Menulis Naskah Drama (Bagian 3)

Ikhwanul Halim
Karya Ikhwanul Halim Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 09 Maret 2016
Menulis Naskah Drama (Bagian 3)

Pengembangan Cerita

Menulis langsung dari ?isi kepala? terkadang sangat membantu untuk menangkap kilasan ide (untuk puisi dan cerpen, atau drama pendek, penulis terbiasa melakukan hal ini). Namun perencanaan dan persiapan yang matang akan membantu penulis terhindar dari frustrasi di kemudian hari. Membuat storyline dan menguraikan unsur dramatis cerita akan memberi hasil yang setimpal. Dengan memainkan kontras dan konflik untuk menimbulkan efek maksimum, akan menggerakkan dramawan untuk mencetuskan hal-hal utama yang ada dalam diri kita.

Ada begitu banyak cara untuk pendekatan ide. Mencatat kemungkinan-kemungkinan pengembangan cerita bukanlah tugas yang menyenangkan. Namun memiliki metode sistematis untuk membuat katalog ide, dialog, dan hal-hal sama halnya seperti memiliki asisten yang siap setiap saat membantu menyelesaikan karya Anda. Dalam beberapa tahun terakhir, pengembang software telah menciptakan produk untuk menyederhanakan proses ini (sayangnya penulis belum menemukan yang gratisan).

Apapun metode yang Anda pilih, berikut 10 tip untuk Anda:

  1. Ciptakan sebuah dunia dengan kehidupan nyata atau fantastis atau campuran keduanya. Tapi aturan hukum apapun yang Anda terapkan untuk dunia itu, pastikan Anda gunakan sepanjang jalan cerita.
  2. Tulis konflik yang berkembang sesuai jalan cerita. Saat Anda mengatur konflik, pastikan drama Anda memiliki awal, tengah dan akhir.
  3. Ciptakan karakter tokoh yang memiliki hasrat (yang menempatkan mereka pada konflik dengan karakter lain) dan tak henti mencoba untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
  4. Pastikan bahwa masing-masing karakter memiliki sesuatu untuk dipertaruhkan, berikut konsekuensi jika gagal mendapatkan apa yang diinginkannya.
  5. Ciptakan ?deadline? yang menempatkan karakter di bawah tekanan untuk harus segera mendapatkan apa yang mereka inginkan.
  6. Pastikan ada suatu alasan?peristiwa, untuk jalan cerita drama Anda. Tidak cukup hanya dua karakter untuk duduk-duduk dan berbicara dan kemudian pergi. Perlu ada beberapa alasan penting mengapa kita menonton mereka saat ini, pada waktu yang istimewa ini.
  7. Tulis dialog yang menjelaskan watak karakter Anda sekaligus mengembangkan plot cerita.
  8. Membuat masing-masing karakter berbicara dengan gaya yang berbeda. Jika Anda memiliki kesulitan dengan itu, coba bayangkan aktor tertentu yang Anda tahu?meskipun aktor tersebut tidak untuk peran yang Anda ciptakan.
  9. Aturan umum: ?Show, don?t tell?. Jauh lebih efektif jika tokoh Anda bersembunyi di kolong ranjang daripada berkata: "Aku takut."
  10. Berikan masing-masing karakter momen khusus, sesuatu yang membenarkan keberadaannya dalam drama Anda dan yang membuatnya menarik bagi seorang aktor untuk diperankan.

?

Berikutnya: Format Penulisan Naskah Drama

?

Bandung, 8 Maret 2016

?

Catatan: Tulisan ini pernah dimuat di media lain sampai dengan Bagian?3.?Untuk?selanjutnya?akan diteruskan di inspirasi.co.

  • view 120