'Ruang Khusus' dari Inspirasi.co

Ayin Elfarima
Karya Ayin Elfarima Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 April 2016
'Ruang Khusus' dari Inspirasi.co

Tulisan ini bukanlah review tentang inspirasi.co, tetapi mengenai perjalanan saya sebagai salah satu penghuninya sekaligus rangkaian ucapan terima kasih saya. Sebab rasanya masih terlalu dini bagi saya yang baru bergabung satu bulan sepuluh hari serta masih jarang berkunjung dan berkarya untuk memberi sebuah review, sehingga lebih penting untuk berterima kasih kepada inspirasi.co dan para inspirator yang tergabung di dalamnya.

---

Sebelum bergabung dengan inspirasi.co, sebenarnya platform media sosial semi-blog ini bukanlah hal yang asing bagi saya. Selain mengikuti fan page CEO, saya juga berteman dengan beliau dan istri, masing-masing sejak Februari dan Maret 2009 di facebook. *gak ada yang nanya. Plaaak. Jadi, saya cukup sering melihat tentang inspirasi.co berseliweran di beranda saya. Namun karena kesibukan waktu itu (alasan aja ini mah), sekadar mengintip saja tidak saya lakukan apalagi untuk berkunjung dan bergabung.

Pada 6 Maret 2016, akhirnya saya tergoda untuk bertamu ke inspirasi.co. Yang pertama saya lakukan adalah membuka About us, lalu membaca dengan cermat Terms and Conditions, selanjutnya mencari tahu mengenai Membership. Saya juga menyempatkan diri untuk melihat karya-karya yang ada dan ternyata begitu banyak karya hebat serta menarik. Mereka, para inspirator, sepertinya begitu giat menuangkan ide-ide yang dimiliki dalam beberapa bidang yang disediakan oleh inspirasi.co. Hal ini memantik semangat saya untuk segera bergabung dan menciptakan karya. Saya pun akhirnya mendaftarkan diri sebagai anggota.

Keesokan harinya, saya mem-follow Mas Donny si Pecandu Kopi --yang waktu itu masih pada level ‘Inspiration Addict’-- karena membaca ulasan redaksi yang ini. Pun Mas Donny adalah inspirator pertama yang hari itu berinteraksi dengan saya di tulisannya tentang buku dan kopi. *niat banget saya ngebongkar rumah orang sampai ke halaman paling belakang :D. Beliau juga termasuk dalam tiga orang follower pertama saya bersama Mas Aydi Rainkarnichi dan Bang Rezzphoria yang katanya memiliki misi menyebarkan semangat untuk saling menghargai perbedaan. Yang terakhir saya sebut adalah orang pertama yang mempromosikan karya saya dan cukup sering meninggalkan jejak ‘senyuman’ pada karya-karya saya. Sementara saya baru mendatangi satu bagian saja dari ‘rumahnya’. *macam tak tahu berterima kasih saja aku ini.

Adapun tulisan pertama, saya posting beberapa hari setelah bergabung. Terima kasih untuk Ade si Nasi Padang karena telah menjadi salah satu orang yang menyukai karya pertama saya itu, walaupun kita mulai akrab --tepatnya saya yang sok akrab-- dua minggu kemudian di Catatan Akhir Bulan si Anis.  Di situ saya benar-benar sok akrab dengan semua inspirator yang berkomentar. Respon sana respon sini padahal belum kenal :D

Meskipun sebenarnya interaksi awal saya dengan Anis dan Bagus adalah berkat thumbnail unik pada puisi Secangkir Kopi milik Bung Hilmi, tetap saja saya merasa bahwa Catatan Akhir Bulan merupakan titik awal saya membuka diri; berbaur dan ikut meramaikan suasana begitu saja meski sebelumnya minim bahkan tak pernah ada interaksi dengan tuan rumah dan sebagian besar tamu yang mampir. Kenapa saya katakan titik awal? Karena setelah malam itu, saya bertekad untuk giat berkarya –paling tidak dalam seminggu ada yang saya hasilkan (sebenarnya sih satu hari satu karya mulai bulan April ini, tapi, aaargggh, ketahuan kan jadinya kalo tekad saya tinggal tekad) demi melihat karya-karya mereka yang luar biasa. Saya juga mulai menanamkan pada diri ini untuk rajin memberi komentar pada karya inspirator lain, karena seperti apa yang pernah ditulis oleh si Komentator Ngasal bahwa ngomen adalah bagian dari ikhtiar untuk mengapresiasi karya orang, entah itu positif atau negatif.  

