Bahagia atau Sedih?

Ayin Elfarima
Karya Ayin Elfarima Kategori Motivasi
dipublikasikan 14 April 2016
Bahagia atau Sedih?

“Nggg… anu, kamu kok mau menikahi dia sih? Kamu terlalu tampan buat dia. Apa kata orang-orang nanti?” Apa kamu gak malu?", cecar si Hijau pada kawannya yang akan menikah bulan depan.

 

“Lho, kamu terima pekerjaan itu? Aduh, sayang banget sarjana tapi jadi pelayan di restoran kecil.”, ucap si Merah pada sepupunya.

 

--- 

 

Pernah gak sih kalian berada di posisi kawan si Hijau atau sepupu si Merah? Di saat kalian menentukan langkah hidup, bukannya diberi masukan apalagi didukung, tapi orang-orang di sekitar kalian justru memberikan respon negatif. Bagaimana reaksi kalian setelahnya? Menelan mentah-mentah kata-kata mereka untuk kemudian kalian ikuti atau ditampung untuk selanjutnya dijadikan bahan pertimbangan? Atau mungkin kalian abaikan begitu saja?

 

Well, mendengarkan pendapat orang-orang di sekitar itu perlu. Tapi tidak semua harus kita jalani. Ada pendapat-pendapat yang cukup kita dengarkan, ada juga beberapa pendapat yang memang perlu kita jalankan.

 

Hey, bahagia atau sedihmu, tergantung pada dirimu sendiri. Tergantung bagaimana kamu memperlakukan setiap permasalahan yang kamu hadapi. Tergantung bagaimana kamu menyikapi keputusanmu sendiri.

 

Jadi, kamu pilih mana? Bahagia atau sedih?


  • Dinan 
    Dinan 
    1 tahun yang lalu.
    Ikut filosofi Bay Az, Life is My Own....
    *Pinjam dikit Mas Bay ...

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Pilih atau... ^_

  • 31 
    31 
    1 tahun yang lalu.
    Setujah mbak..bukan cuma si hijau atau si merah tapi si kuning, abu-abu, biru..banyak lah..ketika dikatakan sayang banget sudah di posisi "head" trus harus mundur demi... tapi begitulah ketika kamu sudah memutuskan untuk menikah maka Allah akan memberikan cobaan menjelang saat itu..ga percaya? Coba deh..hehe

  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    1 tahun yang lalu.
    cieee tawa renyahnya mbak ayin begitu mempesona *fokus ke thumbail

    Begini...ambil yang positifnya saja buang yang negatifnya, setiap orang punya pendapat sendiri. Jadi kita harus pusatkan pikiran kita ke arah yang positif. Belum tentu mereka menjadi si hijau atau si merah yang bijak, tapi di belakang ngejelekkin kita. Yang negatif adalah mereka mencoba mencari kesalahan pasangan kita, belum tentu mereka bisa menjalani keduanya. Urusan dapur biar ngebul terus, daripada mati kelaparan. Resikonya kita yang jalanin bukan mereka lah, tantangannya adalah belajar mencintai diri kita sendiri

    • Lihat 9 Respon

  • Shinta Siluet Hitam Putih
    Shinta Siluet Hitam Putih
    1 tahun yang lalu.
    pilih dua2nya mbak, ya bahagia ya sedih, karena bahagia trs itu gk baik, sebaliknya mau sedih trs jg gk baik...

    tp, klo ad orang ngomong serap baik2nya aja, yang nyeleneh buang...begicccuuu kalo saya...

    • Lihat 3 Respon