Sayonara

Ayu Lazuardi
Karya Ayu Lazuardi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 Oktober 2016
Sayonara

Itu judul lagu kesukaannya sejak ia masih memakai seragam sekolah berwarna jingga. Sekolah yang katanya bernama taman kanak-kanak tapi lebih terasa mirip penjara. Baginya, tentu hanya baginya. Karena ia melihat anak-anak lain tertawa, bahagia seakan ingin selamanya di sana. Sedangkan ia sibuk menghitung angka-angka, menerka berapa detik lagikah?
 
Lagu itu, ya hanya lagu itu yang mampu menciptakan binar di matanya setelah detik demi detik yang terasa sangat panjang. Ia akan tersenyum lebar sekali ketika tiba saatnya menyanyikan lagu itu. Sayonara. Lalu segera dikemasnya barang-barangnya. Ia rapikan tali sepatunya. Sayonara. Berbaris rapi menuju pintu. Diciumnya tangan Ibu Guru. Sayonara.
 
Itu kata yang membuatnya diteror tanya belakangan ini. "Kenapa kamu mudah sekali mengucapkannya?" Begitu lelaki itu berujar, menatapnya penuh cela. Lalu ia tak tahu harus menjawab apa.
 
Mungkin ia memang terbiasa menginginkannya. Mungkin ia terbiasa menghitung waktu, menantinya. Mungkin bahkan ia telah terbiasa menyanyikan dalam hatinya sebelum tiba saatnya menyanyikan lagu itu bersama-sama. Sayonara.
 
Ia berharap masih dapat mencium tangan lelaki itu sebelum berjalan ke arah pintu. Walau lelaki itu bukan Ibu Guru. Sayonara.

  • view 163