Saya lantas mengawali usaha pemenuhan tekad tersebut dengan mengunggah sebuah puisi. Beberapa dari inspirator yang namanya ada di atas berkunjung dan bikin ramai di puisi tersebut. Hal itu --bagi saya-- merupakan tanda bahwa mereka menerima dan mengapresiasi keberadaan saya sebagai teman sesama inspirator meskipun saya belum ada apa-apanya dibanding mereka dalam urusan menghasilkan karya. Pada postingan itu pula untuk pertama kalinya saya berbalas puisi dengan si Bapak Ahmad Solihin yang katanya 100% asli Garut. *jadi pengin makan dodol garut, eh. Dan, berkat mereka, tulisan saya itu sempat berada di jajaran ‘Top Comments’ dan juga ‘Top 10 View’. *silakan yang mau tepuk tangan :D

 

*Maafkan gambar yang kabur

Kemudian keakraban semakin terasa di postingan saya yang thumbnail-nya make foto si Abang Juragan Pop Mie dan juga di puisi Bolehkah Aku Bertanya?, sampai-sampai CEO muncul memberikan awards untuk komentar Mbak Ade sebagai ‘Komentar Terniat of The Year’.

Terima kasih juga ingin saya sampaikan ke beberapa inspirator berikut.

Buat Bung Berkarya, saya akan selalu ingat kalau anda merupakan orang pertama yang memberi komentar di salah satu karya saya. Begitu pula halnya dengan Mas Dicky sebagai orang pertama yang menuliskan bentuk apresiasinya untuk salah satu puisi saya di ‘rumahnya’.

Mas Lelaki dan Benang (mohon maaf saya gak tahu nama aslinya) yang telah mendoakan si ‘Mu’.

Mbak Putri yang rajin me-like tulisan saya.

Mbak Eny untuk kata ‘persona’nya :D.

Si Cha dan Mbak Vera yang enggak cuma mau berteman dengan saya di inspirasi.co tapi juga di facebook.

Kang Bayu yang baru ‘kenalan’ dua hari lalu di sini.

Si Siluet Hitam Putih (aduh, maaf saya gak tahu nama aslinya) dan Mas Agung yang baru saya kenal berkat tulisan ini.

Pak Polisi yang sebelumnya hanya me-like beberapa karya saya akhirnya mau meninggalkan komentar bahkan menilang saya.

Nnggg… siapa lagi yang belum ya? Untuk yang namanya tidak saya sebut, mohon maaf ya. Mungkin kita perlu lebih sering berinteraksi agar kita tetap ingat satu sama lain :D

---

Keakraban yang ada membuat saya kemudian selalu ingin kembali lagi dan lagi ke inspirasi.co, bahkan di sela-sela jam kerja ketika sedang tidak banyak pekerjaan. Perlahan tapi pasti, saya berkunjung ke beberapa rumah inspirator, khususnya yang telah sering berkomunikasi, untuk kemudian saya akan meninggalkan seulas senyuman ataupun bejibun komentar. Namun ada juga beberapa inspirator yang saya belum sempat berkunjung secara khusus ke ‘rumah’ mereka. Hal ini karena dari penglihatan sepintas saja, bisa dipastikan bahwa karya-karya mereka bukan karya sembarangan. Misalnya saja karya-karya dari Pak Bay ^_ dan Pak Dinan. Dibutuhkan waktu khusus untuk membaca karya-karya mereka. Saya --dan pastinya semua inspirator-- memang bukan tipe orang yang bisa begitu saja memberikan like atau berkomentar tanpa membaca dan mengerti karya yang akan saya apresiasi. Tapi saya sudah berjanji akan datang ke ‘rumah’ mereka.

