Show, Don't Tell (?)

Ikhwanul Halim
Karya Ikhwanul Halim Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 18 Maret 2016
Show, Don't Tell (?)

Don?t tell me the moon is shining; show me the glint of light on broken glass. ? Anton Chekov

?

Kelemahan penulis pemula adalah keinginan untuk mendeskripsikan segala hal kepada pembaca. ?Misalnya, ketika mengisahkan dua sahabat lama bertemu, maka sering penulis temukan narasi seperti berikut:

Setelah lima belas tahun berpisah, Budi dan Ani secara tak sengaja bertemu di pasar induk. Mereka sesungguhnya sahabat lama. Mereka bersahabat sejak di bangku taman kanak-kanak, hingga Budi kini telah menikah, mempunyai dua orang anak, dan Ani baru saja menjanda. Suami Ani meninggal lima tahun yang lalu, saat sepeda motor yang dikendarainya menabrak seekor sapi yang menyeberang jalan secara tiba-tiba.

***

Bandingkan dengan percakapan berikut:

?

?Ani??

?Budi? Ya amplop, sudah berapa tahun, ya??

?Anakku yang besar sudah kelas sembilan SMP. Yang kecil masih kelas lima. Anakmu berapa??

?Feri meninggal lima tahun yang lalu.?

?Maaf. Turut berduka cita??

?Nabrak sapi. Dasar ugal-ugalan.?

?Iya juga. ?Tulang kering bekas patah kecelakaan bareng mendiang suamimu dulu, masih suka nyeri kalau hujan.?

?Eh, kamu masih ingat Daus??

?Teman TK kita dulu yang suka ngelap ingus ke baju bu guru??

?Itu kan dulu! Sekarang dia duda. Kami beberapa kali bertemu.?

?Ho ho ho? Selamat, ya!?

?Apaan? Ngaco!?

***

Tapi, apakah penggunaan narasi dan deskripsi salah? Tidak! Narasi, deskripsi, dialog, semuanya perlu. Selama kata-kata terpilih mengalir, tersusun baik dan tidak membosankan pembaca.

Untuk pengantar percakapan di atas, narasi seperti berikut akan menjaga pembaca untuk terus lanjut membaca:

?

Pasar Induk tempat yang aneh untuk sebuah reuni, terutama bagi Budi, pendatang di kota yang berjarak ribuan kilometer dari kampung halamannya.

Seperti kejadian barusan. Ia sedang memindahkan sekeranjang tomat segar, ketika melintas di depannya sesosok tubuh ramping memanggul sebentuk wajah yang terpatri dalam hati, mengangkat kenangan yang terkubur selama lima belas tahun saat perpisahan senja di dermaga, menebar harum yang tak mungkin terlupa?.

***

Yang pasti, apapun yang saya katakan, tetaplah menulis!

?

?

Bandung, 18 Maret 2016