Cara Memahami Puisi: Petunjuk bagi Pemula

Ikhwanul Halim
Karya Ikhwanul Halim Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 30 Agustus 2016
Cara Memahami Puisi: Petunjuk bagi Pemula

Sering Penulis mendengar bahwa ada orang yang membenci puisi. Meski tak persis begitu susunan kata-katanya, namun itulah maknanya jika disarikan dari frasa: puisi susah dimengerti, puisi membosankan, puisi hanya berisi kalimat-kalimat dengan akhiran yang serima, atau ‘hanya orang gila yang menulis puisi’.

Pikiran itu membuat Penulis sedih karena Penulis sangat menyukai puisi. Penulis membaca, mencipta dan menghargai puisi yang Penulis suka.

Tapi Penulis menyadari bahwa tidak semua orang bisa dipaksa untuk menyukai puisi, seperti halnya tidak semua penduduk Bandung menyukai cireng. Mungkin yang tidak menyukai puisi jauh lebih banyak dari pada yang suka. Tidak ada yang salah dengan itu sama sekali.

Namun, Penulis berharap pembaca untuk mencoba berkenalan dengan puisi, karena seperti kata pepatah: tak kenal maka tak sayang.

Bacalah setiap hari satu puisi. Mungkin di pagi hari saat menyesap kopi dan menggigit sekeping roti. Atau sambil santap siang untuk melupakan luapan kemarahan pimpinan karena tak tercapai target penjualan. Atau sebelum kantuk menyerang menjelang rembang malam.

Setiap hari ribuan puisi baru tercipta dan jutaan lagi yang telah digubah. Jenguklah karya pujangga-pujangga ternama. Coba rasakan, apakah bait-baitnya berbicara pada Anda.

Setiap penyair punya gaya tersendiri. Ada yang meledak berapi-api, ada pula yang tenang bertutur hal-hal sederhana. Ada yang bebas berekspresi, ada yang disiplin dengan pola tuang dan rima. Ada yang sesuai untuk para manula, ada juga yang bicara pada bocah belia.

Bahkan, Anda dapat meningkatkan kemampuan bahasa daerah atau bahasa asing Anda dengan membaca puisi, seperti halnya remaja yang termehek-mehek dengan drama Korea, atau asisten rumah tangga bersama nyonya terpaku hanyut oleh Uttaran. Sekadar catatan: saat awal di Yogya, Penulis menonton wayang kulit semalam suntuk tanpa mengerti sepatah katapun yang diucapkan dalang, namun Penulis menikmatinya seperti atensi bocah SD terhadap Justin Beiber. Belakangan ini, Penulis mencoba untuk mengapresiasi karya pujangga luar.

Tidak harus selalu serius. Ada puisi yang menggoda penuh canda. Tidak juga melulu tentang rindu, hati patah atau cinta menggelora dengan kata-kata berbunga. Ada rasa kebangsaan, cemara yang berderai, atau sandal hanyut di sungai.

Dalam puisi, seperti dalam bentuk lain dari sastra, konteks sosial atau historis yang melahirkan puisi tersebut juga membantu pemahaman pembaca lebih dalam dengan unsur-unsur sastra yang dipakai untuk mengkomunikasikan pesan. “Karawang – Bekasi’ nya Chairil Anwar, puisi-puisi pamflet Rendra, dan juga karya-karya Widji Thukul. Penyair menggunakan skema sajak untuk membuat irama. Simbolisme merupakan elemen penting dalam banyak puisi. Pembaca diajak untuk merenung semua hal baik dalam hidup, tidak ada yang permanen. Penyair kadang-kadang menggunakan personifikasi untuk menggambarkan ide-ide mereka. Penulis yang bijak, baik dalam membuat puisi atau narasi, menggunakan citra untuk memberi gambaran dalam pikiran pembaca.

Jika ajakan Penulis ini masih belum mampu menggerakkan Anda untuk membaca puisi, sempatkan waktu Anda untuk menonton film Dead Poets Society. Film ini bercerita tentang seorang guru yang penuh gairah yang menggunakan metode yang tak lazim untuk membuat para siswa menyukai puisi. Pada hari pertama mengajar, Mr. Keating yang dimainkan oleh Robin Williams, meminta murid-muridnya untuk membaca sebuah esai tentang bagaimana menganalisis puisi.

Kemudian ia memerintahkan muridnya merobek esai tersebut dari buku teks.

Seperti Mr. Keating, Penulis berharap dapat mengajak Anda untuk menyukai puisi. Jangan takut bahwa Anda akan dianggap bodoh karena Anda salah memaknai suatupuisi. Jangan biarkan batas samar atau irama rumit membuat Anda jeri. Bacalah satu puisi dan jika Anda suka, maka puisi berarti itu ditulis sang penyair untuk Anda. Teruslah mencari puisi diri.

Sebagai penutup, penulis hadirkan tafsiran penulis tentang puisi karya Pamela Spiro Wagner berjudul How to Read a Poem: Beginner’s Manual.

Pamela Spiro Wagner adalah seorang penyair perempuan yang telah memenangkan banyak penghargaan bidang sastra, dan juga seorang penderita skizofrenia.

 

Cara Memahami Puisi: Petunjuk bagi Pemula

oleh PAMELA SPIRO WAGNER

Pertama-tama, lupakan semua yang telah Anda pelajari,
bahwa puisi pelik adanya,
hingga takkan mampu dimengerti oleh orang-orang seperti Anda,
yang hanya berijazah setara SMA
dan sepatu bot berujung baja,
kekeliruan status buruh Anda. 

Jangan menganggap ada makna tersembunyi dari Anda:
puisi terbaik artinya apa yang dikatakan itulah yang sebenarnya. 

Untuk membaca puisi hanya butuh keberanian
cukup untuk melompat dari tepi
dan rasa percaya diri. 

Perlakukan puisi sebagai kotoran,
humus yang kaya dan berat dari kebun.
yang akan menjadikan tomat gemuk
serta labu keemasan tinggi bertumpuk di meja dapurmu. 

Puisi menuntut kepasrahan,
Bahasa menyampaikan apa yang benar
berbuat dari hal suci hingga yang biasa.

hanya membaca satu puisi sehari.
Suatu nanti sebuah buku puisi terbuka di tanganmu
laksana bakung membuka cawannya
ke arah matahari. 

Ketika kamu mengenal nama lima penyair
tidak termasuk Bob Dylan (di antaranya),
saat kamu melebihi jatahmu
dan bahkan tanpa sadar,
tutuplah petunjuk ini. 

Selamat.
Anda telah berhasil memahami puisi. 

 

Bandung, 29 Agustus 2016

  • view 457