Oh ya, untuk Pak Bay ^_, sampai postingan ini saya upload ternyata kita belum saling follow. Tapi, terima kasih sudah mau mampir ke ‘rumah’ dan mengomentari salah satu puisi imajiner saya. ^_

---

Sejujurnya, sejak awal bergabung di inspirasi.co, saya tidak begitu yakin akan memiliki banyak teman. Saya tipe orang yang sulit akrab dengan orang lain apalagi kalau ‘dunia’nya berbeda dengan ‘dunia’ saya. Ini tidak hanya berlaku di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Yang ada di pikiran saya ketika telah resmi menjadi anggota inspirasi.co hanyalah berkarya –walaupun nyatanya karya saya sampai saya menulis ini belum seberapa. Kalaupun sesekali berkomentar di karya inspirator lain, saya hanya berkomentar ‘formal’. Tetapi, setelah ‘bertemu’ dengan mereka yang namanya sudah saya sebutkan sejak tadi mengubah pemikiran saya untuk mau berkomunikasi lebih cair. *terima kasih. Peluk atu-atu (ala Mbak Ade) :D . Hmmm… semoga saja tidak kebablasan ya. Karena selain kita selalu bikin ramai di inspirasi.co, kita juga cukup sering ‘berisik’ di facebook. :D

Berkawan akrab dengan beberapa isnpirator hebat juga membuat saya akhirnya berani untuk memposting tulisan dalam kategori ‘Cerpen/Novel’ seperti Rahasia yang Mungkin Sama dan Curhat Lelaki. Padahal selama ini, saya tidak pernah percaya diri untuk mempublikasikan jenis tulisan semacam itu. Cerpen-cerpen yang pernah saya coba buat hanya untuk dinikmati sendiri. Saya merasa lebih nyaman ketika memposting puisi, cerita pengalaman pribadi, atau semacam kalimat motivasi untuk pengingat diri.

Akhir kata, terima kasih tak terhingga untuk inspirasi.co karena telah menyediakan ruang khusus bagi saya, yaitu ruang interaksi. Keberadaan ruang ini sangat penting untuk saya yang cenderung tertutup. Betapa tidak, berkat ruang interaksi ini saya semakin termotivasi untuk giat berkarya meskipun sampai saat ini masih saja sering terkendala dengan urusan di dunia nyata, kemampuan bersosialisasi saya membaik, jumlah kawan saya --walau saat ini masih di dunia maya-- bertambah, dan saya berani memposting jenis tulisan yang selama ini hanya saya simpan sendiri.

Sekali lagi, terima kasih, inspirasi.co!

 

 

 

-Mataram, 16 April 2016, 01.30-

-Ayin Elfarima-

 

 

PS: Kalau ada yang typo atau kesalahan lainnya, tolong saya diberitahu.

*Tadinya tulisan ini saya persiapkan untuk sekadar berterima kasih pada inspirasi.co. Tapi kebetulan ada kuis dengan hadiah kaus dan totebag yang menggoda, jadi saya coba gabungkan dengan kisah saya sebagai inspirator di sini. Kalaupun saya gak dapat hadiahnya, setidaknya saya punya catatan awal perjalanan saya bersama inspirasi.co dan beberapa inspirator luar biasa.

 ** Jika tulisan ini dianggap sebagai ajang promosi akun saya, silakan saja. Tidak dilarang. :)


  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Belum ada posting baru ternyata... ^_

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    hai (lagi) mba Ayin
    maaf kemarin saya lupa ngelike dan promosi
    gpp ya telat

    • Lihat 17 Respon

  • Komentator Ngasal
    Komentator Ngasal
    1 tahun yang lalu.
    ngomen gak ya?

  • 31 
    31 
    1 tahun yang lalu.
    Faridho mana ya?
    Seolah anis yang nanya..

    • Lihat 12 Respon

  • DEBORA KAREN
    DEBORA KAREN
    1 tahun yang lalu.
    Anis mana ya?

    • Lihat 21 Respon