Dear Diary

Ayin Elfarima
Karya Ayin Elfarima Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 April 2016
Dear Diary

Kali ini aku mau berbagi tentang pengalamanku menulis diary. Aku sudah kenal sama yang namanya diary sejak kelas 3 SD *dulu aku sama teman-teman biasa nyebutnya "diare"... hahaha. Waktu itu aku baru sekadar kenal, belum mulai nulis-nulis kegiatan sehari-hari gitu. Paling aku pakai buat nulis-nulis puisi aja. Nah, waktu aku sudah jadi anak SMP, barulah aku curhat di diary. Curhat apa aja! Di saat aku lagi senang ataupun sedih, diary selalu jadi teman curhat terbaikku. Hampir setiap hari aku curhat, gak peduli betapa bosannya diary itu pada cerita-ceritaku. Apalagi, tulisanku untuk satu hari saja bisa sampai empat halaman. Percakapan di telepon pun ada yang aku ceritakan detail dengan tulisan berformat dialog. :D *tolong jangan bayangkan isi diary ku

Setelah aku masuk SMA, kebiasaan menulis di diary masih berlanjut. Ceritaku semakin rinci, tulisanku semakin panjang. Pun setelah menjadi mahasiswa, aku masih suka menceritakan kejadian-kejadian yang aku alami pada diary-ku. Tapi sayang, sejak dua tahun terakhir menjadi anak kampus, aku sudah sangat jarang berkisah pada diary-ku :( Saat ini saja aku tidak punya diary khusus untuk menceritakan semua pengalaman hidupku. Paling-paling cuma corat-coret di kertas atau buku apa saja yang aku temukan saat ingin curhat. Kadang-kadang numpang curhat di media sosial juga. :D

Sejujurnya ada rasa kehilangan yang besar dari tidak berlanjutnya kebiasaan menulis catatan harian. Tapiii, gak tahu kenapa aku seperti sudah hilang kepercayaan pada siapa saja dan apa saja *lebaaaaaaaaay :D

Bagiku, sebenarnya diary itu teman terbaik dalam menyimpan rahasia *yang baca diam-diam kan paling ortu kita aja, gak masalah deh... hehehe. Aku juga bisa membaca kembali kisah-kisahku, tertawa atau mungkin menangis sendiri saat ingat semua kejadian yang tertulis. 

Hmmm... aku kangen dengan kebiasaanku itu. Mulai besok, aku mau beli diary baru, mau curhat sepuasnya tentang semua yang aku lihat, alami, dan rasakan ;) Ya, sebenarnya gak harus di buku harian juga sih, karena sekarang ini kita sudah bisa menuangkan perasaan di blog ataupun media sosial, seperti di inspirasi.co ini. Tapi tetap aja rasanya beda. 

Lalu, bagaimana dengan kalian? Menulis apa yang kita alami itu menyenangkan dan melegakan, lho! Selain itu masih banyak juga manfaat lainnya. *Oke, yang ini kapan-kapan saya tuliskan di sini.

 

 

PS: Kalau mau diary kalian aman dari orangtua atau keluarga lainnya, beli diary yang ada gemboknya dan simpan kuncinya di tempat yang hanya kalian yang tahu atau bawa kuncinya kemanapun kalian pergi ;)


  • Polisi Bahasa
    Polisi Bahasa
    1 tahun yang lalu.
    Memang tidak ada kata baku "diare" untuk menunjuk ke "diary", karena "diare" dalam bahasa Indonesia adalah penyakit perut. Dan mungkin karena "catatan harian" tidak bisa diidentikkan langsung dengan "diary", paling aman memang menulisnya "diary" dengan huruf miring.

    Demikian.

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    ^_

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    cieeee yang mau beli buku diary baruuu

    • Lihat 3 Respon