Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen
Rahasia yang Mungkin Sama

Sekali lagi kau menanyakan pertanyaan yang sama tentang rahasia yang ku jaga. Sementara aku tetap dengan jawaban yang sama: nanti kau akan tahu pada waktunya. “Sepertinya aku tahu rahasia itu," katamu pada akhirnya. Mungkin benar kau telah tahu atau kau pura-pura tahu agar aku mau mengatakannya. Ah, yang jelas aku ingin nanti saja, jika telah tiba waktunya --jika waktu itu memang ada. Aku tak ingin terburu-buru. Biarkan semua berjalan sebagaimana biasa, hingga kita siap untuk berbagi cerita.

Memang tak banyak yang bisa kita ingat tentang aku dan kamu di masa lalu. Tetapi sedikit pun itu tetap ada kisahnya sendiri. Nampaknya kamu lebih peduli tentang aku. Setidaknya itu yang bisa ku tangkap dari cerita-ceritamu, walaupun yang sering kau bahas hanyalah senyumanku. Katamu sejak dulu kamu selalu suka senyumanku yang lebih dari sekadar zat adiktif bagimu. Mungkin aku terlalu lugu karena percaya begitu saja dengan ucapanmu itu. Tapi, itu yang kamu harapkan bukan?

Seperti kamu yang hanya berani memandangku dari kejauhan, aku selalu mengikuti kisahmu lewat media sosialmu. Aku selalu hadir namun tak pernah meninggalkan jejak. Bukan karena aku tak peduli, hanya saja aku tak tahu bagaimana harus memulai meskipun sekadar memberi tanda bahwa aku ada.

 

 

*bersambung

 

 

-Mataram, 04 April 2016-

Karya : Ayin Elfarima