10 Tips Menulis Fan Fiction

Ikhwanul Halim
Karya Ikhwanul Halim Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 04 Agustus 2016
10 Tips Menulis Fan Fiction

Kamu tertarik untuk menulis sebuah fanfiction?

Penulis akan memberikan 10 Tips.

  1. Jika kamu menggunakan musik sebagai sumber inspirasi, jangan takut untuk mengatakannya

Bahkan jika itu akan mengungkapkan bahwa kamu penggemar nomor satu Julia Perez! Secara pribadi, penulis menulis lebih baik ketika mendengarkan musik. Musik adalah suatu bahasa yang universal. Ketika mendengarkan musik, potongan nada dan tempo tercermin dalam isi tulisan para penulis. Tiga kali Penulis terinspirasi lagu Dernière Danse-nya Indila. Memang bukan saat menulsi fan fiction, tapi intinya lagu memberikan inspirasi.

Ingat, bahwa penulis tidak harus mencari lagu untuk menyesuaikan mood. Ada saat-saat musik justru mengakhiri semangat menulis!

Jika lagu yang membakar inspirasi kamu, tulis potongan liriknya. Lagu yang menggerakkan kamu, jika didengar oleh pembaca, maka pembaca akan menangkap apa yang kamu rasakan, sehingga akan menggerakkan pembaca juga.

  1. Jangan mengubah kepribadian tokoh kecuali kamu mampu menjelaskan alasannya.

Fanfiction tidak menulis tentang karakter tokoh aslinya. Ingat, kamu menulis cerita berdasarkan pada karakter karya orang lain. Ingat, bahwa ada penggemar lain di luar sana yang mungkin membaca karyamu. Mereka mungkin akan marah jika kamu mengubah gadis pemalu favorit mereka menjadi perempuan nakal pembunuh. Karena itu, kamu tak dapat mengubah banyak kecuali kamu akan berkomitmen 100%.

Apa artinya? Kamu tak mungkin membuat cerita tentang James Bond menjadi seorang teroris, kecuali kamu menyusun alasan yang kuat dan penjelasan yang masuk akal.

  1. Jadilah kreatif, tapi jangan terlalu dipaksakan.

Ada banyak hal yang dapat diubah selain kepribadian tokoh. Era, lokasi, bahkan beberapa fitur fisik. Ada kelenturan dalam menulis fanficnamun jangan mengubah rincian sehingga pembaca tidak lagi mengenali sang tokoh.

Salah satu sebab orang menulis fanfiction adalah untuk berbagi karya kamu dengan penggemar lainnya. Kamu harus berpikir bahwa tulisan kamu seolah-olah salah satu episode dari fiksi asli. Pembaca akan ingin menghubungkan tokoh yang mereka kenal dan cintai dengan plot baru dan yang kamu tulis. Jika mereka tidak bisa mengatakan bahwa karakter dalam cerita kamu adalah James Bond, mustahil mereka akan membaca karya kamu berikutnya.

  1. Bersiaplah menerima kritikan terhadap tulisanmu.

Siapa yang tidak ingin mendengar tepuk tangan dan sorak-sorai dan komentar pada tulisan mereka? Menerima penghargaan itu gampang. Bagian yang sulit adalah mempersiapkan jiwa batinmu untuk emosi yang berasal dari kata-kata pedas, mengerikan, kritikus kejam. Jangan biarkan dirimu terombang-ambing oleh pujian dan kritikan. Sebagai penulis kamu harus menulis. Jangan biarkan komentar negatif menahanmu. Jangan bergantung pada pujian untuk menginspirasi semangat menulis.

  1. Jika menulis genre dewasa, pilih kata-kata dengan hati-hati.

Bagi anda yang tidak tahu apa itu ‘genre dewasa’, lewatkan saja bagian ini.

