Politik dan Kaum Muda di Jawa Barat

Politik dan Kaum Muda di Jawa Barat

Ayodia Rahmah
Karya Ayodia Rahmah Kategori Politik
dipublikasikan 22 Februari 2018
Politik dan Kaum Muda di Jawa Barat

“Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia”. (Soekarno)

Kalau kita adalah kaum muda dan kita menyerap semangat pesan itu, ada hal penting yang terkandung: kaum muda sebaiknya tidak diam diri. Segenap gairah dari kapasitas dan energi yang muda hendaknya ditujukan untuk hal-hal yang positif, yang bermanfaat bagi lingkungan sosial, bagi bangsa dan negara.

Jika pernyataan Soekarno di atas masa dahulu punya relevansi untuk menggugah perjuangan kaum muda demi tujuan kemerdekaan, lalu kini pernyataan itu bisa dibaca dalam momentum seperti apa?

Tentu saja ada banyak momentum di masa kini di mana kaum muda dibutuhkan. Yang penting dari pesan itu adalah semangat ‘ambil’ bagian dan semangat kontribusi kaum muda dalam tiap momentum penting. Misalnya, penulis ambil contoh, momentum perhelatan pilkada di Jawa Barat. Momentum pilkada (di Jawa Barat) ini penting sebab menentukan nasib daerah tersebut dalam lima tahun ke depan.

Sebagai hajatan politik yang menentukan masa depan daerah, kaum muda (Jawa Barat) harus bersikap kritis. Sikap kritis tersebut bisa diwujudkan dalam pertanyaan penting: siapa pemimpin yang dianggap paling ‘ideal’ bagi Jawa Barat? Idealnya pemimpin dalam pandangan mereka diukur dari jejak rekam seperti apa? Apakah capaian prestasi para calon yang mereka pertimbangkan?

Kaum muda di Jawa Barat yang jumlahnya tinggi (menurut KPU ada sekitar 30 persen) jelas memiliki peran sebagai motor bagi pilkada di Jawa Barat. Mereka bisa menjadi motor bagi pemilih lainnya untuk benar-benar menentukan pilihan politiknya secara sadar dan tercerahkan oleh informasi yang benar. Mereka bisa berbagi akses informasi kepada pemilih lainnya sehingga mereka juga turut terangsang bersikap kritis.

Muara dari sikap kritis tersebut: pemilih Jawa Barat jadi pemilih yang mampu mempertimbangkan hal-hal penting dari seorang pemimpin. Seperti kecakapan pemimpin, pengalaman, sikap yang merakyat, kemampuan inovasi dan kreatifitas dari seorang pemimpin, semua itu akan benar-benar menjadi ‘objek’ sorotan bagi pemilih di Jawa Barat.

Kaum muda memiliki banyak akses informasi yang bisa dijadikan acuan bagi preferensi politik mereka. Mereka memiliki banyak kesempatan untuk mengenali setiap calon pemimpin yang akan menjadi pemimpin bagi mereka. Mereka adalah pengguna aktif dari berbagai media sosial seperti twitter, facebook, instagram dan media-media pemberitaan yang berbasis online.

Kesempatan waktu dan kemampuan atas akses merupakan ‘berkah’ tersendiri bagi mereka. Dengan itu – yakni dengan kemampuan akses atas informasi – mereka akan lebih mungkin berhasil menemukan pemimpin yang benar-benar sungguh mendekati kelengkapan dari kriteria seperti yang diingini sikap kritis mereka. Mereka akan segera bisa mengenali sosok dan jejak rekam para calon pemimpin di Jawa Barat.

Sosok muda menjadi role model bagi kepemimpinan Jawa Barat ke depan. Sebab, di tengah persoalan yang terjadi di Jawa Barat dibutuhkan sosok pemimpin yang berani melakukan terobosan dan inovasi dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Hal itu hanya akan bisa dilakukan oleh semangat kaum muda.

Tanpa menegasikan peran orang tua, sosok anak muda memiliki peran yang lebih besar karena mereka memiliki semangat dan idealisme serta kreatifitas. Maka kesempata bagi anak-anak muda untuk tampil dalam kontestasi politik perlu dipertimbangkan.

Dalam semangat memilih berbasiskan kesadaran menelaah jejak rekam dan prestasi, juga memperhatikan unjuk kampanye masing-masing, maka calon pemimpin yang unggul tentulah adalah dia yang mampu meyakinkan publik Jawa Barat dengan keberhasilan capaian atau prestasinya, dia yang paling mampu melakukan inovasi dan kreasi, dia yang paling mampu menunjukkan bukti bukan janji.

Di bawah semangat memilih seperti ini, kampanye hitam atau hoaks menjadi kehilangan signifikansinya. Publik yang terangsang sikap kritis melalui informasi yang benar, mereka tentu akan sadar kepada siapa mereka memutuskan pilihan. Di bawah semangat itu, Jawa Barat bisa menjadi barometer demokrasi yang baik.

  • view 121