Menulis Naskah Drama (Bagian 2)

Ikhwanul Halim
Karya Ikhwanul Halim Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 09 Maret 2016
Menulis Naskah Drama (Bagian 2)

Struktur Drama: Babak atau Adegan?

Mungkin Anda bingung mengapa ada yang membagi drama dalam babak (act) atau adegan (scene). Sebetulnya hanya menyangkut selera pribadi, selama mengetahui beberapa prinsip dasar konstruksi drama.

Hampir semua drama, yang menjadi dasar pembagian para penulis, dibagi menjadi ?3 babak?.

  1. Babak?pertama adalah Protasis, atau eksposisi.
  2. Babak?kedua adalah Epitasis, atau komplikasi.
  3. Babak?penutup adalah Catastrophe, atau resolusi.

Seperti dalam format penulisan naskah skenario film atau televisi, Epistasis merupakan babak terpanjang. Pendapat umum menyatakan bahwa ?drama 3 babak? merupakan standar pada pertunjukan-pertunjukan Yunani Kuno sesuai dengan aturan yang ditetapkan Aristoteles (384-322 SM), meskipun sebenarnya Aristoteles tidak pernah mengatakan apa-apa tentang ?drama 3 babak? sebagai satu kesatuan.

Jadi, struktur tiga-babak artinya apa? Ini berarti bahwa tidak peduli apakah Anda membagi dalam naskah Anda berdasarkan babak atau adegan, bangunan drama yang baik baik akan kira-kira sama. Logikanya, meskipun ?Anda menulis sebuah drama yang tidak dimaksudkan untuk memiliki jeda, maka drama Anda hanya akan terdiri dari adegan. Namun jika Anda bermaksud drama Anda memiliki jeda, sebaiknya jeda tersebut merupakan pemisah antar babak. Tentu Anda bisa menempatkan jeda antara adegan jika Anda mau. Anda bebas menentukan. Saya menempatkan jeda antar adegan dalam drama satu babak Stasiun Terakhir.

?

Menulis untuk Dibaca

Hal yang harus disadari sebagai penulis naskah drama (atau penulis skenario) bahwa apa yang Anda tulis adalah pertama-tama untuk dibaca.?

Tapi drama dimaksudkan untuk dipentaskan, bukan untuk dibaca! Benar, tapi sebelum naskah drama Anda dibawa ke pentas, naskah tersebut harus melewati sejumlah pembaca. Setidaknya, sebuah naskah drama harus melewati dua pembaca naskah sebelum mencapai meja produser atau direktur teater. Setidaknya harus melalui pembacaan manajer sastra atau direktur artistik terlebih dahulu. Penting bahwa Anda menulis tidak hanya akan dipentaskan, tapi untuk dibaca juga.

?

Pada kesempatan berikutnya kita akan membahas Pengembangan Cerita

?

Jakarta, 22 Februari 2016

?

Catatan: Tulisan ini pernah dimuat di media lain sampai dengan Bagian?3.?Untuk?selanjutnya?akan diteruskan di inspirasi.co.

  • view 260