Untuk yang tahu dan berniat menulis genre ini, pahami bahwa apa yang kamu tulis akan selalu diingat pembaca. Eufimisme tidak selalu berhasil, karena kata-kata mesum merupakan relaita sehari-hari tergantung situasi. Oleh karena itu penulis genre dewasa harus sangat hati-hati. Jika karyamu hanya cabul semata maka mungkin sekali kamu telah melewati batasan fiksi asli sehingga menyinggung penggemar.

Juga jangan biarkan fantasi kamu terlalu liar.

  1. Jangan menggunakan nama tokoh nyata kecuali Anda mengenal mereka dan/atau mendapatkan izin mereka.

Menulis tentang Real Person Fiction (RPF) adalah topik sensitif. Menulis tokoh fiktif dari karya asli satu hal. Kemungkinan terburuk kamu dituntut pelanggaran hak cipta. Tetapi jika kamu menulis RPF, kemungkinan kamu dituntut karena penghinaan dan pencemaran nama baik hampir tiga kali lipat! Menulis tentang Hermione dan Harry terlibat asmara masih mungkin. Menulis Emma dan Daniel terlibat asmara jangan coba-coba.

  1. Tulis disclaimer untuk melindungi kamu dari tuntutan hukum.

Penyangkalan adalah temanmu. Penyangkalan diperlukan.

Fiksi ini ditulis oleh Ikhwanul Halim berdasarkan seri Harry Potter karya JK Rowling

Rating: (akan dijelaskan di bawah)

Disclaimer: Pengarang tidak kenal dengan JK Rowling, dan tidak berniat melanggar hak ciptanya. Jika JK ingin mendiskusikan tentang kelanjutan kisah ini, silakan hubungi saya di kotak pesan. Jika JK ingin menuntut saya karena pelanggaran hak cipta atau karena tulisan saya jelek, terus terang saya tidak punya uang. Langsung saja penjarakan saya di Azkaban.

Menempatkan disclaimer pada awal karya fanfiction kamu tidak hanya memberikan kamu dasar tulisan, juga menutup potensi masalah kewajiban.

Apakah itu membuat kamu lolos jika JK memutuskan untuk menuntut atas pencemaran nama baik? Jujur saja, Penulis tidak tahu.

  1. Gunakan sistem rating untuk memperingatkan pembaca tentang konten dewasa

Kamu sedang menulis fanfic dan mengunggahnya ke situs online. Ingat, tidak setiap orang membaca karya Anda merupakan orang dewasa. Seks, kekerasan dan kata-kata kotor mungkin dianggap OK untuk orang dewasa tapi bukan anak-anak. Perlu diingat bahwa kamu bukan satu-satunya di web mencari Harry Potter setiap hari. Seorang anak mungkin akan menemukan fiksi Harry dan Hermione kamu!

Pertama-tama, peringkat fanfiction adalah sastra setara dengan peringkat film: G, PG, PG13, PG17. Kamu tahu apa yang saya maksud. Atau seperti di televisi: SU, BO, DEWASA. Atau: G, PG, R, dan XXX. Rating sebaiknya ditulis lengkap:

Rating: PG untuk bahasa, situasi seksual, dan kekerasan.

Lebih baik untuk memberikan informasi ini di muka sebelum pembaca mulai membaca. Ini akan menyelamatkan mereka malu dan satu ton kesedihan! Kamu dapat menemukan informasi lebih lanjut tentang peringkat di internet.

  1. Tulis hanya tentang yang kamui sukai.

Kalau kamu bukan penggemar Harry Potter, jangan menulis tentang Hogwart. Karyamu akan menjadi baik jika kamu menulis apa yang kamu sukai. Jangan memaksakan diri menjadi penggemar sesuatu yang belum kamu kenal jika kamu tidak siap. Tulis apa yang membuatmu bahagia dan jangan pernah menyesal karenanya.

  1. Bagikan fanfiction kamu ke seluruh dunia dan validasi karya orang lain.

Penulis menulis bukan untuk menghindari kritikan atau mengharap pujian. Namun kita menyukai umpan balik. Memang sulit untuk mengomentari karya orang lain, dan penulis selalu mengalami hal ini. Setidaknya Penulis berusaha.