10 Tips Untuk Memenangkan Kontes Menulis Fiksi

Ikhwanul Halim
Karya Ikhwanul Halim Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 03 Maret 2016
10 Tips Untuk Memenangkan Kontes Menulis Fiksi

Berniat untuk mengikuti kontes menulis cerita fiksi? Berikut 10 tips yang dapat mengantar?Anda menjadi pemenang.

?

1. Mulailah dengan ?ledakan?.
?

Paragraf pertama adalah penentu segalanya. Jika baris pertama gagal menggerakkan pembaca (dalam hal ini juri) untuk melanjutkan ke alinea berikutnya, naskah fiksi Anda sudah dipastikan berhenti sampai di situ, masuk ke laci meja atau bahkan tong sampah. ?Ingat, bukan Anda satu-satunya peserta yang harus dipedulikan oleh para juri atau editor lomba. Naskah Anda bersaing dengan puluhan, ratusan atau bahkan ribuan naskah lain.

?

2. Pemperkenalkan unsur ketidakpastian atau ketegangan di awal.
?

Salah satu teknik yang saya sukai adalah kilas balik dengan menempatkan puncak konflik di awal cerita. Tempatkan tokoh utama Anda dalam situasi rumit tak terduga. Buat pembaca mengira-ngira kapan jalan cerita akan berubah. Jika jalan cerita Anda gampang diprediksi, maka juri yang akan bosan dan menganggap naskah Anda biasa-biasa saja. Sekali lagi, pastikan pembaca menjadi penasaran dan ingin mengetahui jalan cerita sampai kata terakhir.

?
3. Jadikan karakter tokoh-tokoh Anda hidup dan nyata.

?

Buat mereka berbicara seperti dalam kehidupan manusia nyata sehari-hari. Jadikan setiap kata dalam dialog penting dan mengalir sepanjang cerita.Juri menginginkan kisah kehidupan. Mengapa tokoh Anda melakukan hal atau mengucapkan kalimat tertentu?

?

4. Cerita Anda harus berbeda dari yang lain.
?

Setting yang tak lazim, karakter yang tidak biasa atau plot yang tak umum. Jika pernah digunakan sebelumnya atau basi, jangan ragu untuk mengubahnya. Jika ada dua cerita yang sama dalam satu kontes, umumnya dua-duanya kalah, atau yang terakhir datang dianggap sebagai pencuri ide.

?

5. Patuhi pembatasan jumlah kata.
?

Baca aturan kontes baik-baik. Jika tidak ada pembatasan panjang atau persyaratan khusus, kirim cerita atau artikel panjang menengah ?antara 1.500 sampai 3.000 kata. Semenarik apapun cerita Anda, juri takkan punya waktu untuk membaca naskah 10.000-kata. Sekali lagi, perhatikan persyaratan dan kategori yang dilombakan. Jika disebut cerpen full-length atau tenlit antara 4.000 kata ? kurang dari 7.500 kata, novellete ?7.500 ? 17.500 kata, novella 17.500 ? 40.000 kata dan novel lebih dari 40.000 kata. Gunakan pengolah kata yang mampu menghitung jumlah kata.

?

6. Memiliki akhir yang positif.
?

Tidak semua cerita harus berakhir ?happy ending?. ?Bahkan seringkali akhir yang menyedihkan, dapat memberi arti positif, cakrawala pemahaman baru bagi pembaca.

?

7. Pastikan cerita Anda memiliki tema utama yang sesuai dengan alur cerita.
?

Anda harus bisa mengatakan, "Cerita ini adalah tentang..." dalam satu kalimat. Singkirkan hal-hal yang tidak berhubungan dengan tema.

?

8. Carilah cerita dengan tema yang anti-mainstream atau melawan arus.
?

Mengapa film tahun 1987, Fatal Attraction yang dibintangi Michael Douglas dan Glenn Close begitu menyedot perhatian dan mendapat enam nominasi Oscar? Karena temanya adalah pelecehan seksual yang dilakukan seorang wanita terhadap seorang pria. Jika kisah sebaliknya (untuk membangkitkan kesadaran masyarakat), maka hanya menjadi cerita biasa dan juri pasti bosan. Jika tema sudah ditentukan, gunakan sudut pandang baru. Cerita Anda harus tampil beda.

?

9. Ikuti aturan kontes.
?

Hal dasar dan sederhana, tapi berakibat fatal jika tidak dipatuhi. Satu aturan kecil dilanggar maka naskah Anda akan masuk kotak.

?

10. Waspadai kesalahan penulisan (typo) dan tatabahasa.

?

Sebelum naskah dikirim, baca dan baca lagi. Jika perlu minta bantuan orang lain untuk mengoreksi kesalahan ejaan, tata bahasa, sintaksis, tanda baca, paragraf, kapitalisasi, dan sebagainya. Meski tidak sepenting plot atau gaya atau karakterisasi, namun dapat mempengaruhi pilihan juri untuk menentukan urutan finalis jika nilainya ada yang sama.

?

Bandung, 3 Maret 2016

  • view 208