Ayah, Aku Rindu

Ayin Elfarima
Karya Ayin Elfarima Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 April 2016
Ayah, Aku Rindu

Selepas sholat ashar, entah kenapa tiba-tiba?aku sangat rindu pada ayah. Aku memang tak pernah berhenti merindukannya. Tetapi kali ini rindu terasa begitu hebat sehingga aku tak mampu menahan air mata ini agar tak membasahi pipiku.

?

---

?

Ayah, aku rindu. Aku benar-benar rindu. Jika biasanya salah satu upaya untuk mengatasi kerinduanku akan hadirmu adalah dengan menuliskan kenangan tentang kita, sore ini aku tak bisa menuliskannya; aku tak tahu sebabnya. Jadi, aku tuliskan kembali di sini apa yang pernah aku tulis saat Hari Ayah Nasional, 12 November tahun lalu.

?

?

?Ayah. Begitu aku memanggilnya. Ayah yang mendidikku menjadi perempuan mandiri. Ayah yang mengajarkanku untuk tak malu bertanya jika ada yang tidak dimengerti. Ayah yang mengajarkanku tentang disiplin waktu. Ayah yang mengenalkanku pada sepak bola, balap mobil dan motor, serta tinju. Ayah adalah lelaki pertama yang mengajakku ke pantai hingga aku begitu menyukainya.

Ayah adalah lelaki tangguh pekerja keras yang sangat mencintai keluarga.

Ayah. Delapan tahun sudah kau pergi, kembali kepada-Nya. Segala kenangan tentangmu tetap tersimpan rapi dalam ingatan tuan putrimu satu-satunya ini. Terima kasih telah mendidik dan membimbingku. Terima kasih telah menjadi sahabat baikku. Doaku selalu menyertaimu.

?

?

Salam rindu dari gadis kecilmu.

?

?

?

-Mataram, 02 April 2016-

-Ayin Elfarima-

?

?

*Gambar saya ambil dari?instagram saya sendiri.