Menjumpai Separuh hati

Ayu Lazuardi
Karya Ayu Lazuardi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Mei 2016
Menjumpai Separuh hati

Separuh hati, kau tahu aku tak pernah ingin pergi. Sejak pertama kali kukenal denyut nadimu, aku telah berjanji akan selalu menyertaimu. Dan sungguh, aku memang akan selalu menyertaimu.

Saat tak kau temui wajahku, coba kau pandang telapak tanganmu. Di sana akan kau jumpai benang-benang doaku yang menyertai setiap gurat hidupmu. Di sana, akan kau temui aku. 

Lalu kau akan terkenang dengan masa kecilmu dulu, berceloteh riang menggamit tanganku. Kau bercerita tentang apa saja yang terlintas di kepala.

Seringkali, kau antusias bercerita tentang ayam tetangga yang kau kejar-kejar setiap hari. Kadang, kau juga bercerita tentang laut dan ikan. Sementara pikiranku mengkhayalkan dirimu di masa depan, membayangkan kau tumbuh gagah dan menawan. 

Tentangmu, aku selalu merasa kekurangan waktu. Begitu cepat kau tumbuh, menghadirkan kekaguman-kekaguman baru dalam hatiku. Dan kadang, jujur saja aku takut kehilanganmu. Kendati pun aku tahu, aku tak pernah benar-benar memilikimu. 

Maka saat ketakutan itu tiba, aku memilih menghadapinya. Aku memilih menerima. Aku mendekap rasa takut itu sekaligus menyadari bahwa kita tak bisa selalu bergenggaman tangan. 

Di saat-saat seperti itulah, kau akan menjumpaiku bernyanyi sebuah lagu. Dengan begitu, hatiku menjadi lebih kuat untuk melepasmu.

Spread your wings and prepare to fly. For you have become a butterfly. Fly abandonedly into the sun. 

Terbanglah sayang, bahagia kau jelang. Terbanglah pangeran, Ibu tahu kau akan selalu ingat pulang. 

 

 

 

 

 

 

 

  • view 173