2024 (tribunnews.com). Dukungan itu diberikan olehnya bukan semata-mata persoalan kepentingan pribadi (hal yang tentu saja ditolak oleh mereka yang tidak setuju dengan pemerintahan Joko Widodo) melainkan karena mempertimbangkan beberapa hal.

Pertama, Presiden Joko Widodo tengah melakukan beberapa pembangunan yang penting bagi bangsa ini. Tetapi demi menjamin keberlanjutan dari pembangunan ini, maka diperlukan kelanjutan dari kepemimpinan yang ada. Dengan kata lain, Presiden Jokowi mesti diberi kesempatan lima tahun ke depan untuk melanjutkannya. Sebab apabila pemimpin nasional berganti, maka pembangunan yang sudah dimulai oleh pemimpin sebelumnya berpotensi kembali ke nol. Jimly meyakini bahwa ada proses panjang yang memerlukan estafet kepemimpinan antargenerasi secara berkesinambungan.

Kedua, Jimly menginginkan pemerintahan yang stabil dengan kepemimpinan yang sungguh-sungguh pada setiap sepuluh tahunan. Kesungguhan kepemimpinan dinyatakan oleh Jimly dalam tiga hal setidaknya: yakni bekerja nyata untuk rakyat, bersikap konsisten dan ketiga predictable. Jika memperhatikan kepemimpinan Joko Widodo selama ini, beberapa karakter poin ini begitu terlihat. Jokowi adalah pemimpin yang bekerja nyata, konsisten dan kerjanya benar-benar terprediksi dengan baik.

Tentu saja pernyataan dukungan dari Jimly Assiddiqie kepada Jokowi boleh disepakati atau tidak. Bagi yang kontra terhadap Joko Widodo, pernyataan Jimly bisa dinilai sebagai pernyataan politis belaka yang kegunaannya hanya untuk melegitimasi dan menarik dukungan publik. Jimly adalah seorang tokoh publik. Pengakuannya punya peluang besar untuk didengar oleh publik untuk mendukung Jokowi. Sebaliknya, bagi yang pro Jokowi, ungkapan ini semakin memperkuat untuk mendukung pemerintahan incumbent.

Kepuasan atas Kinerja Jokowi-JK

Terlepas dari suka atau tidak suka, jika memperhatikan survey belakangan ini atas pemerintahan Jokowi-JK, pernyataan dukungan Jimly terhadap pemerintahan Joko Widodo memiliki dasar yang kuat. Meskipun kepemimpinannya dilanda berbagai macam isu, tetapi Jokowi-JK – dengan kepemimpinannya yang sederhana dan merakyat – tetap menarik perhatian rakyat. Mari kita lihat beberapa survey terakhir tentang tingkat kepuasan publik atas pemerintahan Jokowi-JK.

Dalam temuan survey poltracking menunjukkan bahwa tingkat (i) tingkat kepercayaan publik atas kepemimpinan Jokowi-JK mencapai 70,5%. Sedangkan (ii) tingkat kepuasan publik atas kinerja presiden dan wakil presiden mencapai 67,9 %. Bila dirinci lebih detail, tingkat kepuasan tertinggi ada pada bidang pendidikan (67,9 %), bidang kesehatan (67,3%), dan bidang pertahanan dan keamanan (57,6%). Penilaian publik yang lain atas kinerja Jokowi-JK yang dianggap paling berhasil adalah pembangunan infrastruktur (69%), pelayanan kesehatan yang terjangkau (65%) dan pendidikan yang terjangkau (62%) (Survey Poltracking, 8-15 November 2017).

Tingkat kepercayaan dan kepuasan publik atas kinerja pemerintah Jokowi-JK merupakan indikasi penting bagi kemungkinan besar dukungan agar pemerintahan ini melanjutkan kinerjanya. Dengan kata lain, indikasi tingginya kepuasan ini memungkinkan Jokowi kembali menduduki puncak kepemimpinan di negeri ini untuk melanjutkan – meminjam bahasa Jimly Assiddiqie – estafet kepemimpinannya. Berdasarkan survey poltracking, terdapat 59,8 % yang setuju apabila presiden melanjutkan pada periode 2019-2024. Beberapa alasannya adalah Jokowi dianggap sebagai presiden pro-rakyat (44,2 %) dan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur (27,1 %). (Survey Poltracking, 8-15 November 2017).

Jokowi Pilihan Rakyat

Hingga saat ini, Jokowi tetaplah merupakan presiden yang dicintai oleh rakyat. Indikasi dari kecintaan ini terbukti dari tingginya dukungan publik yang menginginkan agar dia melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua. Sebagai petunjuk, ketika disandingkan dengan tokoh-tokoh nasional lainnya, Jokowi tetaplah tertinggi yang memperoleh dukungan dari publik untuk menjadi presiden di periode 2019-2024.

Misalnya, survey Indobarometer mencatat bahwa nama Jokowi muncul sebagai tertinggi dalam pilihan publik sebagai calon presiden (34,9 %). Di bawahnya, ada nama Prabowo Subianto (12,1%), Anies Baswedan (3,6%), Basuki Tjahaja Purnama (3,3%), dan seterusnya (Indobarometer).

Tren elektabilitas Jokowi – dibandingkan nama-nama yang lainnya – selama tiga tahun terakhir juga menunjukkan konsistensi. Indobarometer mencatat: elektabilitas Jokowi berada pada angka 37,9 persen (Maret 2015), 28,2 persen (September 2015), 37,5 persen (Oktober 2016), 45,6 persen (Maret 2017) dan 41,8 persen (Novermber 2017).

Dengan memperhatikan tren ini, pernyataan harapan dari Jimly Assiddiqie agar Jokowi melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua kian memperoleh dasar yang meyakinkan. Seterusnya, harapan keberlanjutan pembangunan menjadi kian terbuka. 

  • view 116