Demam

Ikhwanul Halim
Karya Ikhwanul Halim Kategori Puisi
dipublikasikan 27 Februari 2016
Demam

Daya kohesi raksa kapilaritas memanjat dinding terjal kaca tipis cembung menera suhu temperatur tubuh panas menggigil terlebih dua derajat, terlupa betapa ringkih uzur dan umur tak berdaur, demam musim hujan, dengung nada tinggi menuli, berbaring. Rehatkan tendon dan sendi, sesap uap herbal legakan sumbat saluran rindui masa-masa tertunda, tidurlah, bermimpi.

Mimpi surealistik gothik datang dan pergi serupa nuansa fatamorgana, cermin palindrome sembilan bola takdir dan piring angkasa, musik akustik enam timbre lengkingan soprano samudra teduh kiri te kenawa, satu sayup tak tik tak jam dinding lambat laun ?berganti mars tentara legiun turki menuju laut mati, mengantar nyawa pada ching sih atau anne bonny, badai tanjung harapan.

Mengharap pergi sedapat pagi, apa yang tak datang hilang tak kunjung cerlang, siapa tak bernama berwajah berkepala bertanduk menusuk awan pembawa ion dan asam, mengikis debu setebal daki memadat candu yang tak membius lupa, dua butir asprin, katanya, lenyap tak jua denyut yang mendera nyaris gila, tak berdaya.

?

Bandung, 27 Februari 2016 ?

  • view 86